Spesial

Jeruk Dekopon Kini Turun Gunung

Jeruk Dekopon Kini Turun Gunung

Liputan Media, Spesial
  Jeruk dekopon yang lazim tumbuh di dataran tinggi, mampu berbuah di dataran rendah. Buah lebih manis. Bangun Restuana girang sekali menyaksikan dua pohon jeruk dekopon miliknya berbunga dan menjadi buah. Pohon pertama mengeluarkan 5 buah, sedangkan pohon kedua menghasilkan 3 buah. Saat muda kulitnya hijau dan sangat keriput Setelah matang berubah menjadi kuning dan keriputnya berkurang. Bobot setiap buah matang sekitar 400-600 gram. Daging buah dekopon dari bibit berukuran 60 cm itu berwarna kuning pucat. Bangun mengupas buah yang sudah matang lalu mencicipinya. Citarasa buah itu manis dan bertekstur agak kering. Lazimnya dekopon bercitarasa manis sedikit masam. Semula Bangun mengira dekopon gagal berbuah lantaran tumbuh di wilayah berketinggian 8 meter di atas permukaa...
Download PDF Materi Aneka Kursus Gratis BITE 2016

Download PDF Materi Aneka Kursus Gratis BITE 2016

Berita, Slide, Spesial
Berikut buku panduan  dan berbagai materi presentasi PPT aneka kursus gratis BITE 2016 yang sudah kami convert ke PDF. [Kursus BITE 2016] Buku Panduan Semua Materi Lengkap [Kursus BITE 2016] Teknologi Perbenihan Jeruk Bebas Penyakit [Kursus BITE 2016] Teknik Identifikasi Varietas Jeruk [Kursus BITE 2016] Teknik Identifikasi CVPD dan Defisiensi Unsur Hara [Kursus BITE 2016] Teknologi Tabulampot [Kursus BITE 2016] Pengolahan Manisan Kurmelo (Kulit Jeruk Pamelo) [Kursus BITE 2016] Teknologi Stekbung Anggur dan Perbanyakan Lengkeng [Kursus BITE 2016] Teknik Pembungaan Lengkeng [Kursus BITE 2016] Teknologi Budidaya Stroberi Tanpa Tanah [Kursus BITE 2016] Pestisida Alami
Mau Tahu Juaranya Photo Event BITE di Instagram?

Mau Tahu Juaranya Photo Event BITE di Instagram?

Berita, Slide, Spesial
Mencermati bahwa media sosial menjadi sarana efektif untuk diseminasi produk dan hasil riset Balitjestro, untuk pertama kalinya Balitjestro mengadakan lomba photo event di Instagram (IG). Mengambil momen BITE 2016 dengan serangkaian kegiatannya, pengunjung bisa turut serta dengan meng-upload foto terbaik di Instagram masing-masing dan menyertakan hashtag #balitjestro dan #instaBITE2016 serta lokasi “Balitjestro Indonesia” Foto yang diikutsertakan lomba adalah jepretan ketika event BITE berlangsung yaitu kontes buah jeruk, aneka lomba anak-anak, lomba kudapan berbahan jeruk, aneka kursus gratis di Balitjestro, kunjungan laboratorium, display inovasi teknologi, bursa benih, wisata petik jeruk, maupun berbagai momen menarik lainnya (bebas). Pengunjung merespon dengan cukup baik, set
Tips Membedakan Jenis Jeruk

