Efektivitas Insektisida Tiametoksam 25% dan Teknik Aplikasinya untuk Pengendalian Kutu Loncat Jeruk (Diaphorina citri Kuw.)

(Effectiveness of Insecticide Tiametoksam 25% and the Application Technique to Control Citrus Psyllid (Diaphorina citri Kuw.))

Prosiding Seminar Nasional Jeruk 2007, Yogyakarta, 13 – 14 Juni 2007, hal. 247-261

Anang Triwiratno dan Susi Wuryantini
Balai Penelitian Tanaman Jeruk Dan Buah Subtropika

Abstrak
Penyakit utama jeruk di Indonesia adalah CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) yang ditularkan oleh serangga vektor kutu loncat jeruk (Diaphoprina citri Kuw.). Pengendalian vektor CVPD kutu loncat jeruk sebagai salah satu komponen utama untuk mengendalikan CVPD. Penelitian dilaksanakan pada jeruk siam di Ponorogo Jawa Timur mulai bulan Juni sampai Agustus 2003 dengan tujuan mengetahui dosis dan teknik aplikasi Insektisida Tiametoksam 25% yang efektif dan ekonomis. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan 3 kali ulangan, unit percobaan masing-masing terdiri dari 2 pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu hari setelah perlakuan dengan teknik penyiraman pada dosis 5 g/l volume 500 ml/pohon menghasilkan nilai proteksi paling tinggi di antara perlakuan yaitu sebesar 37,77, lebih baik dari perlakuan pembanding Imidakloprid 200 g/l dosis formulasi tanpa pengenceran dengan teknik dikuas (32,18%). Satu minggu setelah aplikasi teknik penyiraman nilai proteksinya meningkat berkisar antara 54,10-55,95%. Berdasarkan bahan pembawanya adalah air maka teknik aplikasi yang paling efektif adalah dengan disiramkan di sekitar tanaman sehingga dapat diserap dengan cepat oleh akar. Dua minggu setelah aplikasi teknik dosis 5 dan 10 g/l yang disiramkan 500 dan 1000 ml/pohon menghasilkan nilai proteksi yang tinggi yaitu 77,01% – 100%, dan dapat dipakai sebagai dosis anjuran. Sifat imago yang cepat bergerak memerlukan dua kali aplikasi untuk mendapatkan nilai proteksi di atas 50%, dibanding pada nimfa yang cukup 1 kali aplikasi untuk mendapat nilai proteksi yang sama. Aplikasi Tiametoksam 25% menujukkan hasil yang protektif terhadap kutu daun (Aphis sp.) dan aman bagi musuh alami parasitoid Tamaraxia radiata, predator Coccinellidae sp. dan entomopatogen Hirsutella sp.
Kata kunci : Jeruk Siam, Tiametoksam, Diaphorina citri Kuw., efektivitas.

Abstract
Major disease of citrus in Indonesia is CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) which brought by insect vector of citrus psyllid (Diaphoprina citri Kuw.). Control of CVPD vector D. citri Kuw. is the component to control CVPD. The research was conducted in Ponorogo East Java since June until August 2003 with a purpose to know application technique and dose of insecticide Tiametoksam 25% which is economical and effective. Experiment used a Randomized Completely Block Design (RCBD) by 11 treatment and 3 replicates. Each unit consists of 2 trees. Results of the research indicate that one day after treatment with sprinkler technique at dose 5 g/volume 500 ml/tree yield gave the highest value of protection among treatment that equal to 37.77, and better than control treatment of Imidakloprid 200 g/formulation without dilution with smearing technique (32.18%). One week after the technique application the protectiveness ranged from 54.10 until 55.95%. Based on to the carrier materials is water hence most effective application technique is watered around crop so that it can be absorbed promptly by root. Two week after sprinkler technique application of dose 5 and 10 g/l with volume of 500 and 1000 ml/tree yield the highest value of protective of 77.01% until 100%, and can be used as recommendation dose. Nature of imago which move quickly needed twice application to get value of protective above 50%, compared to nymph 1 application times; to get protective value of the same. Application of Tiametoksam 25% resulted protectiveness to Aphids and natural enemy of Tamaraxia radiata parasitoid, Coccinellidae sp. predator and Hirsutella sp. entomopatogen.
Keywords : Citrus Siam variety, Tiametoksam, Diaphorina citri Kuw., effectiveness.

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event