FGD untuk Mengatasi Permasalahan Jeruk di Konawe Selatan

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) melalui balai yang terkait yaitu Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) melakukan kegiatan Focus Group Discusson (FGD) penerapan teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) berbasis lahan kering di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Kamis 27 Juli 2017.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan usahatani jeruk, yang diakui menjanjikan secara ekonomi namun belum didukung oleh pengelolaan kebun yang baik, sehingga produksi belum optimal, bahkan cenderung menurun

Kegiatan tersebut berkoordinasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra bersama  dinas terkait, petugas dan petani berdiskusi merencanakan kegiatan konkrit untuk mengatasi permasalahan tersebut diatas.

FGD dilaksanakan dalam rangka kegiatan Pendampingan Penerapan Teknologi Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) di Lahan Kering Konawe Selatan. Kegiatan FGD dilaksanakan di desa Aunupe, kecamatan Wolasi kabupaten Konawe Selatan.

Acara tersebut dihadiri oleh para stake holder dan pengguna teknologi yang terdiri dari Dinas Perkebunan dan Hortikultura provinsi Sulawesi Utara, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Hortikultura kabupaten Konawe Selatan, Camat Wolasi, para penyuluh dari wilayah Konawe Selatan, Kepala Desa Aunupe dan petani setempat serta perwakilan petani dari kecamatan lain yang menjadi sentra tanaman jeruk. (Susi W, dkk)