Dari Balitjestro Rahasia Jeruk Nasional Terungkap

Sumber: SinarTani, Edisi 19 – 25 Juli 2017 No.3711 Tahun XLVII

Alhamdulillah! Tim jelajah inovasi tak henti-hentinya mengucap syukur karena berhasil membedah sebuah potensi yang selama ini belum pernah diungkap secara total soal Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Memang balai ini kecil jika dibandingkan dengan balai lain, tetapi ternyata seluruh rahasia pengembangan jeruk nasional ada di sini.

Kepala Balitjestro, Dr.Ir. Muhammad Taufiq Ratule, Msi saat memberikan sambutan pembukaan wisata edukasi petik jeruk.Paling tidak ada tiga masalah jeruk yang masih menjadi rahasia dalam mengatasinya selama ini. Masalah itu ialah petani jeruk masih terjebak pada waktu panen yang tergantung musim, kemudian jumlah produksi jeruk yang tidak berlimpah, lalu tingginya serangan hama dan penyakit yang selali menghantui petani.

Tiga kendala itu jika mampu diatasi, dipastikan jeruk nasional akan menjadi kekuatan ekonomi yang sangat dahsyat, karena buah meja yang satu ini tergolong kedalam buah yang sangat disukai masyarakat. Priawanita, anak-anak-dewasa dan orang tua, baik miskin atau pun kaya cenderung suka dengan jeruk, sehingga membuatnya menjadi sebuah komoditi yang sangat menggiurkan untuk dikembangkan.

Namun faktanya bagaimana selama ini? Beberapa tahun silam, jeruk nasional masih dipandang ‘sebelah mata’ oleh konsumen. Penampilannya yang kurang menarik, rasa yang tidak jelas, dan produksinya tak menentu membuat konsumen terpaksa beralih ke lain jeruk (jeruk impor).

Pada jangka waktu tahun 2010-2015 terjadi penurunan luas area panen jeruk yang cukup tinggi. Pada tahun 2015 luas panen jeruk di Indonesia sekitar 51.098 ha dengan produksi 1.785.256 ton. Konsumsi buah jeruk oleh konsumen di Indonesia berdasarkan data FAO adalah sebesar 3,6 kg/kapita, jumlah ini masih sangat kecil dibanding target FAO sebesar 12 kg/kapita.

Drama sedih itu, kini telah menjadi ‘lagu lama’ yang telah usang, jeruk nasional sekarang mulai menunjukkan ‘tajinya’, mandarin impor mulai digeser oleh keprok nasional. Bahkan saat ini sudah bermunculan beragam jeruk eksotik yang dihasillkan oleh Balitjestro, jeruk ini enak dipandang mata dan lezat jika dikunyah.

Untuk melihat keberhasilan itu, pekan lalu tim jelajah inovasi berhasil menyambangi Balitjestro, sekaligus melihat langsung wisata edukasi petik jeruk yang perdana. Penjelajah kali ini boleh dikatakan sangat menyenangkan, beban liputan selama penjelajahan ini terasa lebih ringan, Kepala Balitjestro, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si memberikan keleluasaan yang begitu besar untuk mengekspos total balai itu.

Begitu juga dengan Kepala Seksi Pelayanan Teknis dan Jasa Penelitian Dr. Ir. Anang Triwiratno, M.P tak henti-hentinya mengawal dan memberikan dukungan, sehingga seluruh informasi yang diperlukan sangat komplit dari para peneliti-peneliti handal yang ada di Balitjestro.

Penjelajahan

Penjelajahan yang berlangsung selama empat hari itu sangat memberikan berbagai pencerahan, sekaligus solusi untuk jeruk nasional. Balitjestro yang memiliki motto, “Satu Langkah Lebih Maju” terletak di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Wisata Batu, Jawa Timur.

