UPBS (Source Seed Production Unit)

Sejak tahun 2005, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, telah menempatkan kegiatan Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) sebagai kegiatan unggulan dalam membantu ketersediaan benih tingkat nasional. Seiring dengan program pemerintah dalam revitalisasi sektor perbenihan, ketersediaan benih unggul bermutu akan sangat mendukung dalam program tersebut. Benih unggul bermutu adalah benih yang bebas dari patogen sistemik.
Proyeksi kebutuhan benih jeruk hingga tahun 2020 berdasarkan program dari direktorat teknis adalah sekitar 12 juta benih untuk beberapa varietas jeruk komersial (Supriyanto et al., 2007; Sugiyatno, 2009). Kebutuhan benih tersebut perlu didukung oleh ketersediaan benih induk yang mencukupi.

Untuk itu Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) Balitjestro, menempatkan komoditas jeruk sebagai fokus utama dalam produksi benih induk bermutu sebagai bagian utama dalam mendukung berjalannya pengembangan agribisnis jeruk di Indonesia yang berkelanjutan.

Selain itu, komoditas apel, anggur, lengkeng, dan stroberi sebagai komoditas buah subtropika yang regulasi perbenihannya belum sebaik jeruk, masih perlu didukung ketersediaan benih induknya untuk mempercepat perkembangannya di masyarakat.