Eduwisata petani jeruk Sitara binaan Balitjestro

Pada saat ini luas lahan pertanian semakin menyempit sebagai akibat dari alih fungsi lahan,  terutama di pulau Jawa. Di sisi lain meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan kebutuhan pangan semakin meningkat. Oleh karena itu perlu adanya inovasi dalam budidaya tanaman sebagai jawaban dari permasalahan tersebut.

Inovasi teknologi yang sedang diteliti Balitjestro adalah Sistem Tanam Rapat (Sitara) dengan penanggungjawab kegiatan Ir. Sutopo, Msi. Prinsip dasar dari sistem ini adalah penambahan populasi tanaman jeruk dalam per satuan luasan.  Ada beberapa sistem yang sampai sekarang masih diteliti di lokasi sentra jeruk.

Para petani Banyuwangi yang lahannya digunakan untuk penelitian diundang oleh Balitjestro untuk studi banding dan pelatihan. Acara ini dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, 27-28 Februari 2019. Materi pelatihan yang disampaikan adalah teknologi rejuvenasi akar, top working dan perbenihan jeruk.

Pemberi materi pelatihan adalah Ir Sutopo, MSi, Hadi M Yusuf dan Agus Suryadirawanto. Sebagai pendamping kegiatan adalah Buyung Al Fanshuri, Titistyas Gusti Aji, Lily Mufidah dan Lizia Zamzami. Sedangkan study banding dilakukan ke petani jeruk keprok yang menanam dengan populasi tinggi persatuan luasan di desa Punten. Kegiatan ditutup dengan wisata petik apel di agrowisata milik petani kota Batu.

Antusiasme petani peserta pelatihan sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka melakukan praktikum dan keseluruhan kegiatan dengan serius tapi santai. Dengan kegiatan ini, wawasan petani menjadi lebih luas dan mendalam dalam hal materi yang disampaikan tim Balitjestro. (fanshuri)

Agenda

no event