Eddy Rumpoko: Smart City Berbasis Pertanian

DSC_6770

Konsep Smart City untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas mungkin sudah biasa kita dengar. Namun kali ini, Walikota Kota Wisata Batu, Eddy Rumpoko, punya konsep lain, smart city yang dia akan wujudkan adalah kota yang mampu memberikan akses atau kemudahan bagi perdagangan produk pertanian. Konsep ini pastinya akan berujung kepada kesejahteraan petani.

Jiwa keberpihakannya kepada petani ini memang sudah diakui oleh masyarakatnya. Lihat saja Kantor Walikotanya, dia beri julukan ‘Among Tani’. Dari sebutan ini saja terlihat bahwa dia sangat memberikan kesempatan buat seluruh petani Kota Batu. “Petani tidak perlu takut masuk kantor walikota, silakan datang dan gunakanlah untuk kepentingan petani” katanya disambut meriah tepuk tangan perserta BITE 2016 ketika acara pembukaan.

Dia juga menjelaskan, Kantor itu berdiri di lahan seluas 4 hektar. Kantor ini juga bisa digunakan oleh Balijestro untuk menggelar even-even besar. “kami akan sangat mendukung kalau kantor kami bisa dipakai hingga ke event tingkat internasional. Bahkan saya berharap Balijestro bisa menanam 1.000 pohon jeruk di sana”.

Eddy Rumpoko yang dikenal dekat dengan petani itu sangat menyadari bahwa tanpa adanya teknologi, petani jeruk di Kota Batu tidak akan mampu menjadi besar dan sanggup bersaing. Oleh Karena, kontribusi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dalam memajukan jeruk Batu sangat diharapkan.

Dia mengakui, Balitjestro telah memberikan manfaat bagi masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga penelitian saja tetapi telah menjadi wahana yang bisa dinikmati oleh wisatawan untuk melihat secara langsung teknologi jeruk. Kota wisata Batu ini telah dikunjungi oleh 4 juta orang tiap tahun dan tidak lama lagi akan berdiri wahana wisata yang baru seperti Dino park, Asian Culture Park dan yang segera terealisasi kereta gantung yang akan me­lintasi Balittjestro.

Kalau wahana-wahana ini telah berdiri diperkirakan dalam waktu 3-4 tahun lagi kunjungan wisata akan mencapai 7-8 juta orang. Infrastruktur jalan akan diperbaiki, Balijestro akan menjadi destinasi tersendiri bagi petani Indonesia.

“Saat ini sudah banyak anak-anak SD atau SMP yang tahu bagaimana bibit jeruk yang bagus dan baik, bahkan sampai mereka bisa membudidayakannya. Kami bangga dengan Balitjestro” ujar­nya menambahkan.

Eddy selalu mengatakan bahwa Kota Batu ini jangan hanya dilihat dari wisatanya saja, tapi bagiamana kita bersama-sama untuk mengembangkan petani agar lebih sejahtera. Dia merasa sedih, anak-anak sekarang sudah bisa sekolah sampai di perguruan tinggi, tapi tidak mau lagi bekerja di sektor pertanian, apalagi buruh tani, karena sudah merasa nyaman dengan bekerja di sektor pariwisata.

Sekarang saya berupaya me­ngem­­balikan identitas kota batu di sektor pertanian, salah satu dengan membuat konsep Smart City. Konsep ini intinya mampu menciptakan sistem per­dagangan pertanian yang betul-betul terbuka.nUQI/Lis.

 

Sumber: Tabloid Sinar Tani

Related Post

Tinggalkan Balasan