Degreening Membuat Warna Buah Jeruk Lebih Menarik

DSC_6922

Degreening (penguningan buah) merupakan perlakuan penambahan etilen agar klorofil/zat hijau rusak dan buah jeruk nampak kekuningan atau orange. Zat yang digunakan adalah ethrel. Etilen (C2H4) merupakan satu diantara banyak senyawa mudah menguap (votatile) yang dikeluarkan oleh buah-buahan dan sayuran, dan diketahui sebagai komponen aktif bagi stimulasi pemasakan dan perombakan warna kulit buah.

Di samping efek yang menyolok terhadap perombakan pigmen khlorofil. di luar negeri, degreening sudah lama dikembangkan, seperti jeruk Jepang, Cina, Pakistan, Australia, Amerika dan negara-negara Eropa. Ketika buah jeruk selesai dipanen dan akan disimpan dalam cool storage maka dilakukan proses penguningan/degreening terlebih dahulu. Penampilan jeruk kuning-orange hasil degreening akan menarik minat konsumen dan menaikkan daya saing dengan jeruk impor.

Stand balitjestro yang menampilkan hasil degreening buah jeruk berbagai macam varietas menjadi daya tarik tersendiri. Terbukti Kepala Balitbangtan Dr. Muhammad Syakir dan Walikota Batu Eddy Rumpoko berpose sambil menunjukkan buah jeruk hasil degreening. “Peneliti Balitjestro dituntut untuk menghasilkan jeruk-jeruk kualitas ekspor dan mampu bersaing dengan jeruk impor, warnanya harus seperti ini” kata Muhammad Syakir. Eddy Rumpoko menimpali, “ buah jeruk orange seperti ini akan mendukung agrowisata Kota Batu, jadi Balitjestro bisa mewujudkan jeruk dan bersinergi dengan wisata “.

Banyak pengunjung yang bertanya-tanya bagaimana proses degreening ini, bisa pada jeruk apa saja dan keamananya pada kesehatan. Lebih lengkapnya bisa dibuka di postingan sebelumnya, Degreening Buah Jeruk Keprok.

ZHF_0128-001Pertanyaan yang sering muncul adalah jeruk kondisi apa saja yang bisa digunakan untuk degreening? Perlakuan ini dapat diterapkan pada semua jenis jeruk, namun lazimnya jenis jeruk keprok dan mandarin yang di dataran medium – tinggi. Optimal dilakukan setelah jeruk dipanen dan dibersihkan. Tingkat kematangan buah jeruk minimal matang fisiologis(secara fisik sudah matang dan enak dikonsumsi), lebih bagus buah jeruk dalam keadaan matang optimal’. Proses penguningan kulit buah tidak terlalu mempengaruhi rasa dan aroma buah. Degreening ini tidak mengubah nilai gizi jeruk, kadar gula total, kadar asam total dan kadar vitamin

Dari segi kesehatan, buah jeruk hasil degreening tidak berefek negatif bagi kesehatan, artinya tetap aman dikonsumsi. Hasil analisis kimiawi buah jeruk segar tanpa degreening dan hasil degreening sama nilai kimiawinya. Hal ini dikarenakan zat etilen (bahan degreening) hanya bereaksi dengan kulit buah jeruk (yang berwarna hijau) dan tidak bereaksi dengan daging buah. Dan juga gas etilen sifatnya mudah menguap sehingga residu tidak tertinggal pada buah. [hasim]

Tinggalkan Balasan