Dukungan Teknologi Dalam Peningkatan Produksi Jeruk

anaman jeruk keprok batu 55 hasil penelitian teknologi perbaikan mutu buah jeruk
anaman jeruk keprok batu 55 hasil penelitian teknologi perbaikan mutu buah jeruk

Produktivitas tanaman jeruk yang mengalami penurunan di beberapa sentra jeruk di Indonesia menjadikan serbuan jeruk impor semakin meningkat dari tahun ke tahun.  Penurunan tersebut diakibatkan karena serangan penyakit, konversi lahan menjadi industri maupun perumahan dan sebab lainnya. Disamping itu petani masih belum banyak yang menggunakan benih-benih berlabel bebas penyakit selain teknologi budidaya yang masih kurang.

Penurunan produksi jeruk menjadikan tantangan untuk membangkitkan kembali jeruk nusantara untuk menghadang laju jeruk impor yang sudah tersebar di pasar modern maupun tradisional bahkan di pinggir-pinggir jalan. Untuk menekan laju impor perlu adanya kebijakan dari pemerintah utnuk membatasi impor jeruk

Alam  Indonesia  yang  kaya akan sumber daya genetik jeruk dan  tersebar dari Aceh sampai Papua memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Sampai saat ini telah dilepas beberapa varietas jeruk keprok, siam maupun pamelo unggul yang kualitasnya tidak kalah dengan buah jeruk impor baik dari segi kualitas dan cita rasanya seperti keprok Batu 55 dari Jawa Timur, keprok SoE dari Nusa Tenggara Timur, keprok Brastepu dari Sumatera Utara, keprok Gayo dari NAD, keprok Terigas dari Kalimantan Barat, dan keprok Garut dari Jawa Barat. Sedangkan untuk jeruk siam antara lain siam Madu dari Sumatera Utara dan siam Gunung Omeh dari Sumatera Barat, Keprok RGL dari Bengkulu . Disamping itu jeruk siam Pontianak dan siam Banjar juga sudah banyak ditanam di petani di beberapa daerah baik di jawa maupun luar jawa.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan teknologi untuk peningkatan produksi dan kualitas dari jeruk nusantara. Teknologi tersebut telah didiseminasikan di berbagai daerah sentra jeruk di Indonesia untuk diadopsi sebagai pedoman dalam pengembangan agribisnis jeruk. Dengan penerapan teknologi yang  tepat diharapkan petani maupun pelaku agribisnis lainnya dapat meningkat hasilnya serta terjaga kualitas produksinya.

Teknologi yang dihasilkan antara lain teknologi perbaikan mutu buah jeruk, perbenihan jeruk bebas penyakit, budidaya jeruk bebas penyakit, top working, dan pengendalian hama penyakit yang ramah lingkungan. Berbagai teknologi tersebut dapat diakses melalui website, leaflet, poster, dan media lainnya.

Dalam mendiseminasikan teknologi untuk diadopsi oleh petani dilakukan kawalan teknologi di beberapa sentra jeruk di Indonesia. Salah satu cara yaitu dengan demoplot di kebun petani sehingga dapat dijadikan percontohan bagi  petani dalam mengelola tanaman jeruknya. Selain itu penguatan kelembagaan petani juga harus lebih ditingkatkan karena akan mempermudah proses transfer teknologi dari balitbangtan kepada petani.

Beberapa kawasan yang dilakukan pendampingan teknologi antara lain Tuban, Nunukan, Sumatera Barat, Bengkulu dan beberapa daerah lain. Dengan dukungan pemrintah dan kesadaran dari masyarakat untuk mencintai jeruk nusantara akan menjaga kelestarian dan mampu mencukupi kebutuhan jeruk nasional sekaligus mensubtistusi jeruk impor.  [fajar/balitjestro/diolah dari berbagai sumber]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event