Demo Plot Perbaikan Mutu Buah Jeruk di Tuban

Demonstrasi Plot (selanjutnya disebut demo plot) adalah salah satu upaya yang dilakukan Badan Litbang Pertanian untuk mempercepat penyebarluasan teknologi unggulan dengan cara mendekatkan, memperkenalkan dan memperagakan dengan sebuah aplikasi langsung di petani. Dengan demo plot, petani tidak saja melihat namun juga diajak melakukan praktek teknologi yang diharapkan akan berdampak positif kareana menambah kepercayaan yang pada akhirnya mendorong minat untuk melakukannya. Petani-petani di sekitarnya pun diharapkan meniru dan melakukan hal serupa.

Dari 50 tanaman yang terpilih dilakukan pemupukan per tanaman yaitu pupuk organik, urea, SP 36, ZK,danĀ  MgSO4 (Kiserit).

 

Perbaikan Mutu Buah Jeruk di tahun 2014 ini memasuki tahap aplikasi. Tiga penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu; buah berwarna kuning merata, mulus dengan cita rasa manis yang konsisten serta ukuran buah yang relatif seragam yang dilakukan sejak 2012, disusun menjadi paket teknologi perbaikan mutu buah jeruk yang diuji di beberapa sentra jeruk. Rencana awal diaplikasikan setidaknya di 5 daerah kawasan jeruk di Indonesia. Namun karena keterbatasan anggaran, penelitian ini dilakukan di KP Tlekung Balitjestro, sentra jeruk di Batu/Kab.Malang dan sentra jeruk di Tuban, Jawa Timur.

Tim perbaikan Mutu buah jeruk melakukan perlakukan dan pengamatan tanaman jeruk yang sebelumnya sudah ditentukan oleh pak Arry Supriyanto, Otto Endarto dan Setiono. Lokasi kebun yang digunakan adalah milik Darsim dan Mulyadi dengan perlakuan dan kebun jeruk milik Sunarko dan Sulasno (pak Bayan). Tim teknis yang ditugaskan kali ini yaitu Setiono, Hasim Ashari, Buyung Al Fanshuri, Rudi Cahyo dan Zainuri Hanif.

Penandatanganan surat perjanjian untuk lahan yang digunakan penelitian (kiri) dan penyemprotan untuk pengendalian OPT yang dilakukan petani dengan bimbingan Rudi Cahyo (kanan).

 

Pada tanaman jeruk dengan perlakuan, tanaman dipupuk sesuai rekomendasi, diseprot GA3 dan dilakukan pengamatan serangan OPT. Tanaman jeruk sebelumnya tidak dipupuk dan disemprot, namun serangan OPT intensitasnya relatif masih kecil. OPT yang ditemukan adalah peliang daun, aphid, kutu sisik, tungau, thrips dan jelaga.

Dengan memonitor apa yang dilakukan petani dan membandingkannya dengan perlakuan perbaikan mutu, maka diharapkan petani mendapatkan contoh langsung seberapa efetifkah demo plot dengan menggunakan PTKJS (Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat) dan yang tidak menerapkan PTKJS. Petani di Tuban menanam jagung sebagai tanaman sela. Bahkan beberapa ada yang menanam cabe. Tentunya tanaman sela diperbolehkan dengan beberapa syarat seperti perawatan yang optimal dan pengendalian OPT yang termonitor dengan baik. Karena beberapa tanaman sela justru hama dan penyakitnya sama dan jika tidak dikendalikan akan memperparah serangan pada tanaman utama. Namun pada demo plot kali ini tanaman sela jagung tidak diperkenankan karena ketinggian tanaman jagung yang diperkirakan panen 3 bulan lagi akan mengganggu masa panen jeruk dan menyulitkan peneliti dalam melakukan pengamatan perlakukan yang dilakukan. [zh]

Tanaman sela jagung tidak dianjurkan pada tanaman jeruk, apalagi jika ditanam pada waktu mendekati masa panen. Lebih disarankan tanaman kacang-kacangan.

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event