Dampak Erupsi Gunung Sinabung Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jeruk Di Kabupaten Karo, Sumatera Utara

Prosiding Seminar Nasional PERHORTI 2014, halaman 96-102

Sugiyatno, A1* dan P. Nainggolan2
1)Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Jl. Raya Tlekung No. 1 Junrejo, Batu, Jatim
2)Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara, Jl. Raya Padang – Solok, KM. 40, Sukarami, Kab. Solok, Sumbar 25001
*e-mail: agus.sugiyatno@gmail.com

 

ABSTRAK

Erupsi letusan gunung Sinabung pada tahun 2013 dan 2014 menyebabkan kerusakan pada tanaman pangan dan hortikultura di wilayah kabupaten Karo. Diperkirakan tanaman akan mengalami puso seluas 9.120 ha, dengan rincian 2.255 ha pada tanaman pangan dan 6.865 ha pada tanaman hortikultura, termasuk jeruk. Estimasi nilai kerugian pada tanaman jeruk sebesar Rp. 476.109.849.600,- (empat ratus tujuh puluh enam miliard seratus sembilan juta delapan ratus empat puluh sembilan ribu enam ratus rupiah) atau mengalami penurunan sekitar 30% dari produksi normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak erupsi gunung Sinabung terhadap kerusakan tanaman jeruk di wilayah kabupaten Karo. Penelitian dilakukan dengan cara observasi secara singkat di lokasi penelitian, wawancara dan studi pustaka, mulai bulan Pebruari-Maret 2014 di wilayah lokasi terdampak abu vulkanik gunung Sinabung di kecamatan Naman Teran, Simpang Empat dan Payung berdasarkan kedekatan dengan sumber erupsi. Sampel tanaman dipilih secara acak (mewakili satu hamparan) dan diamati tingkat kerusakannya, pertumbuhan tanaman, material abu vulkanik yang mengenai tanaman dan serangan hama/penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemgamatan dampak erupsi gunung Sinabung pada tananam jeruk terbagi menjadi 3 zona berdasarkan kedekatan dengan sumber erupsi yaitu zona 1, 2 dan 3, masing-masing zona menunjukkan tingkat kerusakan yang berbeda. Selain disebabkan oleh erupsi gunung Sinabung, kerusakan tanaman jeruk juga disebabkan oleh tidak dipeliharanya tanaman karena ditinggal petani mengungsi serta terjadinya musim kemarau yang panjang. Beberapa rekomendasi perlu segera ditindaklanjuti untuk meminimalkan kerusakan dan kerugian.

Kata kunci : abu vulkanik, erupsi, tanaman jeruk

 

ABSTRACT

Eruption of Mount Sinabung in 2013 and 2014 caused damage to food and horticulture crops in the district of Karo. It is estimated that there will be about 9,120 ha parched area, consists of 2,255 ha on food crops and 6,865 ha in horticultural crops, including citrus. Estimated value of loss in citrus is Rp. 476.109.849.600, or a decline about 30% from normal production. This study was purposed to determine the impact of the eruption of Mount Sinabung on citrus crop damage in the Karo district. The study was conducted by direct observation on the research sites, interviews, and literature study, from February-March 2014 in the area affected by volcanic ash in the district of Mount Sinabung Naman Teran, Simpang Empat and Payung based on the proximity to the source of the eruption. Plant samples were randomly selected (representing one plot) and observations were made on level of damage, plants growth, volcanic ash material on the crops and pest / disease attack. The results showed that there are three observation zones of the Mount Sinabung eruption impact on citrus crops based on proximity to the source of the eruption: zone 1 (radius 7-10 km), Zone 2 (radius 5 to less than 7 km) and zone 3 or red zone (radius less than 5 km), each zone indicated different levels of damage. In addition, due to the eruption of Mount Sinabung, maintenance negligence as well as long dry season also contributes to damage of the citrus crops. Some recommendations given need to be executed immediately to minimize damage and loss.

Keywords : citrus crop, eruption, volcanic ash

 

Artikel lengkapnya bisa di download disini atau disini

Agenda

no event