Geliat Limau Manis Kuok di Kampar

Peneliti Balitjestro, Ir. Sutopo, M.Si menjadi narasumber pelatihan budidaya jeruk untuk mendukung program pengembangan jeruk di Kampar
Peneliti Balitjestro, Ir. Sutopo, M.Si menjadi narasumber pelatihan budidaya jeruk untuk mendukung program pengembangan jeruk di Kampar

Limau manis Kuok adalah sebuah nama yang disematkan oleh masyarakat terhadap jeruk (limau) yang dikembangkan di Kab. Kampar, Riau. Secara taksonomi penyebutan nama limau “manis” kurang tepat karena spesies yang sebenarnya adalah Citrus nobilis yang disepakati sebagai jeruk Siam, bukan Citrus sinensis atau jeruk manis (sweet orange) pada umumnya. Nama manis disematkan karena buahnya memiliki rasa yang manis meskipun warna kulitnya masih hijau. Selanjutnya nama “kuok” diambil dari nama sebuah daerah sentra produksinya di Kabupaten Kampar.

Pada tahun 1970-an, jeruk ini pernah mengangkat Kabupaten Kampar sebagai salah satu daerah sentra produksi jeruk  ditingkat nasional. Kesohoran jeruk Kuok menembus hingga luar propinsi, bahkan banyak petani dari Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Barat, Lampung dan Sumatera Selatan mendatangi Kuok untuk membeli benihnya. Masa kejayaan limau manis Kuok mulai memudar sekitar tahun 1980-an ketika tanaman diduga diserang oleh penyakit Huanglongbing atau CVPD dan busuk akar.

Saat ini Pemerintah Kabupaten  Kampar bertekat mengembalikan kejayaannya.  Dalam penyediaan benih jeruk bermutu, pemerintah telah membangun Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) sebagai sumber mata tempel untuk menghasilkan benih bebas penyakit dan melakukan pembinaan kepada penangkar benih. Sebagai wujud dari keseriusan pemeritah, pada tahun 2015 di Kab. kampar dilakukan pengembangan jeruk dari dana APBN (200 ha) dan dana dekon (15 ha.).

Untuk mensukseskan pengembangan jeruk, di Kab. Kampar, pada akhir Desember 2015 dilakukan Pelatihan dan Penyusunan SOP Budidaya Jeruk yang diikuti oleh petugas dari dinas pertanian dan kelompok tani pengembang jeruk. Pada acara ini didatangkan nara sumber Ir. Sutopo, MSi dari Balai Penelitian tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BALITJESTRO). Dalam kegiatan ini didiskusikan tentang bagaimana cara bertanam jeruk yang baik dan benar, serta bagaimana Standar Operasional Prosedurnya di masing-masing spesifik lokasi agar buah jeruk yang dihasilkan memiliki daya saing yang baik dan lestrai. Selain kegiatan kelas, juga dilakukan kunjungan ke kebun sentra produksi jeruk di Kuok untuk melihat praktek pemeliharaan kebun yang diterapkan oleh petani.  (Sumber: Sutopo)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event