Tips Membedakan Jenis Jeruk

Artikel, Jeruk, Spesial
Seringkali kita kesulitan membedakan jenis jeruk. Manakah yang jeruk keprok, jeruk siam, jeruk manis dan jeruk pamelo. Belum lagi jika masuk ke aneka macam varietas jeruk. Misalnya bagaimana membedakan jeruk keprok antara keprok Batu 55, keprok Gayo, keprok Borneo Prima, Keprok Tejakula dan seterusnya. Pertanyaan ini sering pula kami terima baik melalui email, media sosial maupun pengunjung yang datang ke Balitjestro mulai dari petani, pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum.  Artikel ini akan menjelaskan mengenai tips bagaimana membedakan jenis jeruk, khususnya pada kelompok besar yaitu membedakan jenis jeruk keprok, jeruk siam, jeruk manis dan pamelo. Jeruk merupakan salah satu buah yang dapat dibudidayakan di berbagai tempat mulai dataran rendah hingga dataran tinggi, daerah tropis h
Cara Mudah dan Cepat Membuahkan Jeruk Keprok

Cara Mudah dan Cepat Membuahkan Jeruk Keprok

Artikel, Jeruk, Spesial
Keprokisasi adalah salah satu program pemerintah dalam rangka pengembangan jeruk keprok di Indonesia yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi dan mampu bersaing d ipasar global guna bersaing sekaligus mensubstitusi jeruk impor. Namun dalam perkembangannya masih banyak kendala salah satunya masih banyak petani yang menghendaki menanam jeruk siam, alasannya jeruk siam waktu berbuah relatif lebih cepat dan mudah hanya membutuhkan waktu ± 2.5 tahun setelah tanam. Sedangkan jeruk keprok berbuah pertama membutuhkan waktu lebih lama yakni rata- rata 4 tahun setelah tanam baru bisa dinikmati hasilnya. Untuk mempercepat proses berbuah/produksi dapat dilakukan dengan “metode pelenturan percabangan” sehingga  petani tidak perlu khawatir untuk menanam jeruk keprok karena umur produksi awal relatif
Mulsa Sebagai Pengendali Gulma dan Hama Pada Tanaman Jeruk

Mulsa Sebagai Pengendali Gulma dan Hama Pada Tanaman Jeruk

Artikel, Spesial
Dalam budidaya jeruk banyak masalah yang dihadapi terutama dalam pengendalian hama , penyakit dan gulma yang tumbuh disekitar tanaman. Untuk mengatasi gulma  petani biasanya secara manual maupun dengan obat kimia. Dengan cara manual diantaranya penyiangan dan pendangiran. Penyiangan gulma dapat dilakukan dengan kored, sabit, dicabut dengan tangan. Pengendalian dengan cara ini efektif menekan serangan gulma, tetapi mahal karena membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan waktu yang lama, kadang terkendala oleh kondisi iklim seperti hujan. Sehingga cara ini sudah mulai ditinggalkan petani karena besarnya biaya yang dibutuhkan. Kemudian dengan obat kimia yaitu penyemprotan herbisida. Penggunaan herbisida efektif dalam pengendaliannya namun harus dengan takaran yang tepat karena berdampak
Arry Supriyanto: Separuh Jiwa untuk SoE

Arry Supriyanto: Separuh Jiwa untuk SoE

Berita, Liputan Media, Spesial
Namanya Arry Supriyanto, dia berprofesi sebagai peneliti di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika  (Balitjestro), Tlekung, Kota Batu, Jawa Timur. Dari tangan dinginnya, pengembangan jeruk Keprok SoE di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) makin menggembirakan. Putra Malang yang kalem tapi ‘kocak’ ini boleh dibilang separuh jiwanya untuk keprok SoE, telah lama bergaul dengan petani jeruk di daerah ini. Dia kadang tak peduli apakah kunjungannya didukung oleh anggaran pemerintah atau tidak, yang penting kepentingan petani akan inovasi teknologi  bisa terpenuhi. Begitu cintanya dengan petani, bisa dikatakan daerah SoE ini adalah kampung halaman keduanya. Kendati usianya tidak muda lagi, semangatya untuk membangun jeruk SoE terus membara, dan dengan kesetiaannya mengawal
JRM 2012 Manis dan Tahan Sampai 60 Hari

