Gejala dan Pengendalian Penyakit Puru Berkayu

[cml_media_alt id='1352']Gejala Woody gall pada sambungan dengan batang-bawah RL[/cml_media_alt]Patogen : Virus Vein Enation Jeruk (Citrus Vein Enation Virus = CVEV)

Gejala

Penyakit puru berkayu mempunyai dua gejala sesuai dengan namanya yaitu Vein enation biasanya ditemukan pada jeruk nipis atau Sour orange. Gejala kedua Woody gall terutama terjadi pada batang-bawang Rough lemon. Pada tanaman jeruk nipis, infeksi CVEV menyebabkan munculnya tonjolan atau puru kecil (enation) yang tersebar tidak teratur pada tulang daun di permukaan bawah daun. Gejala ini berukuran kecil, mulai tampak pada daun-daun muda pada 2-3 bulan sejak penularan. Gejala tersebut semakin jelas bila daun menjadi tua. Pada tanaman terinfeksi, gejala tonjolan-tonjolan ini biasanya terjadi pada sebagian atau seluruh daun.

Woody gall adalah gejala puru-puru atau tonjolan-tonjolan di bagian batang dan akar. Awal terbentuknya kadang-kadang pada duri, apabila membesar hampir melingkari batang tanaman terjadi sekitar 6 bulan atau lebih sejak tertular. Mula-mula tonjolan berukuran kecil berwarna hijau pucat kemudian berkembang melebar dan membesar tak beraturan.

Di pembibitan, Woody gall cukup membahayakan apabila batang-bawah terinfeksi sebelum penyambungan. Biasanya kerusakan mekanis yang disebabkan penyambungan, jaringan pembentuk puru akan berkembang pada bidang pertautan sehingga menghambat pertumbuhan batang-atas.

[cml_media_alt id='1353']Gejala penyakit puru berkayu pada jeruk[/cml_media_alt]Bioekologi

Penyakit ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sulawesi Selatan. Virus dapat menular dengan perantaraan kutu daun T. Citricidus, Aphid gosypii dan Myzus persicae atau melalui kegiatan perbanyakan. Pembentukan bintil pada tanaman sakit disebabkan karena jaringan xylem membesar secara luar biasa, akibat rangsangan luka baik mekanis atau proses tumbuh tanaman. Rough lemon, Sour orange, Mexican lime, jeruk manis dan jeruk masam rentan terhadap penyakit ini. Gejala Woody gall baru terlihat biasanya setelah tanaman berumur 10 tahun sehingga ada resiko bahwa patogen sudah menyebar sampai ke mata-tempel.

Pengendalian

Penyakit ini termasuk sulit disembuhkan.  Pencegahan merupakan langkah paling aman yaitu dengan menggunakan mata-tempel atau bibit bebas penyakit serta pengendalian vektor seperti pada kutu daun. Indeksing tanaman pada BF (Blok Fondasi) untuk menguji puru berkayu ini biasanya menggunakan uji dengan tanaman indikator. Tanaman indikator yang direkomendasikan adalah jeruk nipis.

 

Oleh: Mutia Erti Dwiastuti dan Anang Triwiratno
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Tinggalkan Balasan