Slide

Kementan rilis lemon tanpa biji “Montaji Agrihorti”

Kementan rilis lemon tanpa biji “Montaji Agrihorti”

Berita, Slide
Berbagai manfaat dari jeruk lemon menjadikan orang ingin membudidayakannya, baik sebagai tanaman lahan maupun pekarangan. Di beberapa daerah sudah banyak yang mengembangkannya. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tahun 2018 Kementerian Pertanian (kementan) merilis varietas jeruk lemon tanpa biji "Montaji Agrihorti" dengan SK Menteri Pertanian No 039/Kpts/SR. 120/D.2.7/4/2018. Buah ini dapat menjadi salah satu referensi bagi yang berminat untuk mengembangkan. Tipe jeruk ini dapat tumbuh baik di media tumbuh terbatas seperti pot sebagai tabulampot atau di lapang. Sebagai tanaman tambulampot dia rajin berbuah sepanjang tahun dengan produksi 8-13 kg/pohon/pot. Keunggulan buah ini adalah kulitnya yang tipis serta kandungan jus tinggi. Ciri lain dari buah ini adalah tanpa biji atau see...
Kementan siap bagikan benih jeruk gratis

Kementan siap bagikan benih jeruk gratis

Berita, Slide
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam sela- sela kesibukan kegiatan di Jawa Timur menyempatkan untuk berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, 25/05/2018. Dalam kunjungan kerja ini mentan menyampaikan bahwa satu juta benih jeruk akan dibagikan gratis kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan program "Bekerja" (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) yang dicanangkan Kementerian Pertanian sesuai arahan presiden. Dengan menjangkau 1.000 desa di 100 kabupaten angka kemiskinan secara agregat program ini diharapkan mampu ditekan sesuai target pemerintah menjadi satu dijit atau di bawah 10 persen pada 2018. Salah satu wujudnya  adalah pembagian benih tanaman baik sayuran, buah - buahan dengan memanfaatkan pekarangan masyarakat secara intensif untuk pertanian. Pe
Kementan kembali salurkan 12 ribu benih jeruk ke Kabupaten Tuban

Kementan kembali salurkan 12 ribu benih jeruk ke Kabupaten Tuban

Berita, Slide
  Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menyalurkan benih jeruk bebas penyakit kepada masyarakat. Kali ini giliran kabupaten Tuban menerima 12 ribu benih sebagai tahap pertama dari 20 rb yang direncanakan. Penyerahan benih dilakukan di Kebun Percobaan Punten, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (balitjestro), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan), Jumat 04/05/2018. Secara simbolis benih jeruk diserahkan kasubag tata usaha Balitjestro Wisnu Unjoyo mewakili kepala Balitjestro kepada Wakil Ketua Pokja 3 Tim Penggerak PKK Kabupaten Tuban, Lulus Endah Cahyani. Penyerahan benih ini merupakan kelanjutan dari program Kementerian Pertanian dalam program perbenihan nasional 2018 serta mendukung program Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera...
Tanam perdana di Kebun Buah Clapar awali pengembangan Jeruk di Kabupaten Batang

Tanam perdana di Kebun Buah Clapar awali pengembangan Jeruk di Kabupaten Batang

Berita, Slide
Kerjasama pengembangan jeruk antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian dengan Kabupaten Batang ditandai dengan penanaman perdana jeruk di Kebun Buah Clapar Kabupaten Batang  Rabu 25/04/2018. Kegiatan tanam perdana ini dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Hardiyanto, Bupati Batang Wihaji SAg, M.Pd beserta jajaran. Kepala Balitjestro Dr. Muhammad Taufiq Ratule, kepala Balitsa Dr. Catur Hermanto, Kepala Balithi Dr. Rudy Suhendi serta Kepala BPTP Jateng Dr. Harwanto turut hadir dalam kegiatan ini. Bupati Batang menyampaikan bahwa kegiatan ini ke depan tidak hanya hortikultura aksi tetapi juga menjadi agrowisata baru sebagai edukasi bagi masyarakat tentang hortikultura. Agrowisata ini sudah tercantum dalam Peraturan D
Balitbangtan salurkan ribuan benih jeruk ke Pemkab Batang

