Dukungan Teknologi Balitjestro pada Pengembangan TSP di KP Natar, Lampung Selatan

[cml_media_alt id='1097']Tim peneliti dari Balitsa dan Balitjestro Bersama tim dari BPTP Lampung - See more at: http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/id/dukungan-teknologi-balitjestro-pada-pengembangan-tsp-di-kp-natar,-lampung-selatan[/cml_media_alt]
Tim peneliti dari Balitsa dan Balitjestro Bersama tim dari BPTP Lampung

Salah satu program dari Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian adalah dibangunnya kawasan Taman Sain Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP). Program ini sesuai dengan arah Nawa Cita Presiden Republik Indonesia dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam era Pemerintahan 2014 – 2019. TSP dan TTP dibangun sebagai sarana akselerasi impact recognition inovasi pertanian, sekaligus untuk mempercepat arus inovasi pertanian kepada masyarakat. Pada tahap awal, pembangunan TSP dan TTP di 22 lokasi, kedepan direncanakan di 100 lokasi di seluruh Indonesia.

Kebun Percobaan (KP) Natar merupakan salah satu kawasan TSP yang berada di Lampung Selatan, kebun milik Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung ini  mempunyai areal seluas 60 ha. Berada pada ketinggian 135 m dpl laut, dengan jenis tanah latosol dan sebagian posolik merah kuning, bahan induk dari tuf vulkan, mempunyai tingkat kesuburan sedang dengan tingkat kemasaman yang tinggi (lahan masam). Komoditas yang dapat dikembangkan pada jenis tanah ini antara lain untuk tanaman perkebunan seperti karet, kakao, kopi robusta sesuai untuk dataran rendah, lada, panili, dan jarak pagar. Untuk tanaman  pangan lahan kering antara lain jagung, ubikayu, kedelai dan kacang tanah. Sedangkan untuk tanaman hortikultura adalah pisang, mangga, nenas, jeruk, bawang merah dan cabai.

Koordinasi perencanaan dan pembuatan master plan TSP KP Natar sudah dilakukan pada tanggal 4 April 2015 di KP Natar dan diteruskan pada tanggal 10 Arpil 2015 di BBSDL, Bogor. Sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi di Bogor tersebut, peneliti dari Puslitbanghorti diundang untuk mengikuti rapat pendetailan master plan TSP KP Natar di KP Natar Lampung mengingat pada saat kunjungan lapang pada tanggal 4 April sebelumnya, dari Puslitbanghorti belum ada yang mewakili. Dari lingkup Puslitbanghorti diwakili oleh Balitsa dan Balitjestro. Dari Balitjestro yang ditunjuk untuk terlibat dari kegiatan ini adalah Ir. Agus Sugiyatno, MP.

[cml_media_alt id='1100']Green House yang akan dirubah menjadi screen house tanaman jeruk[/cml_media_alt]
Green House yang akan dirubah menjadi screen house tanaman jeruk
[cml_media_alt id='1099']Calon lokasi display tanaman jeruk sistim Surjan[/cml_media_alt]
Calon lokasi display tanaman jeruk sistim Surjan
[cml_media_alt id='1098']Embung yang akan ditanami jeruk di  sekitarnya[/cml_media_alt]
Embung yang akan ditanami jeruk di sekitarnya

Kunjungan di KP Natar diterima oleh Dr. Jefrry selaku manajer TSP KP Natar didampingi kepala kebun KP Natar dan peneliti/penyuluh BPTP Lampung. Dr. Jefrry menyampaikan secara singkat tentang TSP di KP Natar mulai awal perencanaan sampai terbentuknya master plan. Walaupun master plan sudah dibuat, dengan kehadiran peneliti dari Balitsa dan Balitjestro ini diharapkan bisa melengkapi dan menyempurnakan apa yang sudah direncanakan.

Setelah penjelasan dan diskusi dilanjutkan dengan kunjungan lapang. Kunjungan diawali dari depan, dipintu masuk nanti akan dipugar Gapura Pintu Masuk sebagai eye catcher dipagar nanti akan ditanami tanaman hias yang diharapkan berasal dari Balithi. Disamping kiri pagar ada lahan kosong, kewajiban dari Puslitbanghorti adalah mengisi lahan tersebut dengan tabulampot, sayuran dan tanaman hias. Di sepanjang jalan utama ke kebun di samping kanan dan kiri, akan ditanami tanaman buah2an, nenas, lengkeng, jeruk.

Dukungan utama inovasi teknologi dari Balitjestro yang akan diaplikasikan di TSP KP Natar adalah jeruk dataran rendah varietas Siam Banjar/Pontianak. Mengingat di daerah Lampung jeruk tersebut pernah berkembang dengan baik, hanya karena serangan CVPD tanaman tersebut sekarang berkurang. Sehingga dengan adanya tanaman jeruk di kawasan TSP KP Natar bisa menjadi percontohan untuk masyarakat sekitarnya dan daerah Lampung pada umumnya.

Target yang akan dicapai dalam pengembangan jeruk di kawasan TSP KP Natar adalah :

  1. Pembangunan/renovasi screen house pohon induk jeruk bebas penyakit untuk menyediakan perbenihan jeruk bebas penyakit
  2. Pembangunan shade house untuk display benih jeruk bebas penyakit
  3. Penyediaan tabulampot untuk display di visitor plot.
  4. Penanaman jeruk di lahan sekitar embung (± 500 tanaman)
  5. Penanaman jeruk untuk percontohan budidaya sistim Surjan (± 100 tanaman)
  6. Penanaman jeruk pada lahan perbatasan antara lahan rawa dan lahan kering (± 400 tanaman)

Dari target yang direncanakan tersebut, Balitjestro diminta untuk menyediakan logistik (benih), membuat desain/gambar bangunan screen house, shade house dan dukungan teknologi jeruk di lapang, yang pendanaannya berasal dari BPTP Lampung. Untuk rencana koordinasi berikutnya antara Balit dengan penanggungjawab TSP menunggu perkembangan berikutnya.

Berita dan Foto; Agus Sugiyatno

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event