Liputan Media

Eddy Rumpoko: Smart City Berbasis Pertanian

Eddy Rumpoko: Smart City Berbasis Pertanian

Liputan Media
Konsep Smart City untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas mungkin sudah biasa kita dengar. Namun kali ini, Walikota Kota Wisata Batu, Eddy Rumpoko, punya konsep lain, smart city yang dia akan wujudkan adalah kota yang mampu memberikan akses atau kemudahan bagi perdagangan produk pertanian. Konsep ini pastinya akan berujung kepada kesejahteraan petani. Jiwa keberpihakannya kepada petani ini memang sudah diakui oleh masyarakatnya. Lihat saja Kantor Walikotanya, dia beri julukan ‘Among Tani’. Dari sebutan ini saja terlihat bahwa dia sangat memberikan kesempatan buat seluruh petani Kota Batu. “Petani tidak perlu takut masuk kantor walikota, silakan datang dan gunakanlah untuk kepentingan petani” katanya disambut meriah tepuk tangan perserta BITE 2016 ketika acara pembukaan. Dia
Dari Kota Batu, Jeruk Menggurita Ke Seluruh Indonesia

Dari Kota Batu, Jeruk Menggurita Ke Seluruh Indonesia

Liputan Media
Tepat berada di Jalan Raya Tlekung No.1 Kota Wisata Batu, Jawa Timur, kita akan menemukan sebuah kantor bernama Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Di balai ini terbentang hamparan kebun jeruk yang saat ini sedang menguning buahnya. Tak pernah puas rasanya memandang untaian jeruk di dataran tinggi Kota Wisata Batu itu. Pagi Kamis 4 Agustus 2016 itu, suasana sejuk yang menjadi ciri kota Batu membuat suasana menjadi indah. Tepat berada di pelataran kantor itu, kita bukan saja bisa menyaksikan hijau-kuningnya jeruk, tetapi bisa pula kita saksikan bentangan Kota Batu dan Kota Malang seolah kita sedang berada di ‘negeri atas awan’. Di kantor ini pula pada hari itu di gelar “Balitjestro Innovation Technology Expo (BITE) 2016, sebuah event nasional. Berduyu
Alternatif Wisata Murah: Petik Jeruk di Kota Batu

Alternatif Wisata Murah: Petik Jeruk di Kota Batu

Liputan Media
VIVA.co.id - Kota Batu, yang terletak di sebelah barat Kota Malang, sering kali disebut kota wisata. Setiap akhir pekan atau musim liburan, Kota Batu selalu dibanjiri wisatawan yang menikmati waktu liburan bersama keluarga atau teman-teman. Beragam wahana wisata, mulai dari wisata alam, wisata buatan, hingga agrowisata, menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Apel, sebutan lain Kota Batu. Jika biasanya Kota Batu identik dengan petik apel di sektor agrowisatanya, kali ini wisatawan bisa menikmati wisata baru yaitu, petik jeruk. Lokasi wisata petik jeruk berada di Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Subtropika (Balitjestro), di Jalan Raya Tlekung, Kecamatan Junrejo. Hawa dingin dengan nuansa perkebunan tentu menarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke tempat ini. ...
BITE 2016, Sinergikan Pertanian dan Pariwisata di Kota Wisata Batu

BITE 2016, Sinergikan Pertanian dan Pariwisata di Kota Wisata Batu

Liputan Media
BATU – Event Balitjestro Innovation Technology Expo (BITE) 2016 dibuka, Kamis (4/8/2016) sore. Event bakal digelar selama tiga hari hingga Sabtu (6/8/2016). Wali Kota Batu Eddy Rumpoko bersama Ketua TP PKK Kota Batu Dewanti Rumpoko hadir langsung dalam pembukaan even tersebut. Dalam Sambutannya Walikota Batu Eddy Rumpoko mengungkapkan bahwasanya Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balijestro) bisa dikemas sebagai obyek wisata. Hal ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisata ke Kota Batu. “Bukan hanya sebagai tempat penelitian, tapi juga sebagai wahana,” ujar, ER sapaan akrab Wali Kota Batu dalam acara Balijestro Innovation Technology Expo (BITE),berapa menit lalu. Balijestro dan Pemkot Batu, harus bisa bersinergi dalam mengembangkan sektor pertanian juga pariwi
Kampung Moibaken Biak akan menjadi sentra buah jeruk

