Evaluasi Penerapan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS) Pada Daerah Endemis CVPD

(Evaluation on Integrated Management for Healthy Citrus Orchard (IMHCO) at CVPD Endemic Area)

Prosiding Seminar Nasional Jeruk Tropika Indonesia, Batu, 28-29 Juli 2005, hal. 277-295

Otto Endarto, Arry Supriyanto, Susi Wuryantini, dan Anang Triwiratno
Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika

Abstrak
Penyakit CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) merupakan penyakit penting yang sangat merugikan dalam budidaya tanaman jeruk. Program rehabilitasi sudah dilaksanakan namun penyakit ini masih menginfeksi ulang karena sumber-sumber penyakit masih terdapat di daerah sentra. Strategi pengendalian hama dan penyakit di kebun jeruk telah diformulasikan dalam Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS). Penelitian ini bertujuan untuk menguji teknologi PTKJS di daerah endemis CVPD. Penelitian dilakukan di kebun petani di Desa Ngendut Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo mulai bulan Januari – Desember 2002. Perlakuan yang diuji yaitu (A) Kebun jeruk diperlakukan dengan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat yang meliputi Bibit bebas gejala CVPD, pengendalian serangga vektor, sanitasi kebun, pemeliharaan optimal dan penerapan teknologi yang terkoordinasi, (B) Kebun jeruk asal bibit bebas penyakit CVPD tanpa dikawal Pengelolaan kebun jeruk sehat dan (C) Kebun jeruk asal bibit asalan tanpa dikawal Pengelolaan kebun jeruk sehat. Hasil penelitian adalah penerapan PTKJS dapat menurunkan populasi hama dan menekan laju perkembangan penyakit CVPD dan penyakit-penyakit lain dibandingkan teknologi yang dilakukan oleh petani. Populasi hama D. citri pada tanaman belum berproduksi (umur ± 1,5 tahun) di akhir pengamatan adalah 1.3 ekor per cluster pada PTKJS, 2.6 ekor per cluster pada tanaman dari bibit bebas dengan teknologi petani dan 16.6 ekor per cluster pada tanaman dari bibit asalan yang dikelola dengan teknologi petani. Demikian juga pada tanaman yang sudah berproduksi (umur ± 4 tahun), populasi D. citri per clusternya berturut-turut 1.5, 8.4 dan 13.4 ekor per cluster pada perlakuan PTKJS, tanaman dari bibit sehat tanpa teknologi petani dan bibit asalan dengan teknologi petani. Laju perkembangan penyakit CVPD tidak dapat ditekan sampai 0%, namun dengan PTKJS peningkatan perkembangannya hanya mencapai 4% dibandingkan dengan bibit bebas dengan teknologi petani 7.1 % dan bibit asalan teknologi petani yang mencapai 24.9%. PTKJS efektif untuk menurunkan serangan D. citri dan menghambat laju perkembangan penyakit CVPD dan penyakit lainnya.
Kata kunci : Evaluasi, pengelolaan kebun, PTKJS, non PTKS, CVPD.

Abstract
Greening disease (Citrus Vein Phloem Degeneration/CVPD) is the most important disease on citrus orchard because of their potency to severe damage. Orchard rehabilitation program has been developed, but the pathogen is still available on citrus orchard. Pest and disease management has been formulated based on Integrated Management for Healthy Citrus Orchard (IMHCO). The objective of the research was to assess IMHCO on a CVPD endemic area. Research has been conducted in farmer fields located in Ngendut, Balong, Ponorogo from January to December 2002. Treatments tested were: A) IMHCO consisty of disease free planting materials, vector control, sanitation, optimal maintenance, and consolidated implementation; B) Citrus orchards originated from disease free planting materials but without integrated management for healthly citrus orchards (farmer technology), and C) Citrus orchards originated from farmer’s planting materials without farmers technology. The application of IMHCO decrease the D. citri population, CVPD development rate and other diseases, more than farmers technology. D. citri population observed based on methods tested observation on young plant (± 1.5 years) and fond 1.3 D. citri per cluster, 2.6 d. per cluster and 16.6 D. citri per cluster from IMHCO technology, healthy seedling with farmer technology and originated farmer seedling with farmer technology respectively. On this side, observation on production plant (± 4 years) we observed 1.5 D. citri per cluster, 8.4 D. citri per cluster and 13.4 D. citri per cluster from each treatment. Rate of CVPD disease can’t be totally pressed by all technology. The CVPD development rate on the IMHCO was only 4%, compared to that on treatment Band C, which were 7.1 and 24.9% respectively.
Keywords : Evaluation, orchards management, IMHCO, non IMHCO, CVPD.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event