Gus Khoiron Jatuh Hati Pada Benih Jeruk Badan Litbang Pertanian

lumajang 2Gus Khoiron yang gemar membaca berusaha mempelajari ilmu ‘menanam dan memelihara’ jeruk dari berbagai media. Hasilnya, Gus mendapatkan informasi bahwa banyak tanaman jeruk di Lumajang dan Jember yang mati setelah berbuah sekali sampai 3 kali saja. Info kematian dini jeruk tersebut juga Gus peroleh dari para petani yang pernah bersilaturrahim ke Gus. Informasi ini tentunya berdampak pada kekuatiran Gus untuk mengembangkan tanaman jeruk.  Namun hasil menggali informasi ini juga, Alhasil Gus menemukan penyebab utama kematian tanaman jeruk, yang tidak lain karena serangan penyakit yang dikenal dengan CVPD. Oleh karena itu, Gus berkesimpulan bahwa penggunaan bibit jeruk sehat dan terbebas dari penyakit wajib hukumnya untuk menghindari kematian dini pada jeruk. Jeruk yang mati dini itu ternyata berasal dari bibit ‘asalan’ alias tidak berlabel. Akibatnya, Gus Khoiron TIDAK MAU tanam bibit asalan, bibit HARUS berlabel, begitu kata Gus.

Adalah Abdul Rofik salah satu santri Gus yang mendapat mandat untuk mencari bibit jeruk berlabel. Tidak mudah bagi Cak Rofik untuk mendapatkan bibit jeruk sehat karena memang cak Rofik berstatus sebagi SANTRI, bertani jeruk hal yang baru baginya. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petani di sekitar Lumajang dan Jember, benih jeruk yang berlabel dan bermutu itu dari Batu. Alhamdulillah, setelah berikhtiar cukup lama akhirnya Allah SWT mempertemukan Cak Rofik dengan P. Kusnan yang tidak lain adalah Ka. KP. Punten, Balitjestro yang merupakan UPT Badan Litbang Pertanian di Batu. Dari P. Kusnanlah saya banyak belajar tentang ilmu jeruk,.seloroh Rofik. Setelah ditelusuri, ternyata benih yang bermutu tersebut tidak lain adalah benih yang dari Badan Litbang Pertanian yang diproduksi oleh Balitjestro di Batu. Karena informasi dari petani bahwa benih jeruk Badan Litbang Pertanian terbukti tumbuh dan berproduksi bagus di daerah jember dan Banyuwangi, maka seketika itu juga Gus mengikrarkan ‘CINTANYA’ pada benih jeruk

( Dr.Ir. Muchdar Soedarjo,M.Sc, Langgeng Sutrisno, Kusnan)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event