Liputan Media

Jeruk Pemanis Hidup Petani Banyuwangi: Kesejahteraan Daerah

Jeruk Pemanis Hidup Petani Banyuwangi: Kesejahteraan Daerah

Berita, Liputan Media
Kompas, 24 Oktober 2016, halaman 24 Jeruk siam mengubah nasib petani di Banyuwangi, di Jawa Timur. Di tanah tadah hujan, tanaman tersebut tumbuh subur dan menghidupi petaninya. Berkat jeruk itu kehidupan petani pun menjadi lebih manis. Oleh SIWI YUNITA CAHYANINGRUM Wajah Eko Puguh (27), petani Jeruk di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, semringah. Awal Oktober lalu tanaman jeruknya sudah memasuki masa panen. Kali ini jeruknya dihargai Rp 6.000 per kilogram atau Rp 1.000 lebih tinggi dari harga bulan lalu. Dengan harga setinggi itu, Eko bisa mengantongi penghasilan kotor Rp 90 juta atau Rp 75 juta bersih untuk panen 15 ton jeruk miliknya. Bagi Eko, nilai Rp 90 juta tergolong tinggi. Ia bahkan tidak pernah menerima uang sebanyak itu sebelum bertanam jeruk. Saat dia m...
Petani Stroberi Merugi Selama Delapan Bulan

Petani Stroberi Merugi Selama Delapan Bulan

Liputan Media, Stroberi
Jawa Pos, 20 Oktober 2016. Halaman 30. KOTA BATU- Petani stroberi Batu harus gigit jari selama delapan bulan terakhir. Sebab, mereka mengalami gagal panen. Penyebab utamanya adalah cuaca yang tidak menentu. Praktis, produksi buah tidak bisa maksimal. Ukurannya kecil berdiameter tidak lebih dari 1 sentimeter, sedang rata-rata buah stroberi sebelumnya berdiameter sekitar 2 sentimeter. Bahkan, buah tersebut tampak layu meski belum dipetik. Hal ini dialami Painu, petani stroberi Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Menurutnya, tidak ada pemasukan selama enam bulan belakangan. "Yang paling merusak-itu kalau hujannya malam hari. Karena lebih parah dampaknya (tidak ada sinar matahari, Red),” kata Painu di sela-sela merawat stroberi, kemarin (19/10). Saat hujan, lanjutnya, kondisi tan
Kontes Jeruk: Kampiun di Swiss Kecil

Kontes Jeruk: Kampiun di Swiss Kecil

Liputan Media
Trubus, Oktober 2016, halaman 46-47 Ajang pencarian jeruk terbaik tanah air Solikin telaten merawat pohon jeruk pamelo. Petani di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, itu rutin memberikan pupuk kandang dan campuran dedaunan kering dua kali setahun. Dosisnya 30-40 kg setiap pohon. Solikin juga memasang para-para bambu untuk mencegah buah besar dan matang jatuh. Semua upaya itu untuk menghasilkan Citrus grandis kualitas terbaik. Upaya itu membuahkan hasil. Pamelo milik petani di lereng Gunung Muria, Jawa Tengah, itu meraih juara ke-1 kontes jeruk nasional yang diselenggarakan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) pada Agustus 2016. Menurut juri kontes, Ir Arry Supriyanto, MS, pamelo jawara itu unggul dari segi rasa dan penampilan. "Pesaing terberatnya kalah karen...
Usai Panen, Gunduli Pohon

Usai Panen, Gunduli Pohon

Liputan Media
Jawa Pos, Sabtu 17 September 2016 KOTA BATU - Agar pohon apel berbuah lagi, petani selalu mengeprasi dedaunan. Pengeprasan itu rutin dilakukan setelah panen. Hal itu dilakukan Suriat, petani apel asal Dusun Jugo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Kemarin (16/9), dia ditemani 15 buruhnya mengeprasi daun pohon apel di kebunnya. Perempesan itu dilakukan menyeluruh, sehingga pohon apel di kebunnya seluas 2000 meter persegi itu gundul. "Kalau tidak (digunduli daunnya) tidak bisa berbuah lagi," kata Suriat ditemui koran ini di lokasi kebun. Memangkas pohon apel, lanjut dia, tentu tidak asal. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam mengepras daun apel. Menurutnya, pohon apel harus memiliki bentuk sedikit mengerucut. Yakni bagian bawah pohon lebih besar dibanding bagian p...
Jamur Kayu Hantui Petani Jeruk Siam