Tepat berada di kawasan wisata yang berlatar belakang gunung membuat balai yang bervisi ”Menjadi Lembaga Penelitian Bertaraf Internasional Dalam Menghasilkan Inovasi Teknologi Jeruk dan Buah Subtropika” sangat cocok menjadi motor utama penggerak jeruk nasional dan sebagai tempat agrowidya wisata. Pengunjung bisa makan dan menimba ilmu sepuasnya atau kalau kita pakai istilah Pak Muhammad Taufiq Ratule, “Perut pengunjung diisi dengan jeruk, otaknya kita penuhi dengan ilmu”.

Balitjestro ini memiliki Jumlah staf mencapai 84 Pegawai Negeri Sipil meliputi 33 tenaga peneliti dan 51 non peneliti yang di antaranya merupakan teknisi litkayasa. Sarana dan prasarana yang dimiliki terdiri dari laboratorium Pemuliaan, Ekofisiologi, dan Hama Penyakit.

Untuk menjalankan tugas dan fungsinya, Balitjestro memiliki 5 kebun percobaan koleksi plasma nutfah yang terdiri : koleksi 242 aksesi jeruk, 47 aksesi apel, 51 aksesi anggur, 37 aksesi lengkeng dan 23 aksesi strowberi.

Dari lima kebun itu, jelajah inovasi berhasil mengunjungi empat Kebun percobaan yakni KP Tlekung, KP. Banaran, KP Punten dan KP Kliran. Selain KP Tlekung yang bersatu dengan Balitjestro, di KP Banaran, Punten dan Kliran bisa kita lihat langsung rahasia untuk mengatasi berbagai permasalahan jeruk nasional. Mari kita lihat KP Banaran, kebun percobaan yang ditugaskan untuk memproduksi jeruk konsumsi hanya memiliki luas satu hektar. Namun banyak keajaiban teknologi yang bisa kita pelajari di sini, misalnya jika ingin mengetahui bagaimana membuat jeruk bisa berproduksi sepanjang tahun, maka di KP Banaran tempatnya.

Jeruk Siam Pontianak di KP Banaran

Petani sekitarnya sempat heran, pasalnya mereka panen sangat tergantung dengan musim. Setahun paling-paling hanya bisa panen 2 kali. Namun teknologi Balitjestro yang diterapkan di Banaran mampu membuat buah jeruk itu berjenjang. Artinya dalam satu pohon terdapat buah yang siap panen, buah berukuran kecil dan bunga. Bahkan menurut Kepala KP Banaran, Adi Cahyono dalam satu pohon terdapat 7 tingkat buah, sehingga membuat jeruk mampu terus berproduksi sepanjang tahun.

Di KP Punten, kunci untuk memproduksi bibit yang bebas penyakit terdapat di sini. Jika rekan-rekan jelajah sempat mampir di KP ini, tim yang dipimpim oleh Kusnan, Kepala KP Punten dengan sigap akan langsung menyambut dan mengajak ke sebuah ruang pelatihan pembuatan bibit bersertifikat dan bebas penyakit. Di kebun ini seluruh perbenihan jeruk dikembangkan dalam luasan yang mencapai 2,5 hektar itu.

Nah kebun percobaan terakhir bernama KP Kliran, di sini kita bisa menyaksikan secara langsung pengujian berbagai jenis varietas. Salah satu varietas yang sangat diincar masyarakat bernama Terigas ada di kebun tersebut. Varietas ini sekarang hanya ada di dua lokasi di Indonesia yakni di petani Kalimantan Barat yang dikembangkan dan di KP Kliran. Varietas ini memiiki rasa dan warna yang sangat istimewa yang bisa mengalahkan rasa jeruk lainnya.

Untuk mendapatkan berbagai teknologi yang diterapkan oleh Balitjestro, rekan-rekan jelajah bisa juga melihat rubrik agroinovasi di halaman lainnya yang mengungkap teknologi aplikatif jeruk yang dikembangkan oleh Balitjestro. Rubrik itu berjudul, “Jurus Balitjestro Memproduksi Jeruk Sepanjang Tahun, Sehat dan Berbuah Lebat”. (Anang Triwiratno/Mukhlis)