Desa Pandesari, Pujon, Terkenal dengan Jeruk Keprok 55

Wisata Petik Buah Jeruk (7)
Potensi jeruk di Kabupaten Malang tidak hanya ada di Kecamatan Dau. Di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, juga dikenal dengan jeruk Keprok Batu 55-nya

Bila kita membeli jeruk jenis keprok 55, bisa jadi itu berasal dari Desa Pandesari Pujon. Sebab di desa itu, banyak warga yang menanam jeruk tersebut sejak tahun 2008 silam. “Jeruk keprok 55 ini tahan penyakit. Sebab, benih awal sudah direkayasa untuk tahan penyakit,” kata Lukman Hakim, Kades Pandesari ketika berada di Iahan seluas satu hektar tersebut. (sebetulnya bukan direkayasa, namun dijamin sejak awal benih bersertifikat bebas penyakit_red)

Lukman menjelaskan, benih yang bebas penyakit itu dihasilkan dari proses yang panjang. Mulai dari proses pembenihan, hingga pembedengan. Dia menjelaskan, benih yang bebas penyakit didapat dari biji buah yang sudah masak di pohon (jenis JC). Lalu biji jeruk dipisahkan dari daging kemudian dihilangkan lendirnya dengan cara dicuci air. Setelah itu, biji direndam dengan air hangat pada suhu 52 Celsius selama sepuluh menit. Selanjutnya, biji jeruk direndam dengan zat benomyl selama satu menit. “Ini untuk membunuh jamur tular benih,” kata Lukman.

Lebih lanjut, dia mengatakan, biji baru tersebut ditanam pada polybag. Warga mulai membudidayakan dengan cara lain agar bisa diperbanyak, Seperti dengan distek atau penyambungan pada batang pohon. Cara stek pun sangat mudah dilakukan, yaitu dengan cara memotong dan menyambungkan batang tunas dari pohon jeruk awal tadi, baru ditempelkan di pohon jeruk lain. Mata tunas yang digunakan dianjurkan diambil dari screen BPMT (Blok Pondasi Mata Tempel).

Dikatakan Lukman, kegemaran warga untuk menanam jeruk Keprok Batu 55 sudah berjalan enam tahun belakangan ini. Sebab, tiap kali ada petemuan warga, dia tak malu-malu untuk memotivasi warganya untuk tetap membudidayakan Jeruk Keprok Batu 55. Warga pun sangat antusias untuk mematuhi saran kepala desanya.

Selain membudidayakan jeruk keprok, warga juga sudah pandai membuat pupuk kompos yang berbahan dasar alami. Kompos tersebut dari bahan kotoran ternak milik warga setempat. Pupuk kompos, menurut Lukman, membuat tanaman jeruk semakin subur dan manis di lidah. Kini, kata dia, penghasilan warga mulai meningkat. Lukman mengakui Jeruk Keprok Batu 55 kini membanjiri Kota Batu dan Pasar Batu. Selain itu, juga hasil jeruk Keprok Batu 55 dikirim ke Kota Kediri, Solo, dan Jogjakarta. Lukman menambahkan bahwa desanya akan semakin ramai dikunjungi wisatawan dari luar kota. Sebab, dia berencana membuat wisata petik kebun jeruk pada bulan depan. (cwl!c2/lid) Dokumentasi Perpustakaan Balitjestro_Jawa Pos, 9 September 2014 .

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event