Jamur Kayu Hantui Petani Jeruk Siam

Liputan Media
Jawa Pos, 13 September 2016, halaman 31 PENYAKIT jamur kayu menjadi musuh besar petani jeruk Kota Batu. Karena tanaman jeruk yang terkena penyakit ini, mudah mati. Penyakit ini menyerang tanaman jeruk dalam dua bulan terakhir ini. Akibatnya, jumlah panen jeruk juga ikut menurun. "Yang diserang bagian batang pohon," kata Imam Mursodo, salah satu petani jeruk Siam Pontianak Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, di sela-sela merawat tanaman jeruk, kemarin. Menurutnya, batang pohon yang diserang penyakit ini mudah retak. Penyakit jamur ini juga sulit dikelupas dari batang pohon. "Jadi petani harus rutin (seminggu sekali, Red) melakukan penyemprotan untuk mencegahnya," ucap pria 56tahun itu. Obat untuk penyemprotan juga cukup sederhana. Yaitu, dengan menggunakan sabun c...
Umur Dua Bulan, Apel Rawan Terserang Hama

Umur Dua Bulan, Apel Rawan Terserang Hama

Liputan Media
KOTA BATU - Petani apel harus melakukan perawatan secara ekstra agar produktivitas tanaman bagus. Sebab, apel rawan dengan serangan hama, seperti kutu sisik. Bahkan, petani harus menyemprot antihama (ngompres) dua kali saat musim hujan. Sedangkan untuk musim kemarau dilakukan lima hari sekali. SepertiyangdilakukanMiskat, salah satu buruh rawat kebun apel di Dusun Junggo, desa Tulungrejo, kemarin (4/9). Menurutnya, kedisiplinan dalarn mengompres apel ini sangat menentukan kualitas dan kuantitas buah. "Kalau tidak rutin, buahnya mudah busuk kena kutu sisik," kata Miskat disela-sela ngompres kemarin. Lebih lanjut, hama ini rentan menyerang tanaman apel saat usia buah sekitar dua bulan. Sehingga petani apel harus ekstra mengawasi perkembangan buahnya. "Harus diperhatikan, ada bint...
Hujan, Permintaan Bibit Jeruk Keprok Naik

Hujan, Permintaan Bibit Jeruk Keprok Naik

Berita, Liputan Media
KOTA BATU - Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kebun Percobaan (KP) Punten getol mendistribusikan jeruk keprok 55. Hingga akhir Agustus,  sudah ada 100 ribu benih yang terjual kepada petani. Bibit-bibit itu dibeli oleh petani-petani dari Kecamatan Bumiaji, juga tiga wilayah lain dari Kabupaten Malang. Yakni Kecamatan Poncokusumo, Tumpang, dan Dau. "Target kami, tahun ini bisa produksi (sekaligus menjual) 200 ribu benih," ujar Kepala KP Punten Balitjestro Kusnan, kemarin (3/9). Kusnan mengatakan, musim hujan yang kemungkinan datang antara Oktober-Desember, menjadi waktu yang tepat untuk menanam jeruk. Pada periode itu, Kusnan yakin permintaan terhadap jeruk keprok 55 bakal melonjak. "Kami melihat, trennya terus meningkat," kata dia. Tiap benih jeruk
Jeruk Dekopon Kini Turun Gunung

Jeruk Dekopon Kini Turun Gunung

Liputan Media, Spesial
  Jeruk dekopon yang lazim tumbuh di dataran tinggi, mampu berbuah di dataran rendah. Buah lebih manis. Bangun Restuana girang sekali menyaksikan dua pohon jeruk dekopon miliknya berbunga dan menjadi buah. Pohon pertama mengeluarkan 5 buah, sedangkan pohon kedua menghasilkan 3 buah. Saat muda kulitnya hijau dan sangat keriput Setelah matang berubah menjadi kuning dan keriputnya berkurang. Bobot setiap buah matang sekitar 400-600 gram. Daging buah dekopon dari bibit berukuran 60 cm itu berwarna kuning pucat. Bangun mengupas buah yang sudah matang lalu mencicipinya. Citarasa buah itu manis dan bertekstur agak kering. Lazimnya dekopon bercitarasa manis sedikit masam. Semula Bangun mengira dekopon gagal berbuah lantaran tumbuh di wilayah berketinggian 8 meter di atas permukaa...
Jerami Cegah Pembusukan Buah Stroberi

