Liputan Media

Panen Stroberi di Halaman

Panen Stroberi di Halaman

Liputan Media, Stroberi
Sumber: Trubus 571 - Juni 2017/XLVIII: 78-79 Warga mengembangkan 5.000 pot stroberi di halaman rumah. Ketika tanaman berbuah menarik wisatawan. Puluhan siswa-siswi Sekolah Dasar Cemara di Kota Bandung, Jawa Barat, asyik mencari dan memilih buah stoberi yang besar, berwarna merah cerah, dan sempurna bentuknya. Setelah menemukan buah itu mereka segera memetik, mencuci, dan mereka pun mencicip rasanya. Satu per satu buah pilihan mereka habis dimakan. Suasana di Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pun hiruk-pikuk. Warga Kelurahan Pajajaran di pusat Kota Bandung memang menanam stroberi di polibag seukuran karung beras sejak 2014. Mereka menanam hingga 5.000 pot stroberi di atas Sungai Cilimus. Setiap warga menanam minimal 200 tanaman di depan rurnah, di atas para-para....
Eko Santoso: Anak Muda Jutawan Jeruk

Eko Santoso: Anak Muda Jutawan Jeruk

Berita, Liputan Media
Trubus 570 - Mei 2017/XLVIII: 38-39 Anak muda yang serius mengebunkan jeruk berkualitas. Omzet mencapai Rp684-juta per 1,5 tahun. Setiap 1,5 tahun Eko Santoso meraih omzet Rp684-juta atau Rp38-Juta per bulan. Itu hasil perniagaan 40 ton jeruk keprok batu 55, 12 ton siam madu, dan 30 ton baby pacitan. Pekebun jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu menjual jeruk langsung ke pengepul. Pengepul yang, memanen. Tidak ada sortir buah karena pengepul membeli secara borongan. Itulah sebabnya pengepul menentukan harga yang sama untuk buah berkualitas bagus dan rendah. "Harga jeruk keprok saat ini Rp9.000 per kg, siam madu Rp 12.000 per kg, dan baby pacitan Rp6.000 per kg;' kata pria kelahiran Malang, 8 Agustus 1992, itu. Pemuda itu menuturkan biaya produksi...
Pamelo Unggul Pilihan Pekebun

Pamelo Unggul Pilihan Pekebun

Berita, Liputan Media
Trubus 570 - Mei 2017/XLVIII: 20-21 Pamelo yang sesuai untuk dikebunkan: daging merah, rasa manis, tanpa rasa getir, dan produktif. Mula-mula Tatang Halim menanam pamelo muria di pot pada 2009. Ia meletakkan tanaman buah dalam pot atau tabulampot pamelo itu di dak rumah di Muarakarang, Jakarta Utara. Produksi jeruk bali asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, itu produktif. Tinggi tanaman 2 m mampu menghasilkan delapan buah seukuran bola sepak takraw. Untuk menopang buah agar tangkai tidak patah, Tatang Halim menyangga dengan dua bambu. Bobot rata-rata mencapai 1,7 kg per buah. Kemudian ia menanam bibit pamelo muria itu dalam planter bag di kebun di Kecamatan Legak, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada 2014. Pamelo itu juga produktif. Pada umur 2 tahun Citrus maxima itu mulai berbu...
Rahasia Jeruk Juara, Lomba Buah Unggul Nusantara (LBUN) pada 2016

Rahasia Jeruk Juara, Lomba Buah Unggul Nusantara (LBUN) pada 2016

Berita, Liputan Media
Trubus 568 - Maret 2017/XLVIII, halaman 50 dan 52 Budidaya intensif menghasilkan buah jeruk juara nasional Salimun bukan hanya menuai jeruk yang melimpah, tetapi juga berkualitas tinggi. Dari sebuah pohon berumur 8 tahun, petani di Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu memanen rata-rata 100 kg. "Dari total panen, 80% masuk kualitas A dan sisanya 20% masuk kualitas B," ujar petani yang mengelola 800 tanaman itu. Jeruk kelas A dalam sekilogram terdiri atas 8 buah; kelas B mencapai 15 buah per kg. Baik kelas A maupun B harus sehat, bebas dari serangan hama dan penyakit. Salimun menjual jeruk kualitas A Rp 8.000-Rp 12.000 per kg. Sementara itu jeruk kualitas B Rp 5.000 per kg. "Jeruk saya terkenal manis. Termasuk yang kualitas B. Meski ukurannya kecil, rasa manisnya tidak kalah d...
Gerakan Tanam Cabai, Balitjestro Bagi-bagi Bibit Cabai