Balitbangtan salurkan ribuan benih jeruk ke Pemkab Batang

Berita, Slide
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan) , Kementerian Pertanian melalui Balitjestro menyalurkan 21260  benih jeruk kepada pemerintah kabupaten Batang untuk dikembangkan petani. Penyerahan benih ini dilakukan di Kebun Percobaan Punten, Sabtu 21/04/2018. Kepala Balitjestro Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule menyampaikan, benih jeruk ini akan diberikan secara gratis kepada petani sebagai wujud program perbenihan buah buahan 2018 yang dicanangkan Menteri Pertanian. Penyerahan ini merupakan tahap pertama dari total 35000 pohon yang akan disalurkan ke Batang. Balitbangtan bekerjasama dengan Pemkab Batang menjadikan kawasan Batang sebagai salah satu wilayah  pengembangan jeruk disamping daerah lain di Indonesia, lanjutnya. Jeruk yang disalurkan antara lain Ke
Varietas jeruk di dunia

Varietas jeruk di dunia

Artikel, Pemuliaan & Sumber Daya Genetik, Slide
Berbagai spesies dari genus Citrus telah di budidayakan di seluruh dunia dan bahkan beberapa negara telah menjadi produsen terbesarnya . Dapat diketahui bahwa China adalah Negara penghasil jeruk berbagai spesies dan yang terbesar adalah jenis jeruk Tangerine,Mandarin, dan Clementine. Berdasarkan The citrus Industry Vol. I, klasifikasi oleh Swingle, bahwa Tangerine dan Clementine termasuk ke dalam kelompok Mandarin. Mandarin sendiri adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan kepada kelompok jeruk dengan ciri kulit tipis, mudah dikupas  dan juring tidak rekat. Tangerine, nama yang pertama kali digunakan untuk buah yang berasal dari Tangier, Maroko, sebagai variasi dari Mandarin. Di bawah sistem klasifikasi Tanaka, Citrus tangerina dianggap sebagai spesies terpisah. Namun sebagia
Keprok Gayo komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan

Keprok Gayo komoditas unggulan yang berpotensi dikembangkan

Berita, Slide
Aceh dikenal sebagai penghasil  tanaman perkebunan seperti  sawit, karet, kopi dan lainnya. Banyak orang mengenal akan Kopi Gayo yang memiliki citarasa kopi arabika yang khas dan menjadi unggulan Nasional. Selain di sektor perkebunan ternyata Aceh memiliki komoditas hortikultura yang berpotensi untuk dikembangkan. Salah satu komoditas tersebut adalah jeruk. Jeruk yang dikenal di Kota Serambi Mekkah ini adalah Keprok Gayo. Buah ini berasal dari Paya Tumpi, Kecamatan Kota, Kabupaten Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam. Keprok Gayo dilepas berdasarkan SK Menteri Pertanian No 210/Kpts/SR.120/3/2006 . Jeruk ini berkembang di dataran tinggi antara 800- 1000 mdpl. Warna buahnya yang oranye kekuningan sangat menarik  disertai citarasa yang manis, asam segar. Kemudian dengan budid
Balitbangtan manfaatkan tagetes untuk kendalikan hama jeruk

Balitbangtan manfaatkan tagetes untuk kendalikan hama jeruk

Berita, Liputan Media, Slide
Jakarta (ANTARA News) - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian memanfaatkan tanaman tagetes (Tagetes erecta) atau dikenal dengan nama kenikir sebagai bahan pengendali serangan hama pada tanaman jeruk. Peneliti hama Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Balitbangtan Otto Endarto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, mengatakan, tanaman tagetes mempunyai banyak manfaat bagi manusia salah satunya untuk pertanian. Hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dipergunakan karena mempunyai kandungan senyawa kimia seperti terpenoid, karotenoid, tegetiin, terthienyl, helenian, serta flavoxanthin yang dapat dipergunakan. Pada jeruk, lanjutnya, tanaman kenikir dapat berfungsi sebagai pembatas kebun untuk memperindah lingkungan s...
Balitbangtan siap distribusikan 50 ribu benih lengkeng