JRM 2012 Manis dan Tahan Sampai 60 Hari

Artikel, Jeruk, Spesial
Jeruk baru JRM-2012 manis hingga 140 briks dan tahan simpan dua bulan. Hampir saja puluhan kilogram jeruk itu mengonggok di sebuah gerai pasar swalayan di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Namun, pada hari kelima sekitar 100 kg jeruk itu ludes. Konsumen menyerbu jeruk berkulit jingga terang, licin, dan rnengllap, Harap mafhum, begitu panen hingga hari keempat, citarasa jeruk JRM-2012-begitu nama jeruk baru itu-memang agak masam. Namun, pada hari kelima, citarasa jeruk itu aduhai manis. Kadar kemanisan buah pada hari kelima pascapetik mencapai 14° briks. Itulah sebabnya pasar swalayan itu meminta kembali pasokan jeruk JRM-2012. Banyak konsumen memang mencari jeruk JRM-2012. Selain manis, jeruk keprok berukuran sedang-bobot rata-rata 120 gram per buah-itu juga tahan lama. Jeruk itu
Mengenal Penyakit CVPD (Huanglongbing)

Mengenal Penyakit CVPD (Huanglongbing)

Artikel, Hama Penyakit Jeruk, Spesial
  Picture; Kutu loncat Jeruk Asia yang menyerang tanaman jeruk dan membawa penyakit dari pohon satu ke pohon lainnya. Di Florida, banyak tanaman jeruk terserang penyakit ini. Foto oleh Sam Droege, USGS Patuxent Wildlife Research Center.   Kutu loncat Diapohorina citri Kuw. merupakan serangga penular atau vektor penyakit CVPD yang mempercepat penyebaran penyakit ini di lapang. Satu ekor vektor CVPD yang mengandung patogen L. asiaticus terbukti mampu menularkan penyakit sistemik ini ke pohon jeruk sehat. Jika di kebun jeruk kita tidak dijumpai pohon yang terinfeksi penyakit CVPD karena ditanami dengan bibit jeruk bebas penyakit, maka kehadiran serangga penular ini hanya merupakan hama biasa yang merusak pupus atau tunas muda. Agar pengendalian vektor CVPD lebih tepat sa...
Teknologi Kunci Pasca Panen dalam Meningkatkan Daya Saing Jeruk Keprok SoE

Teknologi Kunci Pasca Panen dalam Meningkatkan Daya Saing Jeruk Keprok SoE

Artikel, Spesial
Pohon jeruk keprok SoE kalau dipelihara secara optimal akan menghasilkan buah yang banyak, berukuran relatif seragam, dan jika dipanen pada saat petik optimum dengan cara yang benar, penampilan buah menjadi sangat menarik, yaitu kulit buah berwarna orange-kemerahan, mengkilat, dan rasanya manis dan segar di mana kandungan gula dan asam proposional sesuai selera konsumen. Mutu buah jeruk ditentukan oleh ukuran yang seragam, penampilan yang menarik biasanya yang berwarna kuning merata dan mulus, serta bercita rasa manis segar sesuai permintaan pasar. Selain rasanya, warna dan kemulusan kulit buah jeruk sering menjadi daya tarik utama konsumen untuk membeli buah jeruk. Buah jeruk keprok kita yang sudah matang sering mempunyai tampilan warna kulit tidak merata dan kadang masih ada warna ke...
Koleksi SDG Lengkeng di KP Banjarsari Berbuah Lebat

