Diperta Batu Gandeng Balitjestro Atasi Penyakit Busuk Buah Apel

 
Dinas Pertanian Kota Batu bekerjasama dengan Balitjestro mengadakan pertemuan untuk penanganan penyakit busuk buah atau petani sering menyebut dengan mata ayam pada apel yang sedang mewabah di beberapa lokasi di Kota Batu, Senin (03/2).
 
Kepala Balitjestro Dr.Ir. Harwanto, M.Si menyampaikan bahwa untuk mengendalikan serangan penyakit ini diperlukan komitmen bersama dari petani untuk bersama-sama melakukannya.
 
Hal-hal yang perlu segera dilakukan diantaranya sanitasi kebun, segera melakukan pembersihan buah-buah yang terserang untuk memutus siklus penyebaran spora jamur yang menyebabkan busuk buah.
 
Sebagai langkah pengendalian Balitjestro telah melakukan survey dibeberapa lokasi yang banyak terserang penyakit ini. Dari hasilnya diketahu ada lokasi yang terserang lebih dari 80% ada juga yang relatif sedikit kurang dari 20%. Kebun yang terjaga kebersihannya relatif lebih kecil intensitas serangannya.
 
Penyebaran penyakit yang disebabkan jamur Gloeosporium sp ini bisa melalui udara, percikan air dan alat pertanian yang terkontaminasi.
Faktor kelembaban dan kurangnya intensitas matahari yang masuk ke tanaman berakibat jamur cepat untuk berkembang terlebih disaat musim penghujan seperti ini.
 
Untuk itu segera ditangani secara bersama untuk memutus siklus hidup penyebaran jamurnya. Kegiatan ini harus dilakukan serentak agar berhasil. Salah satu caranya adalah buah yang terserang harus segera dipetik dan dikubur atau dibuang dari kebun. Selain itu segera dilakukan pembersihan kebun dari gulma serta memotong ranting-ranting yang terlalu rimbun agar sinar matahari bisa masuk.
 
Kebersihan kebun dan kondisi yang tidak terlalu lembab dan buah mendapat matahari langsung akan menghambat terjadinya penyakit, karena spora yang ada tidak dapat tumbuh pada kondisi tersebut.
 
Kegiatan ini diikuti oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Petugas POPT dan Ketua Asosiasii Petani Apel Kota Batu. (aminuddinfajar/balitjestro)
Agenda

no event