Kampung Moibaken Biak akan menjadi sentra buah jeruk

Liputan Media
Biak, Papua, (ANTARA News) - Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Tanaman Pangan (Kadisnaktan) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua I Made Suaryadana menyebutkan, budidaya tanaman jeruk di kampung transmigrasi Moibaken distrik Yendidori seluas 25 hektare pada tahun 2016 akan menjadikan daerah ini sentra penghasil buah jeruk manis. Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Tanaman Pangan I Made Suaryadana di Biak, Sabtu, mengatakan, program pengembangan sentra jeruk manis sudah berjalan dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani transmigrasi dan warga lokal asli Biak. Ia mengakui, selama beberapa tahun belakangan ini di wilayah kampung Moibaken dikenal memiliki lahan pertanian yang cocok ditanami berbagai jenis sayur mayur, buah jeruk, bangkuang serta tanaman palawija lain. ...

Jepang Ingin Kembangkan Jeruk Yuzu Aceh Tengah

Liputan Media
Sebagai wujud keseriusan pemerintah Jepang untuk mengembangkan Jeruk Yuzu yang secara morfologis mirip dengan Jeruk JC/YC atau Jeruk Sayur di Kabupaten Aceh Tengah, dua orang perwakilan Badan Kerjasama internasional Jepang atau Japan International Corporation Agency (JICA)Kazuhisa Matsui, yang juga fasilitator sekaligus konsultan dari Matsui Global bersama Mana Nagao Takasugi, seorang peneliti dan evaluator Departemen Pengembangan Sosial Ekonomi International Development Center of Japan, hari Selasa (1/6/2016) lalu mengunjungi Balitjestro (Balai Penelitian Jeruk dan Buah Tropis) di Tlekung, Jawa Timur untuk menjajaki peluang kerjasama pengembangan Jeruk Yuzu di Indonesia. Rombongan ditemani oleh Taufiq Mansur dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Juariah dari Biro Kerjasama Luar ...
Kubu Raya Dukung Pengembangan Budidaya Jeruk Keprok

Kubu Raya Dukung Pengembangan Budidaya Jeruk Keprok

Liputan Media
Sungai Raya, Kalbar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan mendukung penuh kegiatan masyarakat Sungai Radak II yang mengembangkan budidaya Jeruk Keprok yang diolah menjadi sirup. "Kita akan membantu baik dari proses penanamannya sampai dengan proses pengolahannya hingga pemasarannya," kata Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus di Sungai Raya, Kamis. Menurutnya, masyarakat Kubu Raya harus mampu bersaing dengan masyarakat lain di Asean. Baik dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi serta tanaman pangan dan hortikultura. "Makanya kita minta masyarakat untuk terus mengembangkan komoditi ini," tuturnya. Dia menceritakan, selama dua tahun ini, masyarakat Desa Sungai Radak II, Kecamatan Terentang telah mengembangkan Jeruk Keprok dimana hasil kebun jeruk tersebut sudah ada ...
Manisnya Anggur di Lahan Gambut

