Citrus Tatter Leaf Virus (CTLV)

[cml_media_alt id='1416']Oleh: Mutia Erti Dwiastuti dan Anang Triwiratno Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian[/cml_media_alt]
Gambar. Gejala deformasi pada daun akibat penyakit Tatter leaf
Gejala

Gejala yang timbul pada daun berupa bercak-bercak menguning pada jeruk nipis (Mexican lime), Citrus excelsa, citrange dan hybrid Trifoliata lain yang terinfeksi. Daun-daun tanaman Citrus excelsa terinfeksi akan berbentuk tidak normal (deformasi), tetapi pada daun-daun yang tumbuh berikutnya gejala ini biasanya hilang, selanjutnya tanaman akan tetap tidak bergejala. Gejala bercak atau belang kuning serta perubahan bentuk daun dapat terjadi pada jeruk Citrange. Gejala tersebut akan tampak pada ranting dan cabangnya. Jeruk Trifoliata tergolong kebal (immune) atau sangat tahan terhadap CTLV, tetapi bila tanaman inang yang laten seperti jeruk manis disambungkan pada jeruk ini atau hibridnya seperti Troyer dan Carrizo kemudian terinfeksi oleh virus ini, maka akan terjadi kerusakan pada bidang sambungan. Gejala berupa bercak-bercak coklat sepanjang bidang sambungan (bud union crease) sehingga batang sambungan mudah patah. Tanaman tersebut akan tumbuh kerdil dan daunnya menguning. Virus Tatter leaf dapat menginfeksi berbagai jenis jeruk, kultivar dan hibridnya. Jeruk manis, Sour orange, Grape fruit, Mandarin dan Lemon merupakan kelompok inang yang laten (terinfeksi tetapi tidak bergejala).

Bioekologi

Virus ini endemis di kawasan Asia tetapi belum pernah ditemukan di Indonesia. Penularan terjadi melalui penyambungan dengan mata tempel sakit (terinfeksi).  Penularan dicurigai dapat terjadi secara mekanis baik melalui gesekan atau alat-alat terkontaminasi.

Pengendalian

Pengendalian preventif dengan menggunakan benih bebas penyakit, mewaspadai masuknya materi tanaman baik berupa benih, benih atau mata-tempel dari negara-negara di kawasan Asia. Untuk memastikan ada tidaknya virus ini dengan cara indeksing pada pohon induk atau materi tanaman untuk perbanyakan.  Indeksing dapat dilakukan dengan tanaman indikator jenis Citrus excelsa, Troyer, Carrizo, citrange (Poncirus trifoliate x Citrus sinensis) atau jeruk nipis. Gejala pada C. excelsa ditandai dengan klorotik daun dan tepinya tidak normal, 2-4 bulan setelah ditulari. Pada seedling Troyer dan Carrizo terinfeksi Tatter leaf terjadi pertumbuhan ranting yang terhambat sebagian atau seluruhnya.

Pengendalian virus ini dapat dilakukan dengan menanam benih bebas penyakit, menghindari adanya gesekan antara pohon sakit yang luka dengan tanaman sehat dalam rumah kasa, menjaga kebersihan alat perbanyakan dan pemeliharaan serta kebersihan areal pertanaman.

 

Oleh: Mutia Erti Dwiastuti dan Anang Triwiratno
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Related Post

Tinggalkan Balasan