Geliat Perkembangan Tanaman Anggur di Pulau Dewata Bali

Oleh: Emi Budiyati, Peneliti Balitjestro, Balitbangtan

Anggur mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi mengingat besarnya volume impor anggur segar di Indonesia yang menduduki urutan ke- tiga impor buah setelah jeruk dan apel (Direktorat Tanaman Buah, 2012), Berdasarkan data BPS, pada Desember 2017 tercatat impor buah anggur sebesar US$ 53,2 juta atau naik 107% dibanding bulan sebelumnya. Hal inilah yang membuka peluang Indonesia dalam pengembangan komoditas ini, karena sebenarnya Indonesia mampu memproduksi anggur 2-3 kali setahun pada varietas-varietas yang berumur genjah, Untuk mendapatkan produksi yang optimal, maka dilakukan pemeliharaan yang optimal.

Kualitas buah anggur di Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan anggur impor hanya saja perlu pembenahan dalam aplikasi teknologi budidaya anggur. KP Banjarsari sebagai satu-satunya kebun koleksi anggur di Indonesia dibawah Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Balitbangtan mempunyai sembilan varietas unggul yaitu Probolinggo Biru-81, Bali, Kediri Kuning, Probolinggo Super Prabu Bestari, Jestro Ag86, Jestro Ag60, Jestro Ag5 dan Jestro Ag45 dan sembilan varietas harapan (Bs 9, Bs 61, Bs 29, Bs 63, Bs 80, Bs 78, Bs 53, Bs 19 dan Bs 39) (Purnomo, 1988; Loraine, komunikasi pribadi, 2005, Anis Andrini, 2007, 2008 dan Budiyati E, 2015). Anggur Jestro Ag 60 yang mempunyai penciri khusus manis, krispy dan seedless telah dikembangkan oleh PTPN XII sejak tahun 2010, dan telah terjual pada supermarket Total Surabaya sebanyak 12 ton, dengan harga Rp 22.500/kg (Yusmarten, 2012 ( komunikasi pribadi).

Bali merupakan sentra Anggur terbesar di Indonesia serta menjadi kawasan produksi buah anggur tertinggi, Pengembangan anggur di Bali tidak lepas dari teknologi inovasi Balitbangtan melalui Balitjestro, yang dimulai dengan penyelamatan sumber daya genetik (SDG) anggur melalui teknologi top working pada tahun 2002-2004 yang bekerjasama dengan perusahaan Hatten Wine dengan pemilik bernama Ir, IB Rai Budiarsa, Perusahaan Hatten Wine telah banyak membantu dan membina para petani di desa Gerokgak Buleleng Bali untuk mengembangkan tanaman anggur.

Bapak Wibowo, staf teknis lapang dan saprodi PT, Hatten Wine telah banyak berinovasi dalam pengembangan tanaman anggur. Saat ini di Gerokgak Bali telah mengembangkan tanaman anggur varietas utama untuk bahan wine yaitu Blac Shiraz, Chenin Blanc, Colombard, Malvasia Nera, Muscat Bleu dan Kediri Kuning seluas kurang lebih 47 Ha, yang terdiri dari 7 hektar sistim knifin dan 40 hektar sistim pergola/para-para, Selanjutnya beliau mengatakan tahun 2019 – 2020, akan menambah lagi luasan pertanaman anggur seluas 12 Ha untuk kawasan wisata agro dan secara keseluruhan penambahan luasan 60 Ha.

Tabel 1, Perkembangan Jumlah Populasi tanaman anggur dan produksi di Kabupaten Buleleng Bali



No,



Tahun

Kecamatan Gerogak

Kecamatan Seririt

Kecamatan Banjar

Kec. Kubutambahan

Populasi tanaman

Produksi (ton)

Populasi tanaman

Produksi (ton)

Populasi tanaman

Produksi (ton)

Populasi tanaman

Produksi (ton)

1

2009

143,496

3,853

205,000

4,501

210,759

6,487

1,600

2

2010

147,926

3,461

176,500

2,067

210,359

6,379

1,600

3

2011

149,291

4,940

171,400

3,321

198,424

4,183

100

4

2012

151,701

3,309

163,700

1,734

73,681

3,952

5

2013

154,256

4,372

161,852

3,199

73,806

1,548

6

2014

157,376

5,244

126,852

3,315

73,570

916

7

2015

161,926

5,593

127,852

3,276

73,570

2,169

8

2016

169,446

5,930

125,777

2,523

71,445

620

9

2017

166,826

6,376

119,574

4,037

61,720

879

10

2018

159,769

6,107

115,074

3,053

59,070

1,138

Keterangan : Data dari Kepala Bidang Hortikultura Diperta Kabupaten Buleleng Bali Tahun 2009/2019