Jerami Cegah Pembusukan Buah Stroberi

Liputan Media
KOTA BATU – Buah stroberi tidak boleh menempel di tanah sebelum dipanen. Karena jika menempel di tanah, mudah membusuk. Sehingga, petani stroberi Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, harus mencari jerami untuk tempat stroberi. Jerami ini diletakkan di bagian akar tanaman untuk tempat buah. "Supaya buahnya tidak menempel di tanah. Tapi di jerami," kata Wijoyo, petani stroberi Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, di sela-sela mengganti jerami, kemarin. Menurutnya, cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini membuat kondisi tanah basah. Sehingga, buah stroberi mudah busuk jika menempel di tanah. "Jadi butuh media untuk tempat buahnya (jerami)," ucap pria 68 tahun tersebut. Tak hanya itu, lanjutnya, jerami ini juga dimanfaatkan petani untuk mengurangi tumbuhnya rumput liar (gulma). Sehingga, prod
Kenalkan Hasil Penelitian dan Teknologi Kepada Masyarakat, Balitjestro Gelar BITE 2016

Kenalkan Hasil Penelitian dan Teknologi Kepada Masyarakat, Balitjestro Gelar BITE 2016

Liputan Media
BATU - Memasuki usianya yang ke-10 tahun, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BALITJESTRO) kembali mengadakan acara Balitjestro Innovation Technology Expo (BITE) untuk mengenalkan hasil penelitian dan teknologi yang telah di apai dalam kurun waktu satu dekade kepada masyarakat. "Sebenarnya kegiatan ini rutin diadakan walaupun tidak setiap tahun. Awalnya 2005, 2008, 2010, 2014 (Penas) kemudian baru diadakan lagi tahun 2016 ini karena bertepatan dengan momen memperingati 10 tahun BALITJESTRO dimana sebelumnya balai ini ditetapkan sebagai balai nasional eselon tiga pada tahun 2006 yang lalu,"Jelas Sugiatno, wakil ketua panitia kepada Cendana News, Jumat (5/8/2016). Menurutnya, inti dari kegiatan BITE ini adalah untuk mempromosikan hasil teknologi dari BALIJESTRO kepa...
M. Syakir: Mengguritakan Jeruk, Bukan Menggilas

M. Syakir: Mengguritakan Jeruk, Bukan Menggilas

Liputan Media
  Banyak kata-kata berharga yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengem­bangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. M. Syakir saat membuka BITE 2016 di Balitjestro pekan lalu. Untuk itu, mari kita telaah satu-satu konsep pengembangan jeruk masa depan yang sedang digagasnya itu. Persoalan jeruk impor selama ini dianggap ‘Momok’ yang menakutkan. Namun di era dunia yang menganut paham perdagangan bebas, sikap ini tidak boleh terus menghantui, pasalnya produk impor di dalam MEA tidak dapat lagi diharamkan untuk masuk ke Indonesia. Salah satu cara untuk menekan impor itu adalah dengan meningkatkan daya saing nasional, bisa tidak bisa produk yang kita hasilkan harus mampu bersaing dalam harga dan kualitas, sehingga kalau kita kita pakai kata menggilas, seolah-oleh sikap yang kita c
ER Minta Kementan Kembangkan Jeruk Batu

ER Minta Kementan Kembangkan Jeruk Batu

Liputan Media
KOTA BATU – Wali Kota Batu Eddy Rumpoko meminta Kementerian Pertanian (Kementan) membantu pengembangan jeruk di Kota Batu. Hal itu disampaikan ER, panggilan Eddy Rumpoko, saat pembukaan Balijestro Innovation Technology Expo (BITE) 2016, di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, kemarin (4/8). ”Petani di Kota Batu juga perlu edukasi mengenai tanaman jeruk. Sehingga buah unggulan tidak hanya apel,” ujar ER dalam sambutannya. ER yakin, perbaikan kualitas jeruk bisa menunjang wisata pertanian. Dampaknya, kunjungan wisatawan meningkat. ”Tahun lalu empat juta wisatawan, empat tahun lagi bisa mencapai 7 juta kunjungan,” kata ER. Menurutnya, keberadaan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kementan di Kota Batu sangat penting. Khususnya menunjang produksi kualitas
Berkunjunglah Ke Wisata Petik Jeruk di Batu