Koleksi SDG Lengkeng di KP Banjarsari Berbuah Lebat

Berita, Spesial
Koleksi Sumber Daya Genetik (SDG) tanaman lengkeng (Dimocarpus longan Lour) Balitjestro ditanam di dua kebun percobaan (KP) yaitu Tlekung dan Banjarsari. KP Tlekung mewakili daerah dataran tinggi (950 m dpl) sedangkan KP Banjarsari dataran rendah (2 m dpl). Tanaman koleksi SDG lengkeng yang ditanam di KP Banjarsari berjumlah 8 aksesi dengan jumlah tanaman 69. Berdasarkan cara pembungaannya koleksi tersebut terbagi menjadi dua, yaitu berbunga secara alami dan dengan induksi. Teknologi induksi pembungaan dilakukan adalah secara kimia. Aksesi yang berbunga dengan cara diinduksi bisa mulai dibungakan ketika umur 2 tahun. Pada umur tersebut dengan pemeliharaan yang optimal dapat membentuk vigor tanaman dengan  tinggi ± 2 m. Jika vigor tanaman tidak optimal maka belum dapat dilakukan induk
Partisipasi Peneliti dan Teknisi Balitjestro dalam Reuni Akbar SPMA-SPP Negeri Malang

Partisipasi Peneliti dan Teknisi Balitjestro dalam Reuni Akbar SPMA-SPP Negeri Malang

Berita, Spesial
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) berpartisipasi dalam bentuk stand pameran bersama Badan Litbang Pertanian lingkup Malang Raya pada acara Reuni Akbar SPMA Negeri Malang di Jalan Ikhwan Ridwan Rais Nomor 84, Tanjung, Malang. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 16 Mei 2015. Banyak peneliti dan teknisi Balitjestro yang merupakan lulusan SPMA Negeri Malang yaitu; Dr. Nurhadi; Dr. Harwanto; Ir.Suhariyono; Umi Nurul Taflikhah; Ir. Otto Endarto, M.Si; Hadi Mulyanto, SP; Setiono SP; Dr. Anang Triwiratno; Haryono, Sri Andayani, SP. Kontribusi SPMA Malang sangat terasa dengan banyaknya alumni yang menyebar ke seluruh Indonesia dan menggeluti bidang pertanian. Panitia reuni akbar ini mengangkat visi: “Menjadi wadah dalam menghimpun potensi sumberdaya alumni unt
Bumi Blambangan Membangun Kawasan Jeruk Keprok di Pintu Keluar Ijen

Bumi Blambangan Membangun Kawasan Jeruk Keprok di Pintu Keluar Ijen

Berita, Spesial
Oleh: Sutopo Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian   Puas dengan kinerja jeruk Siam di Kecamatan Bangorejo, Pemerintah Banyuwangi akan menduplikasi succes storry tersebut di Kecamatan Licin dengan jeruk keprok. Berstatus kabupaten terluas di Pulau Jawa yang memiliki SDA mulai pantai hingga pegunungan dan SDM yang mandiri maka wilayah Blambangan ini tidak mustahil bisa menjadi salah satu penghasil jeruk terbesar di Indonesia   Kabupaten Banyuwangi dengan luas wilayah 5.782,50 km menjadi kabupaten terluas di Jawa Timur bahkan di Pulau Jawa. Selain wilayahnya luas, bumi Blambangan ini terletak di ujung paling timur Pulau Jawa dan dikenal memiliki keragaman budaya, kesenian/tradisi, serta tempat wisata yang memiliki r...
Kebangkitan Jeruk di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat

Kebangkitan Jeruk di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat

Artikel, Spesial
Pada kisaran tahun 1985 – 2000 Pasaman sangat terkenal sebagai sentra jeruk di Sumatera Barat, sehingga banyak petani yang sukses ekonominya karena komoditas ini.  Namun dengan adanya serangan CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) atau di dunia internasional dikenal dengan huanglongbing dan penyakit lainnya, secara perlahan tanaman jeruk punah dan petani yang mengusahakannya beralih pada komoditas lain. Untuk mengembalikan kejayaannya, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Setelah melakukan serangkaian penelitian, maka pada tahun 2011 BPTPH Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menyatakan bahwa daerah-daerah sentra penanaman jeruk telah bebas dari CVPD. Berdasarkan kondisi ini, maka pada tahun 2011 Pemkab Pasbar melakukan ‘Pencanangan Lahan Pasbar Bebas CVPD’ se