Data perkembangan pada tabel diatas, menunjukkan bahwa di Kecamatan Gerogak populasi tanaman anggur dan produksi terus meningkat dari tahun 2009 -2018. Sedangkan di Kecamatan Seririt dan Banjar cenderung menurun hal ini disebabkan fluktuasi harga yang tidak menentu, sehingga petani di dua Kecamatan tersebut banyak beralih ke tanaman pangan.

Teknologi budidaya anggur di Kecamatan Gerogak banyak menerapkan sistim para-para/pergola dan knifin, yang pengelolaannya sebagian secara terpadu dengan peternakan sapi, sehingga limbah sapinya dipergunakan untuk pemupukan tanaman anggur. Bartanam anggur sangatlah mudah dan menguntungkan Investasi modal besar hanya pada tahun pertama, selanjutnya tahun ke dua sudah mulai panen bisa dua kali setahun apabila dibandingkan dengan negara asal anggur subtropis yang hanya panen satu kali dalam setahun dengan syarat dipelihara dengan optimal. Di daerah sentra ini produksi per hektar bisa mencapai 30-40 ton per tahun. Keuntungan yang lain adalah apabila hendak menanam lagi tidak perlu membeli benih karena bisa diambilkan dari stek anggur hasil pangkasan produksi, bahkan bisa menjual bibit anggur kembali.

Cara budidaya anggur :

  1. Pemilihan lahan tanam.

    • Penyiapan lahan yang subur  dan mudah menyerap air, karena tanaman anggur tidak suka pada air tergenang yang dapat mengakibatkan lambat pertumbuhannya

    • Ketinggian tempat 2-300 m dpl, namun ada varietas-varietas tertentu bisa 300 sampai di bawah 900 m dpl akan tetapi produksi kurang optimal.

    • Jenis tanah adalah tanah lempung berpasir.

    • Tingkat keasaman tanah (Ph) adalah sekitar 6.5 hingga 7

  1. Pemilihan bahan Benih Tanaman Anggur , dengan memilih bibit yang memiliki kualitas unggul dengan ciri-ciri sebagai berikut:

    • Panjang stek yang digunakan tidak boleh lebih dari 25 hingga 30 cm dengan banyak ruas 2 hingga 3.

    • Batang yang distek harus berbentuk bulat dengan lingkar diameter minimal 1 cm (sebesar pensil) dan dari pohon anggur yang pernah berproduksi

    • Bagian kulit batang yang berwarna coklat dan bagian kulit batang berwarna hijau tidak terdapat bercak hitam sedikitpun dan memiliki kandungan air.

    • Biasanya, tanaman anggur yang ditanam dengan menggunakan stek akan terlihat lebih besar dan padat.

  1. Penyemaian Benih Anggur, dengan tahapan sbb:

    • Benih anggur yang distek kemudian disemaikan dengan menggunakan rak atau polybag dengan media pasir, selama 7 – 14 hari.

    • Setelah tumbuh dan berakar bibit dipindah ke media penyemaian seperti di dalam pot atau polybag yang sebelumnya telah diisi dengan media tanam seperti campuran tanah dengan pupuk kandang serta pasir dengan komposisi perbandingan sebesar 1:1:1

    • Untuk menjaga kelembaban dan mengurangi intensitas penyiraman, maka bibit semaian disungkup dengan naungan plastik

    • Apabila sudah memasuki dua bulan tunas-tunas baru akan muncul dan akarnya akan terlihat banyak.

Gambar Persemaian bibit anggur di KP Banjarsari Balitjestro Balitbangtan umur 2 Bln
  1. Mempersiapkan Media Tanam

    • Pembersihan lahan bebas dari tanaman pengganggu

    • Setelah bersih dibuat lubang tanam 60x60x60cm

    • Pengaturan pH tanah 6-7, dan jika pH tanah kurang dari 5, sebaiknya diberikan kapur dolomit untuk meningkatkan pHnya..

    • Diamkan tanah selama dua minggu agar tanah terkena sinar matahari serta terjadi perputaran oksigen yang berada di tanah tersebut.