Balitbangtan siap distribusikan 50 ribu benih lengkeng

Berita, Liputan Media, Slide
Jakarta (ANTARA News) - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian menyiapkan 50 ribu benih lengkeng untuk didistribusikan kepada masyarakat untuk mendukung program perbenihan buah 2018. Pendistribusian benih lengkeng yang salah satunya varietas Kateki tersebut akan dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Kepala Balitjestro, Muhammad Taufik Ratule di Jakarta, Kamis mengatakan, buah lengkeng Kateki mempunyai keunggulan dengan rasa yang manis melebihi rata-rata pada umumnya dan ukuran buah yang relatif besar. "Kateki memiliki daging yang tebal, biji kecil serta aroma yang lembut. Selain itu lengkeng ini memiliki kandungan air yang tidak terlalu tinggi dengan warna dagingnya putih sehingga cocok dijadi...
Balitbangtan siapkan 1,2 juta benih jeruk

Balitbangtan siapkan 1,2 juta benih jeruk

Berita, Liputan Media, Slide
Jakarta (ANTARA News) - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) menyiapkan 1,2 juta benih bermutu bebas penyakit untuk disebar kepada masyarakat di beberapa daerah di Indonesia. Kepala Balitjestro Muhammad Taufiq Ratule melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa mengatakan, upaya tersebut untuk mendukung program perbenihan buah-buahan nasional 2018 yang dicanangkan Menteri Pertanian yang salah satunya jeruk. "Benih merupakan faktor penting untuk keberhasilan agribisnis jeruk. Benih yang sehat dan berkualitas akan menghasilkan produksi jeruk yang tinggi dan berumur panjang," katanya. Balitbangtan melalui Balitjestro dan BPTP-Balitbangtan propinsi, tambahnya, mempunyai kewajiban mendu...
Keprok Brastepu, jeruk asal Karo dengan rasa manis dan warna menarik

Keprok Brastepu, jeruk asal Karo dengan rasa manis dan warna menarik

Berita, Jeruk, Slide
Kekayaan Sumber Daya Genetik  jeruk di Indonesia tersebar dari Aceh sampai Papua. Keprok Brastepu merupakan salah satu jenis jeruk keprok yang memiliki keunggulan akan rasa dan warnanya yang menarik yaitu  oranye  . Jeruk ini berasal  dari  Desa Kubu Colia Kecamatan Tiga Panah Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Keprok Brastepu  dilepas  berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 443/Kpts/SR.120/4/2008 Jeruk ini mempunyai cita rasa manis segar dengan tingkat kemanisan 9,0-11,0° brix, Bentuk buah bulat sedikit pipih, ukuran buah sedang, dan warna kulit buah kuning-oranye, Warna daging buah orange dan produktivitasnya antara 50-70 kg/pohon/tahun pada masa panen. Jeruk ini cocok ditanam di dataran tinggi 800 - 1400 mdpl. Keprok Brastepu merupakan salah satu varietas unggul
Pikung, percepat jeruk berbuah

Pikung, percepat jeruk berbuah

Berita, Jeruk, Slide
Dalam membudidayakan jeruk terutama jeruk keprok selama ini membutuhkan waktu rata-rata empat tahun untuk berproduksi. Hal tersebut membuat petani lebih memilih untuk mengembangkan jeruk siam yang relatif lebih cepat dalam berproduksi. Sebenarnya jeruk kereok mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi. Karena jeruk impor yang membanjiri pasar dalam negeri merupakan jenis keprok. Untuk itu perlu adanya pengembangan jeruk keprok lebih luas lagi sebagai upaya mensubstitusi jeruk impor. Untuk mengatasi permasalahan lamanya produksi pada jeruk keprok, dapat dilakukan dengan “metode pemijatan dan pelengkungan” atau pikung pada percabangan sehingga petani tidak perlu khawatir untuk menanam jeruk keprok karena umur produksi awal relatif sama dengan jeruk siam. Berdasarkan ketera
Bujangseta, Buahkan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun

