Dukungan Inovasi Teknologi Produksi Benih Keprok SoE

Soe Dukungan Inovasi18Tim PKAH (Pendampingan Kawasan Agribisnis Hortikultura) Balitjestro yang terdiri dari Arry Supriyanto, Suhariyono, Hadi Mulyanto, Ady Cahyono dan Zainuri Hanif mengadakan penelitian PKAH yaitu Dukungan Inovasi Teknologi Produksi Benih Keprok SoE. Pendampingan ini berkoordinasi dan melibatkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Propinsi NTT, BPSB Propinsi NTT, Dinas Kabupaten TTS (Timur Tengah Selatan), dan BPTP NTT.

Permasalahan pengembangan jeruk keprok SoE di lapang adalah pengembangan benih yang tidak sesuai dengan paket teknologi anjuran. Benih selama ini mata tempelnya diambil dari populasi tanaman yang ada. Sehingga tidak dijamin bebas penyakit. Apalagi standar benih ideal misalnya ketinggian saat okulasi, ketinggian benih siap tanam, penggunaan polybag dan perawatan tidak dipenuhi. Akibatnya benih mudah mati ketika ditanam di lapang. Dan hal ini tentu merugikan semua pihak, khususnya petani pengguna benih tersebut.

Untitled-1

Tanaman Jeruk SoE di NTT saat ini turun drastis dari 2 juta tanaman menjadi 200-an rib tanaman. Untuk mengembalikan kejayaan Jeruk Keprok SoE, Balitjestro melakukan kawalan terhadap pengembangan produksi benih bebas penyakit. Pada saat ini, sebagaimana survey lapang di TTS dan TTU di tahun 2013 ini, hanya ada 11.377 benih jeruk di TTU yang memenuhi syarat untuk dilabel (sudah diokulasi) yaitu di kelompok tani pimpinan bapak Romanus Eben. Sekitar 10% benih yang ada, memiliki tinggi okulasi + 20 cm, sedangkan sebagian besar diokulasi dengan ketinggian < 10 cm.

Soe Dukungan Inovasi

Pengelolaan BPMT yang tidak optimal di bapak Darius menjadi perhatian tim dari Balitjestro. Tidak ada benih milik  kelompok penangkar pimpinan pak Darius yang memenuhi syarat untuk dilabel. Pemeliharaan dua BPMT di TTU jauh dari optimal karena keterbatasan ketersediaan air dan kekurangan agroinput. Diharapkan perbaikan segera dilakukan sehingga target 100 ribu benih bebas penyakit mampu diwujudkan di tahun 2014.

Pada kesempatan kali ini, tim dari Balitjestro mengajarkan kembali cara pemangkasan dengan benar agar benih jeruk mampu tumbuh optimal, begitu pula pemeliharaan dengan menyemprotkan pestisida sesuai anjuran.  [zh]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event