Gejala Serangan Thrips dan Pengendaliannya pada Jeruk

Gejala

Thrips menyerang bagian tangkai dan daun muda mengakibatkan helai daun menebal, kedua sisi daun agak menggulung ke atas dan pertumbuhannya tidak normal.  Serangan pada buah terjadi mulai pada fase bunga dan ketika buah masih sangat muda, dengan meninggalkan bekas luka berwarna coklat keabu-abuan yang disertai garis nekrotis di sekeliling luka, tampak di permukaan kulit buah di sekeliling tangkai atau melingkar pada sekeliling kulit buah.  Kerusakan serangan hama ini dapat menurunkan kualitas sebesar 30-60%.

[cml_media_alt id='1448']Serangan thrips pada bunga dan buah jeruk[/cml_media_alt]
Serangan thrips pada bunga dan buah jeruk
Bioekologi

Thrips betina mampu bertelur 200-250 butir pada kondisi yang menguntungkan.  Telur berukuran sangat kecil, biasanya diletakkan pada jaringan daun muda, tangkai kuncup dan buah.  Telur yang menetas menjadi nimfa thrips instar pertama berbentuk seperti kumparan, berwarna putih jernih dan mempunyai 2 mata yang sangat jelas berwarna merah, aktif bergerak memakan jaringan tanaman.  Seiring dengan stadium perkembangannya warnanya berubah menjadi kuning kehijauan dengan ukuran 0,4 mm, kemudian berganti kulit menjadi instar kedua.  Pada stadium ini thrips aktif bergerak mencari tempat yang terlindung, biasanya dekat urat daun atau pada lekukan-lekukan di permukaan bawah daun.

Thrips instar kedua berwarna lebih kuning, panjang 0,9 mm dan aktivitas makannya meningkat.  Pada akhir instar ini, thrips biasanya mencari tempat di tanah atau timbunan jerami di bawah kanopi tanaman.  Pada stadium prepupa maupun pupa, ukuran thrips relatif lebih pendek dan mulai muncul 2 pasang sayap dan antena, warna masih tetap kuning atau kehijauan, aktivitas makan berangsur berhenti.  Setelah dewasa, sayap tumbuh lebih panjang sehingga melebihi panjang perutnya.  Ukuran thrips betina berkisar 0,7-0,9 mm, thrips jantan lebih pendek. Dalam 1 tahun terdapat 8-12 generasi.  Pada musim kemarau, perkembangan telur sampai dewasa berlangsung 13-15 hari dan lama hidup thrips dewasa berkisar 15-20 hari.  Thrips berkembang sangat cepat bila suhu di sekitar tanaman meningkat.

Fase kritis tanaman dan saat pemantauan populasi adalah pada saat tanaman berbunga sampai berbuah hingga buah berumur 2-3 bulan.  Pada saat tanaman bertunas, pemantauan juga dilakukan pada daun muda dan tangkai daun.  Bila suhu di sekitar pertanaman meningkat, maka perkembangan populasi thrips semakin meningkat.

Pengendalian

Menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidak terlalu rapat sehingga sinar matahari bisa menerobos sampai ke bagian dalam tajuk.  Hindari penggunaan mulsa jerami yang dapat digunakan untuk tempat bertelur.  Pengendalian terhadap hama ini pada saat tanaman sedang bertunas, berbunga dan pembentukan buah pada musim kemarau cukup efektif mengendalikan populasi thrips.  Secara kimia thrips dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif Alfametrin/Alfasipermetrin.

 

Oleh: Otto Endarto, Susi Wuryantini dan Yunimar
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Related Post

Tinggalkan Balasan