    • Setelah dua minggu, bibit anggur yang telah tersedia ditanam pada lubang yang telah dipersiapkan sebelumnya dengan cara memberikan pupuk kompos, pasir dan tanah dengan perbandingan 2:1:1.

    • Atau menanamnya secara langsung didalam pot atau polybag pada ukuran besar.

  1. Waktu yang tepat menanam Benih Anggur

    • Untuk memberikan hasil yang maksimal, sebaiknya tanaman anggur ditanam di akhir musim hujan atau ketika memasuki musim kemarau. Benih anggur yang telah disiapkan dimasukkan pada lubang tanam dan kemudian tutup kembali lubang tersebut dengan ukuran sebatas pangkal batang tanaman anggur.
  1. Pemeliharaan Tanaman Anggur (penyiraman, penyiangan, pemupukan, pengendalian hama penyakit, pemangkasan dan penjarangan buah )

    • Penyiraman dilakukan minimal 1 minggu sekali dengan Leb atau dikocor seminggu 2x
    • Penyiangan dilakukan jika banyak gulma/tanaman yang mengganggu

    • Pemupukan, pupuk kandang diberikan pada awal tanam 1 blak (20 kg) pertanaman, diberikan pupuk sebanyak 15 grm urea dan 15 gram NPK lengkap dengan interval 3 bulan sekali.

    • Pemangkasan dilakukan berdasarkan dua prinsip utama yaitu yang pertama untuk membentuk dan yang ke dua pruning dikerjakan dengan memotong tanaman anggur agar pohonnya mengikuti jalur yang sudah direncanakan. Dengan memotong beberapa sisi tanaman dan cuma tersisa sebagian mata tunas dibagian cabang tersier. Biasanya, cabang sekunder pohon anggur yang ditanam dengan system trelis bakal mengikuti jalur kawat yang telah dibentangkan.

    • Sesudah semua cabang tersier yang ada dibagian atas telah dipangkas, kemudian potong cabang tersier yang terdapat persis di cabang sekundernya. Kemudian, buang juga cabang air yang umumnya tumbuh dengan cara acak dari cabang sekunder dan batang primer. Pekerjaan pemangkasan sudah usai jika ukuran cabang tersier telah jadi lebih pendek serta semuanya cabang air sudah dibuang. 

    • Penjarangan buah dilakukan agar buah tidak terlalu banyak. Buah yang terlalu banyak menyebabkan kompetisi untuk mendapatkan nutrisi semakin besar sehingga buah yang didapatkan berukuran kecil. Selain itu buah yang terlalu rapat menyebabkan gesekan antar buah semakin tinggi, sehingga menghasilkan buah yang jelek dan pecah. (Budiyati E dan Apriyanti Leni. H, 2015), Penjarangan buah dilakukan setelah buah sebesar biji kedelai, dengan cara dipetik. Penjarangan buah tahap pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 21 hari setelah tanaman mengeluarkan tunas dan kuncup. Penjaragan buah yang kedua dilakukan dua minggu setelah penjarangan pertama. Tujuannya adalah untuk membuang buah yang cacat atau terkena penyakit agar tidak menular ke buah yang lain

Proses Penjarangan Buah
  1. Proses Pemanenan Anggur dilakukan pada :

    • Saat buah dalam satu ranting masak secara merata, warna seragam

    • Buah tidak sulit untuk lepas dari rantingnya

    • Tekstur buah sudah tidak terlalu keras, sehingga sudah menjadi kenyal dan mudah untuk dihancurkan atau lunak

    • Anggur yang sudah masak dipetik ketika masih pagi dan hindari tumpukan buah anggur dalam satu tempat karena dapat menghancurkan buah itu sendiri.

    • Gunakan gunting pangkas agar proses pemanenannya tidak terlalu rumit.

Gambar panen anggur Varietas Kediri Kuning (Belgie) dan Varietas Bali

Foto . Pak Wibowo staf Teknis Produksi Anggur dengan usaha pertanian terpadu dengan ternak di Kecamatan Gerogak

Gambar. Anggur Kediri Kuning (Belgie) produksi mencapai 30-40 ton Perhektar per tahun di Kecamatan Gerogak

Gambar. Varietas Unggul yang mempunyai prospek untuk dikembangkan

Gambar. Pertanaman anggur di PT. Hatten Wine saat ini sudah menggunakan mesin untuk pemeliharaannya (penyiangan dan pemangkasan)

Agenda
No event found!