Dirjend Hortikultura; Pengembangan Jeruk Kuning untuk Meningkatkan Daya Saing

[cml_media_alt id='1886']Hasanuddin Ibarahim Dirjen Horti[/cml_media_alt]Dalam rangka pengembangan komoditas jeruk dan mangga, Dirjend Hortikultura melakukan kunjungan kerja ke Balitjestro pada Sabtu, 14 Mei 2011 yang lalu. Dirjend Hortikultura Dr. Hasanuddin Ibrahim bermaksud menggali potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh petani maupun pelaku usaha hortikultura serta kesiapan dukungan Badan Litbang Pertanian melalui salah satu UPT-nya yaitu Balitjestro.

Impor buah terbesar Indonesia adalah buah jeruk yang mencapai lebih dari Rp 2 Trilyun. Hal ini tentu mengkhawatirkan karena devisa kita terkurang untuk itu. Apalagi daya saing buah jeruk nusantara sangat rendah. Upaya untuk meningkatkan daya saing itu perlu segera diperkuat.

Salah satunya adalah tersedianya jeruk lokal yang berwarna kuning. Balitjestro sendiri mempunyai beberapa varietas yang siap dikembangkan untuk pengembangan buah jeruk berwarna kuning, yaitu Keprok Batu 55, Keprok Soe, dll.

Dr. Hasanuddin Ibrahim melakukan kunjungan ke salah satu petani Jeruk di Batu, kemudian ke Balitjestro dan Kebun Percobaan Mangga di Cukurgondang, Probolinggo. Di Balitjestro, rombongan mengunjungi visitor plot PTKJS (Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat) di Kebun Percobaan Tlekung, menyaksikan jeruk Batu 55 menjelang panen. Warna buah hijau kekuningan. Kunjungan juga dilakukan ke Laboratorium Terpadu untuk melihat sejauh mana kesiapan Balitjestro dalam mendukung kawasan agrobisnis jeruk nasional dengan penyediaan batang bawah secara masal dengan teknologi somatic embriogenesis.

[cml_media_alt id='1885']Hasanuddin Ibarahim Dirjen Horti Jeruk[/cml_media_alt]
Visitor Plot Jeruk di Balitjestro dengan PTKJS (Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat)

Tinggalkan Balasan