Berkunjunglah Ke Wisata Petik Jeruk di Batu

Liputan Media
Daya Tarik Kota Batu tak hanya wisata petik apel saja, namun pasti banyak masyarakat yang belum mengetahui jika di Batu juga terdapat wisata petik jeruk. Lokasinya terletak di Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Subtropika (Balitjestro). Balitjestro terletak di Jalan Raya Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Balai penelitian ini hanya berjarak empat kilometer dari pusat Kota Batu. Selain jeruk, Balitjestro juga mengembangkan penelitian anggur, stroberi, kelengkeng, dan apel. “Balai tak hanya dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, tapi juga terbuka bagi wisatawan,” kata Kepala Balitjestro Joko Susilo, seperti dilansir Republika (5/8). Balitjestro terbuka bagi wisatawan maupun petani dan mahasiswa yang ingin menimba ilmu tentang jeruk dan buah subtropika. Untuk
Sensasi Wisata Petik Jeruk di Batu

Sensasi Wisata Petik Jeruk di Batu

Liputan Media
Malang (ANTARA News) - Ingin mencicipi sensasi wisata petik jeruk? Datang dan kunjungilah Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) yang berlokasi di Tlekung, Kota Batu. Kepala Balitjestro Kementerian Pertanian di Kota Batu, Jawa Timur Joko Susilo Utomo, di Batu, Jumat, mengaku sudah cukup lama Balitjestro terbuka untuk masyarakat umum, bahkan menawarkan wisata petik jeruk di area Balitjestro dengan tiket hanya sebesar Rp25 ribu per orang. "Dengan tiket seharga Rp25 ribu ini, pengunjung bisa menikmati tiga buah jeruk yang dipetik langsung dari pohonnya. Selain itu, pengunjung juga bisa membawa pulang buah jeruk yang dipetik sebanyak dua kilogram. Kalau pengunjung ingin berwisata petik jeruk ke Balitjestro setiap saat juga tidak ada masalah," kata Joko. I...
Balitjestro Sambut Baik Saran Wali Kota Batu

Balitjestro Sambut Baik Saran Wali Kota Batu

Liputan Media
MALANGVOICE – Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Djoko Susilo Utomo, menyambut baik saran Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, perihal Balitjestro tidak hanya tempat penelitian, tetapi juga sebagai destinasi wisata. Selama ini Balitjestro sudah terbuka bagi masyarakat. Salah satunya menawarkan wisata petik jeruk. “Sudah lama kami pikat masyarakat dengan wisata petik jeruk. Tiketnya Rp 25 ribu per orang, bisa makan sepuasnya dan bisa bawa pulang 2 kg buah jeruk,” kata dia, beberapa menit lalu. Ada 242 varietas jeruk di Balitjestro sejauh ini. Tak sedikit mahasiswa melakukan Praktek Kerja Lapang (PKL) dan meminta pelatihan kepada petugas. “Untuk masyarakat Batu, sudah dua tahun lalu kami sebar bibit jeruk. Harapan kami Kota Batu tidak hanya dike
Asyiknya Wisata Petik Jeruk di Kota Batu

Asyiknya Wisata Petik Jeruk di Kota Batu

Liputan Media
REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kota Batu, Jawa Timur sering identik dengan wisata petik apelnya. Namun belum banyak masyarakat yang tahu kalau di kota berhawa dingin ini juga memiliki wisata petik jeruk. Lokasinya terletak di Balai Penelitian Jeruk dan Tanaman Subtropika (Balitjestro). Balitjestro terletak di Jalan Raya Tlekung, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Balai penelitian ini hanya berjarak empat kilometer dari pusat Kota Batu. Selain jeruk, Balitjestro juga mengembangkan penelitian anggur, stroberi, kelengkeng, dan apel. "Balai tak hanya dimanfaatkan untuk keperluan penelitian, tapi juga terbuka bagi wisatawan," kata Kepala Balitjestro Joko Susilo Utomo di Batu, Kamis (4/8). Balitjestro terbuka bagi wisatawan maupun petani dan mahasiswa yang ingin menimba ilmu te...
Kontes Jeruk Nasional Kenalkan Potensi Jeruk Indonesia

