Ekspose Pekan Daerah Petani Nelayan se-Kabupaten Tuban

[cml_media_alt id='2389']Jeruk Tuban (6)[/cml_media_alt]
Bupati Tuban, H. Fathul Huda meninjau stand Balitjestro dan berbincang mengenai pengembangan jeruk bersama Kepala Balitjestro (Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, MP) dan Kasie Yantek dan Jaslit (Dr. Ir. Harwanto, MSi)
Ekspose Pekan Daerah Petani-Nelayan se-Kabupaten Tuban diselenggarakan di desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban dari tanggal 4-5 Agustus 2015. Dihadiri oleh peserta utama 2.000 Petani–Nelayan, peserta pendamping 160 orang dan peserta peninjau 40 orang. Peserta ekspose sebanyak 60 stand yang terdiri dari UPTB Kecamatan se kabupaten Tuban, STTP Malang, Balitkabi, Balitjestro, Loka Sapi Potong, BPTP Jatim dan perusahaan swasta penyedia saprodi pertanian. Hampir 50% stand diisi oleh perusahaan swasta ini.

Tujuan diselenggarakannya ekspose ini adalah memberi motivasi dan dorongan kepada petani-nelayan di kabupaten Tuban supaya meningkatkan usaha taninya serta mengakses jaringan pasar dan bermitra dengan pengusaha di bidang pertanian.

Acara dibuka oleh Bupati Tuban, H. Fathul Huda. Sebelum membuka acara secara resmi, bupati menyempatkan untuk mengunjungi stand pameran. Kunjungan diprioritaskan untuk stand Balitbangtan lingkup Jatim dan STTP, serta UPTB Kecamatan. Saat melakukan kunjungan ke stand Balitjestro, bupati mengomentari tentang ukuran buah jeruk di desa Mulyorejo, kecamatan Singgahan yang relatif kecil dan harga yang terlalu murah.

Kepala Balitjestro (Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, MP) dan Kasie Yantek dan Jaslit (Dr. Ir. Harwanto, MSi) menyampaikan bahwa diakui kendala saat ini yang dialami petani desa Mulyorejo, Kecamatan Singgahan adalah kualitas buah jeruk yang relatif kecil, hal ini disebabkan karena petani tidak melakukan penjarangan buah. Kondisi ini perlu dimaklumi mengingat beberapa petani, baru merasakan panen jeruknya sehingga mereka merasa “sayang” untuk mengurangi/menjarangkan buah di pohon.

Demikian halnya dengan harga yang relatif murah (Rp.5.000,-/kg) karena ada juga beberapa petani yang baru pertama merasakan “nikmatnya” panen jeruk sehingga dengan harga yang murahpun mereka masih merasa untung, bahkan ada beberapa petani yang “mengijonkan” tanaman jeruknya dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dijual kiloan.

Tim Balitjestro telah memberikan asistensi kepada petani perlunya melakukan penjarangan buah agar meningkatkan kualitas dan harga jual buah jeruk. Petani di desa Mulyorejo berjanji untuk melakukan penjarangan buah pada periode panen mendatang dan tidak akan melakukan lagi penjualan sistim “ijon” yang dirasakan sangat merugikan petani. Bupati Tuban memberikan apresiasi kepada Balitjestro berkaitan dengan pengembangan jeruk di Tuban, Bupati akan menugaskan SKPD Dinas Pertanian, BBPKP dan Bapeda untuk bekerjasama dengan Balitjestro dalam rangka mengawal pengembangan jeruk di kabupaten Tuban. Bupati Tuban juga menginginkan Balitjestro menanam jeruk keprok Tejakula/Madura di pendopo kabupaten Tuban.

Dalam pameran ini, stand Balitjestro menampilkan succes story pengembangan kawasan jeruk di kabupaten Tuban, perbenihan jeruk dan koleksi plasma nutfah jeruk. Balitjestro sengaja menonjolkan pengembangan jeruk di kabupaten Tuban mengingat bahwa keberhasilan jeruk di Tuban telah dirintis cukup lama yaitu sejak tahun 2009, kerjasama antara Balitjestro, Direktorat PLA dan Diperta kabupaten Tuban sehingga keberhasilan ini perlu disampaikan ke masyarakat karena sebagian tidak tahu bahwa di kabupaten Tuban sekarang ada sentra pengembangan jeruk baru yang ditargetkan mencapai luasan 885 ha.

Respon pengunjung luar biasa, ini terbukti bahwa display benih jeruk varietas keprok Madura, keprok Tejakula dan siam Pontianak (varietas yang sesuai dengan agroklimat di kabupaten Tuban) berjumlah 300 tanaman ludes terjual dalam waktu 1 hari, serta 5 buah tabulampot berumur 5 tahun sebelum pembukaan sudah dipesan oleh salah satu Dinas teknis di kabupaten Tuban. Selain itu, respon pengunjung juga cukup baik dengan banyaknya pengunjung yang bertanya dan berdiskusi tentang pengembangan jeruk di Tuban, mulai dari penyediaan benihnya, cara budidayanya sampai pemasarannya. Sebagai bukti bahwa stand Balitjestro direspon cukup baik oleh pengunjung adalah terpilihnya stand Balitjestro sebagai stand terbaik ke 2 setelah BPP Montong Tuban.

Dalam Pekan Daerah Nelayan-Petani se-Kabupaten Tuban ini juga dilakukan Temu Wicara antara petani dengan nara sumber dengan tema Pembentukan dan Penguatan Kelembagaan Kelompok Tani. Nara sumber berasal dari Balitkabi, Balitjestro, Lolitsapo, STTP Malang, Dinas Teknis Kabupaten, Bapeda dan Perbankan. Nara sumber dari Balitjestro adalah kepala balai dan kasie Yantek/Jaslit, Kepala Balai menyampaikan tentang success story pengembangan kawasan jeruk di kabupaten Tuban, kendala dan permasalahan sampai saat ini. Kepala Balitjestro menekankan pentingnya penguatan kelompok tani untuk menjaga stabilitas harga agar tidak dipermainkan pedagang dan untuk menjaga eksistensi jeruk di kabupaten Tuban.

Berita dan Foto: Agus Sugiyatno / Setiono

 

Related Post

Tinggalkan Balasan