Dari Kota Batu, Jeruk Menggurita Ke Seluruh Indonesia

DSC_6983

Tepat berada di Jalan Raya Tlekung No.1 Kota Wisata Batu, Jawa Timur, kita akan menemukan sebuah kantor bernama Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Di balai ini terbentang hamparan kebun jeruk yang saat ini sedang menguning buahnya. Tak pernah puas rasanya memandang untaian jeruk di dataran tinggi Kota Wisata Batu itu.

Pagi Kamis 4 Agustus 2016 itu, suasana sejuk yang menjadi ciri kota Batu membuat suasana menjadi indah. Tepat berada di pelataran kantor itu, kita bukan saja bisa menyaksikan hijau-kuningnya jeruk, tetapi bisa pula kita saksikan bentangan Kota Batu dan Kota Malang seolah kita sedang berada di ‘negeri atas awan’.

Di kantor ini pula pada hari itu di gelar “Balitjestro Innovation Technology Expo (BITE) 2016, sebuah event nasional. Berduyun-duyun peserta Expo yang terdiri dari berbagai kalangan. Ada yang berasal dari dinas pertanian hortikultura seluruh Indonesia, ada petani, masyarakat Kota Batu, bahkan pengusaha dari seluruh pelosok negeri.

Bagi peserta yang berkunjung ke event itu, pasti akan segera mampir ke sebuah patung display berupa ikan gurita berukuran raksasa yang tubuhnya diselimuti oleh ribuan buah jeruk. Inilah maskot BITE 2016 kali ini. Lantas apa maksudnya gurita jeruk itu?

Event akbar itu, dibuka lang­sung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. M. Syakir, dihadiri juga oleh Walikota Kota Wisata Batu, Eddy Rumpoko, serta berbagai pejabat lingkup Balitbangtan.

Ada filosofisnya penggunaan gurita itu. Begini kira-kira makna­nya, Gurita dengan tangannya yang menjulur bisa menjangkau seluruh penjuru, sehingga dengan kegiatan ini diharapkan dari Kota Batu melalui Balitjestro, jeruk nasional akan berkembang ke seluruh tanah air.

Dulu memang ketika Kota Batu masih bergabung dengan Malang, identitas daerah itu lebih dikenal dengan sentra apel. Namun sekarang, jeruk sudah mampu menggeser ketenaran buah apel tersebut. Andil Balitjestro dalam pergeseran komoditi ini merupakan peran nyata dari Balibangtan dalam mendukung pengembangan pertanian di daerah.

Kota Wisata Batu ini berdiri sejak 17 Oktober 2001 dengan luas wilayah 199,087 km persegi. Di kota ini terkenal dengan buah jeruk Punten dan Jeruk Batu 55. Sejak lima tahun terakhir mulai berkembang pesat. Berbagai pre­dikat berhasil disandang oleh Kota Batu seputar ‘perjerukan’ nasional.

Pada tahun 2005, Jeruk Keprok Batu 55 berhasil menjadi juara I tingkat nasional. Prestasi juga diukir oleh komoditi ini ketika digelar lomba yang diseleng­gara­kan oleh Direktorat Tanaman Buah di Jakarta pada tahun 2009.

Sebagai lembaga penelitian yang menaungi jeruk nasional, Balitjestro adalah solusi atas masa­lah jeruk Indonesia. Sebagai dapur inovasi jeruk nasional, Balitjestro telah memiliki 242 koleksi jeruk nasional dan memiliki segudang inovasi untuk mengguritakan jeruk ke seluruh Indonesia.

Pembukaan BITE 2016

ZHF_0995-001Balitjestro Innovation Techno­logy Expo (BITE) 2016,kali ini meng­ambil tema Dukungan Inovasi Teknologi Jeruk dan Buah Subtropika dalam mewujudkan Peranian Bioindustri dan Keman­dirian Pangan di Era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang berlangsung dari tanggal 4 – 6 Agustus 2016 ini di bukan secara resmi oleh Kepala Badan Peneitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. M. Syakir.

Pada saat masing-masing pejabat memberikan sambutannya terlihat sekali sinergi yang kuat antara Balitbangtan dengan Pemerintah Daerah Kota Batu. M. Syakir dengan sangat optimis meyakinkan bahwa peran dan fungsi Balitbangtan saat ini tidak hanya berkutak-katik dengan hasil penelitian yang hanya ditulis di berbagai media ilmiah, tetapi ukuran keberhasilan se­orang peneliti itu jika penelitian diaplikasikan di masyarakat dan berdampak pada perubahan kesejahteraan petani dan mampu mendukung perkembangan eko­nomi daerah.

Dia mencontohkan bagaimana peran Balitjestro berserta para penelitinya untuk turut mem­bangun Kota Batu.

Seperti ‘Gayung Bersambut’, Walikota Batu, Eddy Rumpoko pun berharap banyak dengan peran balai ini untuk membangun identitas Kota Wisata Batu sebagai sentra jeruk. Eddy sangat yakin Balitjesstro ini telah memperkaya wahana wisata yang kini sedang gencar di bangun di Kota Batu.

Konsep Agro Widya Wisata yang dimiliki oleh Balitbangtan yang mengedepankan penyebaran inovasi dengan konsep wisata, diyakini akan memperbesar ke­kayaan wisata di sana.nUQI/Lis

Editor : Ahmad Soim | Tabloid Sinar Tani

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event