Evaluasi Stabilitas Enzim PAL Pada Tiga Kondisi Lingkungan Yang Berbeda

(Evaluation of PAL Enzyme Stability on Three Different Environments)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk Tropika Indonesia, Batu, 28-29 Juli 2005, hal. 152-161

Nirmala Friyanti Devy1, Chaireni Martasari1, dan Karsinah2
1Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika
2Balai Penelitian Tanaman Buah Solok

 

Abstrak
Lingkungan serta umur sangat mempengaruhi proses fisiologis pada suatu tanaman, salah satunya adalah aktivitas enzim PAL (phenil alanin amonialiase). Menurut Salisbury dan Ross (1992), enzim PAL merupakan katalisator dalam reaksi konversi phenilalanin menjadi asam sinamik, dengan proses deaminasi pada siklus asam sikimik. Siklus ini sangat penting pada tanaman karena produk akhirnya akan dirubah menjadi protein, phytoaleksin, kaumarin, lignin, dan berbagai flavonoid seperti anthosianin. Untuk melihat sampai sejauh mana lingkungan mempengaruhi stabilitas enzim tersebut, maka penelitian ‘Evaluasi stabilitas enzim PAL pada tiga kondisi lingkungan yang berbeda’ ini dilakukan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Desember 2004 di Lolitjeruk Tlekung dan Balitbu Solok, Sumbar. Tanaman yang digunakan adalah hasil sambungan antara batang bawah JC dengan tanaman hasil perkawinan si1ang antara 2 (dua) kultivar Siam (Siam Pekanbaru/SP, Siam Madu/SM,) dan 3 (tiga) kultivar Keprok (K. Dancy/KD, KCK, dan K.51) serta 2 (dua) kultivar Pamelo (Pasaman/BP dan King/PK). Tanaman sampel diperlakukan pada 3 kondisi lingkungan, yaitu normal (kontrol), kekeringan dan genangan yang masing-masing dilakukan selama 1 minggu. Untuk mengukur aktivitas enzim PAL, ekstrak didapat dad 1 g daun yang digerus dalam 10 ml buffer Borat. Aktivitas enzim PAL yang berasal dari supernatant diukur dengan menggunakan alat spektrofotometer dengan panjang gelombang A= 290 nrn. Dari penelitian ini secara umum dihasilkan bahwa rata-rata nilai enzim PAL pada setiap individu yang dicobakan adalah berbeda. Perlakuan kering maupun genangan pada tanaman juga memberikan efek yang berbeda pada setiap sampel/asesi maupun jenisnya. Pada jenis BP, SM, SP/KCK, dan SP/PK secara umum perlakuan kering maupun genangan mendorong terjadinya peningkatan aktivitas enzim PAL dibandingkan kontrol, dimana kenaikan aktivitas tersebut berkisar antara 1-37% dan 2-62% pada masing-masing perlakuan pengeringan dan penggenangan. Sedangkanjenis lainnya (PK, SP/K51, KD/SP, dan BP/SP) hanya perlakuan kering yang dapat meningkatkan (2-21 %) ni1ai terse but, sedangkan perlakuan genangan cenderung menurunkan (3-53%) aktivitasnya. Jika dilihat secara keseluruhan, maka perlakuan pengeringan selama 1 minggu meningkatkan (13.6%) aktivitas enzim PAL, sedangkan perlakuan genangan cenderung menurunkannya (3.8%) dibandingkan dengan kontrol.
Kata kunci: Jeruk (Citrus sp.), enzim PAL (phenil alanin amonialiase), kekeringan, genangan, spektrofotometer.

Abstract
The environment and age would be influence on plant physiological processes, such as PAL (phenil alanin amonialiase) enzyme activity. According to Salisbury and Ross (1992), PAL enzyme is a catalyst on conversion of phenylalanine to cinnamic acid by shikimic acid pathway. This pathway is very important because phenolics as its product would be converted into several derivates besides protein, like phytoalexins, caumarins, lignin and various flavonoids such as the anthocyanins. The study of PAL enzyme stability on three different environments was done on January – December 2004 at Cistrophres Tlekung and Balitbu Solok. Used plants were hybrid of 2 Siam (Siam Pekanbaru/SP, Siam Madu/SM,) crossed into 3 mandarins (K. Dancy/KD, KCK, and K.51) and 2 cultivars of Pamelo (Pasaman/BP and King/PK) that grafted on JC rootstock. Those plants were grown on 3 different environments, i.e. normal/optima (control), one-week of drought and under waterlogged conditions. Activity of PAL enzyme was done by measuring spectrophotometric (A= 290 nm) of extract sample supernatant. From this study, generally it conld be concluded that the average value of enzyme PAL activity and effect raised from unfavorable environment on individual plant was different. The BP, SM, SP/KCK, and SP/PK plants both on drought and waterlogged conditions had higher number of enzyme activity (1-37% and 2-62%, respectively) than control treatment. On the other hand, on drought condition, PK, SP IK51, KD/SP, and BP ISP plants induced higher enzyme activity 2-21 % but decreased 3-53% this activity on waterlogged one. Overall, one-week drought condition treatment would induce average of PAL enzyme activity up to l3.6% and waterlogged one decrease it up to 3.8% than control.
Keywords : Citrus (Citrus sp.), PAL (phenil alanin amonialiase) enzyme, drought, waterlogged, spectrophotometer.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event