Dorong Kecintaan Buah Nusantara Melalui Wisata Edukasi Petik Jeruk

Balitjestro sebagai balai penelitian dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) berupaya untuk memberikan inovasi dalam pengembangan jeruk dan buah subtropika untuk diadopsi oleh petani.

Dalam tugas dan fungsinya Balitjestro telah menghasilkan teknologi untuk peningkatan produksi dan kualitas dari jeruk nusantara. Teknologi tersebut telah didiseminasikan di berbagai daerah sentra jeruk di Indonesia untuk diadopsi sebagai pedoman dalam pengembangan agribisnis jeruk.

Salah satu cara untuk mentransfer teknologi dan media diseminasi diadakan Wisata Edukasi Petik Jeruk yang dilaksanakan dimulai Hari Senin, 10 juli 2017.  Kegiatan ini  dibuka oleh kepala Balitjestro, Dr.Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. Pembukaan ini akan diawali dengan pemanenan buah jeruk oleh Ka Balitjestro untuk diberikan kepada stake holder. Kegiatan wisata petik ini terbuka untuk umum bagi masyarakat.

Selanjutnya disampaikan rencana pemerintah tahun 2018 yang fokus pada komoditas hortikultura salah satunya dengan penyebaran benih jeruk secara nasional. Harapannya jeruk akan tersebar di daerah-daerah lain selain sentra yang ada untuk menambah produksi jeruk sekaligus memeperkuat komoditas jeruk secara nasional dengan dukungan inovasi teknologi yang telah dihasilkan.

Pengunjung yang datang terdiri dari berbagai kalangan, antara lain, petani, instansi pemerintah, swasta, pelajar dan masyarakat lainnya.

Dengan mendiseminasikan teknologi melalui wisata petik diharapkan mampu menarik perhatian dari pelaku agribisnis maupun masyarakat umum untuk mengenal dan menggunakan teknologi yang telah dihasilkan.

Harapan dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat melihat, belajar dan mengenal Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balitjestro beserta teknologi yang telah dihasilkan. Kemudian petani dapat mengadopsi teknologi untuk hasil produksi yang lebih baik. Selain itu akan menambah kecintaan masyarakat Indonesia akan jeruk Nusantara. Ke depan jeruk nusantara dapat bersaing sekaligus mampu mensubstitusi jeruk impor yang membanjiri pasaran. (fjr)