Manisnya Anggur di Lahan Gambut

Liputan Media
Lahan gambut masih terkesan ‘angker’ bagi pembudidaya tanaman hortikultura. Namun tidak bagi Mahyushan. Berkat tangan dinginnya, tanaman anggur bisa tumbuh subur di lahan yang minim unsur hara tersebut. Lahan gambut masih terkesan ‘angker’ bagi pembudidaya tanaman hortikultura. Namun tidak bagi Mahyushan. Berkat tangan dinginnya, tanaman anggur bisa tumbuh subur di lahan yang minim unsur hara tersebut. HARYADI, Sungai Bulan “Memang butuh ketelatenan tinggi untuk menguji coba tanaman anggur di lahan gambut ini,” kata Mahyushan memulai perbincangan bersama Pontianak Post, Kamis (5/5). Lokasi kebun anggur milik Mahyushan terletak di Desa Sungai Bulan Sekunder A, Kabupaten Kubu Raya. Dulu lahan tersebut masih hutan belantara. Tak ada teman, bahkan sanak saudara yang mau bertandang ke san
Arry Supriyanto: Separuh Jiwa untuk SoE

Arry Supriyanto: Separuh Jiwa untuk SoE

Berita, Liputan Media, Spesial
Namanya Arry Supriyanto, dia berprofesi sebagai peneliti di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika  (Balitjestro), Tlekung, Kota Batu, Jawa Timur. Dari tangan dinginnya, pengembangan jeruk Keprok SoE di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) makin menggembirakan. Putra Malang yang kalem tapi ‘kocak’ ini boleh dibilang separuh jiwanya untuk keprok SoE, telah lama bergaul dengan petani jeruk di daerah ini. Dia kadang tak peduli apakah kunjungannya didukung oleh anggaran pemerintah atau tidak, yang penting kepentingan petani akan inovasi teknologi  bisa terpenuhi. Begitu cintanya dengan petani, bisa dikatakan daerah SoE ini adalah kampung halaman keduanya. Kendati usianya tidak muda lagi, semangatya untuk membangun jeruk SoE terus membara, dan dengan kesetiaannya mengawal
Marwan Jafar: Jeruk Malang Nggak Kalah dengan Jeruk Impor!

Marwan Jafar: Jeruk Malang Nggak Kalah dengan Jeruk Impor!

Liputan Media
MALANG - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT), Marwan Jafar, mengaku terpukau dengan jeruk hasil pertanian warga Desa Selorejo, Kecamatan Dau Kabupaten Malang Jawa Timur. "Jeruknya manis, enak. Enggak kalah saing lah dengan jeruk-jeruk impor," ujarnya seusai memetik beberapa jeruk di kebun milik Nur Rahmawati, saat berkunjung ke Desa Selorejo, Dau, Kabupaten Malang, Jumat (27/3). Menurutnya, desa-desa yang memiliki potensi untuk mendongkrak perekonomian masyarakat desa perlu diberikan perhatian khusus, agar dapat meningkatkan kesejahteran warga setempat. "Desa potensial seperti Selorejo ini perlu diberi perhatian khusus. Kita berharap kedepan tidak perlu lagi ada impor jeruk, di dalam negeri kan banyak jeruk, ya salah satunya di Desa ini masa ki...
Menguak Jeruk Keprok di Bumi Apel

Menguak Jeruk Keprok di Bumi Apel

Liputan Media
“Selama ini ternyata pengetahuan kita soal jeruk sangat minim sekali, bayangkan kita selalu mengagumi jeruk mandarin. Padahal Indonesia ternyata memiliki varietas yang sama dengan jeruk itu, yakni jeruk “keprok” inilah sepenggal keterbatasan pengetahuan masyarakat yang juga dirasakan oleh ‘Sinta’ ketika beberapa waktu lalu sempat menjelajah inovasi jeruk di Balitjestro, Kota Batu, Jawa Timur. Bagi yang belum pernah bertandang ke sana, perjalanan bisa dimulai dari Bandara Abdurachman Saleh di Malang. Dari bandara itu, Rekan-rekan jelajah bisa menyewa mobil dengan tarif Rp. 150 ribu dan perlu waktu 1,5 jam bisa sampai di balai tersebut. Kota Batu yang terkenal dengan hawa sejuknya sangat pas sebagai obyek wisata. Penjelajahan kali ini, selain banyak berguru dengan para peneliti dan per