Bujangseta, Buahkan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun

Artikel, Budidaya Jeruk, Jeruk, Slide
Agribisnis jeruk sering dihadapkan pada permasalahan yang lazim dirasakan oleh petani. Masalah tersebut antara lain masa produksi yang lama dan masa panen bersamaan yang mengakibatkan jatuhnya harga yang kurang menguntungkan bagi petani serta kualitas buah yang kurang bagus. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian berupaya menghasilkan teknologi yang mampu memecahkan solusi bagi masalah petani dalam membudidayakan jeruk. Salah satu teknologi baru yang dihasilkan yaitu Teknologi Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun yang dikenal dengan Bujangseta diharapkan mampu mengatasi permasalahan petani. Dr.Ir. Muhammad Taufiq Ratule Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika menjelaskan bahwa adanya inovasi ini mampu mengatasi permasalhan petani akan pembuahan jer...
Kemenristekdikti Tetapkan Balitjestro sebagai Pusat Unggulan Iptek Jeruk

Kemenristekdikti Tetapkan Balitjestro sebagai Pusat Unggulan Iptek Jeruk

Berita, Slide
Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (balitjestro) di tetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Jeruk oleh Kemenristekdikti dalam acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan tahun 2017. Deklarasi PUI ini ditandai dengan penyerahan sertifikat dan plakat PUI oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Muhammad Nasir kepada Kepala Balitjestro Dr. Muhammad Taufiq Ratule, di auditorium BPPT, 13/12/2017. Dalam sambutannya Menristekdikti menyampaikan, apresiasi ini bertujuan untuk meningkatkan suatu inovasi dalam negeri. Pusat unggulan Iptek juga harus mampu mencetak para peneliti yang bisa menghasilkan publikasi internasional, menghasilkan prototype, dan bisa menghasilkan suatu inovasi. "Inovasi itu merupakan temuan yang harus bisa dikome...
Transfer Teknologi Melalui Pelatihan Bujangseta

Transfer Teknologi Melalui Pelatihan Bujangseta

Berita, Slide
149 peserta dari 12 provinsi mengikuti kegiatan Pelatihan Teknologi Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun (Bujangseta) yang diselenggarakan  di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, 23/11/2017. Kegiatan pelatihan ini dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Dr. Ir Hardiyanto, M.Sc. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu cara transfer teknologi untuk diterpkan kepada petani. Teknologi ini untuk mengatasi permasalahan tentang pembuahan jeruk yang selama ini terbatas hanya setahun sekali. Dengan bujangseta petani dapat mengatur  masa pembuahan jeruk sehingga dapat mengatasi jatuhnya harga di masa panen. Kepala Balitjestro Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.si dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang ting
Tanam RGL Hasilkan Ratusan Juta

Tanam RGL Hasilkan Ratusan Juta

Berita, Slide
Pengembangan Jeruk Keprok RGL di Pagar Alam, Sumatera Selatan telah menuai hasil yang cukup tinggi bagi petani. Hal ini dapat dilihat saat peneliti Balitbangtan, Ir Sutopo, M.Si mengunjungi salah satu kebun petani dalam sela-sela pelatihan “Budidaya Jeruk Sehat “yang diselenggarakan Dinas Pertanian (diperta) Kota Pagar Alam beberapa waktu lalu. Sidarhan itulah pemilik kebun yang mengembangkan Keprok RGL. Di kebunnya telah tertanam Keprok RGL sebanyak 400 pohon yang berumur 5 tahun dan memasuki masa panen . Jeruk miliknya mulai panen mulai bulan Januari hingga sekarang. Kebun ini dijadikan sebagai lokasi wisata petik jeruk oleh pemiliknya sehingga keuntungan yang didapat pun semakin tinggi. Untuk masuk ke kebun ini pengunjung membayar 10.000/orang dan jeruk dijual dengan harga 300
Peran Balitjestro dalam Seminar Pekan Agro Expo Timor Leste

