Dengan pikung, jeruk petani ini mulai berbuah

Dodi, petani asal Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang telah berhasil mengaplikasikan teknik pikung pada tanaman jeruknya.

Berawal dari bimbingan teknis jeruk yang diselenggarakan Balitjestro beberapa bulan lalu, Dodi petani asal Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang ini menerapkan teknik pemijatan dan pelengkungan (pikung) pada tanamannya.

Tanaman jeruk miliknya sudah berumur 7 tahun tetapi belum berbuah. Setelah mempelajari teknik pikung ini dia mulai menerapkan dan hasilnya selang beberapa waktu tanamannya mulai berbunga dan berbuah.

Hal tersebut disampaikan disampaikan saat tim Balitjestro mengadakan pendampingan teknologi di Batang, 13/12/2018. Selain diaplikasikan di lahannya pikung ini juga dilakukan di beberapa tanaman milik petani lainnya dan hasilnya pun sama bisa berbunga dan berbuah.

Saat ini di lahannya juga tertanam 300 pohon Keprok RGL yang dikembangkan di ketinggian 1200 mdpl dan dijadikan lokasi demplot inovasi jeruk Balitjestro Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Sementara itu menurut Ady Cahyono, SP teknisi Balitjestro dalam keterangan tertulisnya 26/12 menyampaikan, Pikung merupakan teknik untuk menginduksi tanaman untuk berbunga. Jeruk terutama keprok biasanya membutuhkan waktu 3,5 – 4 tahun baru bisa belajar berbuah. Namun dengan teknik ini bisa lebih cepat yaitu diumur 2,5 tahun sudah mulai berbuah.

Waktu yang tepat untuk melakukan pikung adalah saat tanaman mulai layu tepatnya diawal musim kemarau (awal tanaman mengalami kondisi stress air). Namun Sebelum melakukan pelenturan tanaman dipupuk terlebih dahulu 3 bulan sebelumnya dengan NPK + ZA , lanjutnya.

Cara melakukan pikung cukup mudah yaitu dengan melengkungkan cabang atau ranting pelan-pelan sampai berbunyi tetapi tidak patah. Tahapan pikung dimulai dari cabang bagian bawah kemudian sampai ke atas. Setelah pikung selama 2 – 3 bulan tanaman tidak perlu disiram.

Proses pikung sangat mudah dan tidak perlu keterampilan khusus sehingga petani dapat mengaplikasikan pada tanamannya. (af)