Dukungan Inovasi Teknologi dalam PKAH di Kabupaten Tuban

Pendampingan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH) memiliki posisi strategis karena program tersebut sesuai dengan prioritas pembangunan pertanian Kementan yang difokuskan pada 4 target sukses yaitu (1) swasembada berkelanjutan dan pencapaian swasembada, (2) diversifikasi pangan, (3) peningkatan daya saing nilai tambah ekspor, (4) kesejahteraan petani.

Untuk mengakselerasi dan mewujudkan sasaran program strategis tersebut, Balitjestro sebagai UPT Badan Litbang Pertanian yang memiliki tugas penelitian dan pengembangan yang berorientasi pada scientific based activity dan impact based activity secara proaktif sejak tahun 2010 telah mengawali percepatan pencapaian target program melalui serangkaian kegiatan: 1) melakukan survey dan pengumpulan data atau informasi tentang kesesuaian agroekologi lokasi PKAH; 2) melaksanakan pelatihan inovasi teknologi pertanian bagi kelompok tani pada masing-masing kawasan hortikultura melalui penyebarluasan inovasi teknologi dalam bentuk leaflet, brosur, bimbingan teknologi, sosialisasi dan penyediaan narasumber dan workshop; 3) mendukung dan membina PKAH berlanjutan dengan berpedoman pada penerapan SOP-GAP melalui bimbingan teknologi, sosialisasi dan penyediaan narasumber, dan 4) pembinaan petani melalui penyelenggaraan demplot budidaya jeruk.

Balitbangtan_JerukTuban
Gambar. Visualisasi kondisi umum lokasi PKAH di kecamatan Singgahan sebelum program PKAH diimplementasikan.

Dengan mempertimbangan potensi dan kondisi agroekologi di lokasi PKAH kecamatan Singgahan, peran Balitjestro adalah memberikan dukungan agar program PKAH di kabupaten Tuban dapat terlaksana dan terwujud secara kongkrit. Dukungan tersebut antara lain dengan melakukan pendampingan pelaksanaan kegiatan yang terkait dengan penerapan inovasi teknologi yang terkait dengan pembangunan sistem agribisnis jeruk mulai dari hulu sampai ke hilir.

Dukungan yang dilakukan meliputi komponen-komponen dalam agribisnis jeruk meliputi  dukungan langsung penyediaan teknologi, pengembangan kelembagaan, dan rekomendasi khususnya pemilihan lokasi/lahan, varietas dan pengolahan tanah dan tanam, pemupukan dan pengairan, pemangkasan bentuk dan pemeliharaan, pengelolaan OPT dan penjarangan buah. Dukungan inovasi ini diarahkan untuk mengembangkan komoditas unggulan jeruk dalam sistem agribinis industrial dan berkelanjutan berbasis sumberdaya lokal untuk mewujudkan pembangunan agribisnis jeruk sebagai salah satu subsektor hortikultura yang tangguh guna menghadapi persaingan global.

Perkembangan_Jeruk_Tuban
Gambar. Berbagai aktifitas pendampingan Inovasi Teknologi dalam program PKAH di kabupaten Tuban. A: Kondisi lahan sebelum program dimulai, B: Penanaman jeruk keprok Tejakula dan Madura, C: Pertanaman Jeruk Keprok Madura umur 2 tahun, dan Pertanaman Jeruk Keprok Madura umur 3 tahun

Perkembangan kemajuan pelaksanaan PKAH selama 4 tahun ini memberikan optimisme bahwa kawasan agribisnis jeruk keprok berdaya saing yang dipersiapkan sebagai produk bermutu sesuai standard nasional di PKAH kabupaten Tuban dapat terwujud. Terbentuknya kawasan PKAH di kabupaten Tuban telah dapat diinisiasi, karenanya kegiatan pendampingan yang merupakan kegiatan multiyears ini perlu dilanjutkan lebih intensif di masa mendatang untuk mewujudkan sasaran akhir kawasan agribisnis berkelanjutan yang mampu menghasilkan produk yang mempunyai daya saing tinggi.

Terinisiasinya pengembangan kawasan agribisnis jeruk di Kecamatan Singgahan mendorong Pemerintah Daerah Tuban untuk membuat program lanjutan yang lebih besar dan terstruktur dengan melibatkan lembaga terkait lingkup Pemkab Tuban dan Institusi Kementan yang terkait. (Nurhadi/Balitjestro)

 

 

Related Post

Tinggalkan Balasan