Peran Balitjestro dalam Seminar Pekan Agro Expo Timor Leste

Berita, Slide
  Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) berkesempatan mengikuti seminar di Timor Leste yang diwakili Dr. Dita Agisimanto sebagai narasumber. Kegiatan Seminar Regional dilaksanakan  bersama pekan AGRO-EXPO 2017, Kamis 19/10/2017. Tema Seminar adalah “BUILDING A COMPETITIVE AGRICULTURE IN OE-CUSSE AMBENO; IDEAS TO PROMOTE SMART PRODUCTIVE SPECIALIZATION”. Acara seminar di buka oleh President   Otorita Mr. ARSENIO PAIXAO BANO. Pembicara yang terlibat adalah Mr. Regio Da  Cruz Salu dari Oe-Cusse Ambeno, Ms.  Laura Maria Fiarotto dari UNDP, Ms. Christina  LSM World Neighbors, Sharon Alder dari OXFAM, Mr. Decio Riberio Sarmento dari Trade Invest, Mr. Lamberto Salu dari DITKREO, Mr. Hugo Lebre dari FSC, dan Tennant Fenton dari New Zealand. Otorita  Oe-C
Stafsus Menteri Pertanian Kunjungi Balitjestro

Stafsus Menteri Pertanian Kunjungi Balitjestro

Berita, Slide
Staf khusus Menteri Pertanian Dr.Ir Sam Herodian, MS  mengadakan kunjungan lapang di Balitjestro, Selasa 24/10/2017. Kegiatan ini diawali dengan melihat laboratorium terpadu Balitjestro dengan didampingi oleh Kasubag Tata Usaha Ir. Wisnu Unjoyo. Selanjutnya disini disampaikan kegiatan yang dikerjakan dalam lab terutama kultur jaringan oleh Dr. Dita Agisimanto peneliti Balitjestro. Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Kebun Percobaan (KP) Tlekung yang sedang mengerjakan perbenihan apel sesuai dengan program Kementerian Pertanian. Kemudian kunjungan dilanjutkan dengan mengunjungi KP Punten dan Banaran. Di KP Punten dapat dilihat proses perbenihan jeruk bebas penyakit. Disamping itu berbagai koleksi Sumber Daya Genetik Jeruk ada disini. KP ini merupakan sentra perbenihan jeru
Petugas dan Petani Kota Kediri Belajar Budidaya Jeruk di Balitjestro

Petugas dan Petani Kota Kediri Belajar Budidaya Jeruk di Balitjestro

Berita, Slide
  70 peserta yang terdiri dari petani dan petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri  mengadakan kunjungan sekaligus pelatihan budidaya dan tabulampot jeruk di Balitjestro , Rabu/18/10/2017. Kegiatan budidaya jeruk dilakukan di KP Banaran dengan dipandu oleh Ady Cahyono, SP. Di sini peserta diberi materi dan sedikit praktek budidaya jeruk dengan teknologinya. Teknologi budidaya yang mencakup semua aspek dari awal sampai masa panen dijelaskan untuk dapat dipelajari oleh peserta. Selain itu di KP ini diterapkan teknologi pembuahan jeruk sepanjang musim yang dikenal dengan” Bujang Seta”. Teknologi ini menarik minat bagi kalangan petani untuk mengadopsinya. Dengan teknologi ini dapat memberikan hasil produksi yang lebih besar karena panen tidak lagi hanya s
Mengawal Jeruk di Istana Kepresidenan Cipanas

Mengawal Jeruk di Istana Kepresidenan Cipanas

Berita, Slide
Tanaman jeruk yang ditanam di Istana Kepresidenan Cipanas beberapa waktu lalu terus di kelola dengan dukungan teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (balitbangtan), Kementerian Pertanian dalam budidayanya. Dukungan tersebut diwujudkan dengan pengawalan teknologi jeruk yang dilakukan balitbangtan dengan mengirimkan tim teknis  untuk mengaplikasikan inovasi teknologi jeruk , 10-13 Oktober 2017. Tim yang terdiri dari Dr.Ir. Rudy Soehendi MP (Balithi),  Ady Cahyono SP (Balitjestro), beserta tim melakukan kegiatan pendampingan teknologi disana. Kegiatan ini diterima oleh Kepala Subbagian Perlengkapan Istana Kepresidenan Cipanas  Ferdy Sjaiful, ME, beserta staf. Kegiatan yang dilakukan adalah pemupukan, pemangkasan jeruk, pengendalian hama penyakit di tabulampot maupu