Kontes Jeruk Nasional Kenalkan Potensi Jeruk Indonesia

Liputan Media
REPUBLIKA.CO.ID, BATU -- Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) menggelar kontes jeruk nasional pada Kamis (4/8). Kontes diikuti 43 peserta dari petani jeruk se-Indonesia. Ketua tim juri Arry Suprianto mengatakan, kontes ini selain mencari buah jeruk terbaik juga mengenalkan potensi jeruk yang tumbuh di Indonesia. Kontes dibagi menjadi tiga kategori, yaitu jeruk keprok, jeruk siam, dan jeruk pamelo atau jeruk bali. "Indikator penilaian meliputi ukuran, warna, bentuk, serta tingkat kemanisan, jumlah biji, kadar asam, dan volume jus," jelas Arry di Malang, Kamis (4/8). Bersamaan dengan digelarnya kontes, Balitjestro meluncurkan tujuh benih varietas jeruk baru ke pasaran. Ketujuh varietas baru itu terdiri atas varietas nimas agrihorti, sitaya agrihorti, ...
Eddy Rumpoko Ingin Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Jadi Objek Wisata di Kota Batu

Eddy Rumpoko Ingin Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika Jadi Objek Wisata di Kota Batu

Liputan Media
SURYAMALANG.COM, BATU - Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko meminta Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) bisa menjadi destinasi wisata di Kota Batu. Dengan demikian Balitjestro tidak hanya melakukan penelitian tetapi juga bisa difungsikan sebagai tempat wisata kebun atau lainnya. "Kami lihat potensi destinasi wisata di Balitjestro ini sangat besar, dan wisatawan bisa berkunjung ke Balitjestro tanpa mengganggu program penelitian tanaman," kata Eddy Rumpoko dalam pembukaan Balijestro Innovation Technology Expo (BITE) 2016, Kamis (4/8/2016). Untuk itu, dikatakan Eddy Rumpoko, Balitjestro bisa segera dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Wisata Batu. Dengan demikian, wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu yang mencapai 4 juta per tahun tida...
Tingkatkan Kunjungan Wisata, Kota Batu Fokus Pada Sektor Pertanian

Tingkatkan Kunjungan Wisata, Kota Batu Fokus Pada Sektor Pertanian

Liputan Media
Pemerintah Kota Batu serius dalam pengembangan sektor pertanian di wilayahnya sebagai salah satu penggerak roda perekonomian pada masa mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dalam acara pembukaan BITE (Balitjestro Innovation Technology Expo) 2016 di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Wali kota optimis dengan pengelolaan yang baik serta dikemas dalam bentuk wisata akan meningkatkan jumlah angka kunjungan wisatawan ke Kota Batu dalam penguatan perekonomian. "Dengan pengembangan sektor pertanian yang dikonversikan menjadi wisata alam pertanian akan menjadi alternatif wisata yang akan merujuk perkuatan ekonomi Kota Batu, apalagi mayoritas warga bergerak di sektor ini," kata Wali Kota ...
BITE 2016 Dongkrak Daya Saing Buah Lokal

BITE 2016 Dongkrak Daya Saing Buah Lokal

Liputan Media
Kota Batu, Bhirawa. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian Dr Ir Muhammad Syakir,MS membuka Balitjestro Innovation Technology Expo (BITE) 2016. Pembukaan acara yang dilaksanakan Kamis (4/8) di Badan Penelitian Jeruk dan Stroberry (Balitjestro) Batu ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing buah lokal dengan buah import. Para peneliti pertanian saat ini jangan hanya berada di atas kertas saja. Tetapi juga harus membantu petani yang kini dituntut memperbanyak produksi buah dan kualitas yang bagus saja. “Karena saat ini petani juga harus mengikuti trend keinginan konsumen. Sehingga tercipta daya saing produk melalui peningkatan mutu buah, efisiensi usaha tani dan kontinuitas produksi,”ujar Syakir dalam sambutanya. Tidak ada pilihan lain untuk pet