Gerakan Tanam Cabai, Balitjestro Bagi-bagi Bibit Cabai

Liputan Media
Batu Times/ KOTA BATU - Upaya pemerintah untuk menstabilkan harga cabai dilakukan dengan bagi-bagi bibit cabai rawit kepada ibu-ibu PKK di Kota Batu. Harapannya, ibu-ibu bisa menanam sendiri cabai rawit sehingga harga di pasar berangsur turun dan normal. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Kementerian Pertanian RI Dr Ir Hardiyanto M. Sc mengatakan, pada musim tertentu harga cabai melambung tinggi. Tingginya harga bisa dipengaruhi beberapa faktor. Seperti hasil panen yang tidak menentu. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI berusaha melakukan berbagai cara. Salah satunya membagikan bibit cabai rawit secara gratis kepada warga dan ibu-ibu PKK. "Salah satu pemicu kenaikan harga cabai karena barang langka," kata Hardiyanto usai lepas sambut kepal...
Sehari, Panen Apel hingga Dua Kali

Sehari, Panen Apel hingga Dua Kali

Berita, Liputan Media
Jawa Pos, 11 Januari 2017, halaman 23 PONCOKUSUMO - Di awal tahun, petani apel di kawasan Kecamatan Poncokusumo bisa merasakan manisnya panen raya. Tingginya permintaan membuat mereka bahkan bisa panen dua kali sehari. Jenis apel manalagi dan rome beauty masih menjadi favorit. Selama musim liburan akhir tahun lalu, petani bisa merasakan keuntungan yang lumayan. "Pas musim panen raya berbarengan dengan liburan, dalam sehari bisa mencapai 15 ton, itu total di Poncokusumo," ungkap Wanto, salah seorang koordinator petani apel Poncokusumo. Bahkan, sempat ada kekurangan barang karena tingginya permintaan apel, terutama dari pengepul di Kota Batu. “Setiap hari kami kirim ke Batu. Permintaannya memang tinggi," jelasnya. Tingginya permintaan juga berpengaruh terhadap harga jual apel. S
Tren Berkebun Lemon

Tren Berkebun Lemon

Jeruk, Liputan Media
  Trubus 564 - November 2016/XLVII, halaman 42-43 Permintaan lemon yang meningkat menarik minat pekebun untuk menanamnya. Agus Roma Riswanto kewalahan memenuhi tingginya permintaan jeruk lemon, hingga 5 ton per hari. Pemasok buah di Bandung, Jawa Barat itu hanya mampu memenuhi 10% untuk melayani kebutuhan pasar swalayan di Jakarta, Bandung, Malang, dan Surabaya. "Saya baru bisa memenuhi 100-200 kg per rninggu,” ujar Agus. Kebutuhan pasar swalayan terhadap lemon kian besar. Pangsa pasar lemon yang besar mendorong Agus Roma untuk mengebunkan lemon kalifornia. Selain itu ia juga bekerja saran dengan ernpat petani mitra di Jawa Barat dan JawaTimur. Menurut ayah dua anak itu lemon kalifornia mulai berproduksi pada umur 1,5 tahun setelah tanam. "Jeruk biasa rata-rata 2-3 tahun bar
ANGGUR BERNYANYI

ANGGUR BERNYANYI

Anggur, Berita, Liputan Media
Trubus 564 - November 2016/XLVII, halaman 74-75 Aggur kerap ditanam petani di desa maupun di kota. Tengok aja di Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sebuah perumahan di Pondok Aren, malah membuatnya sebagai tanaman hias. Rimbun, elegan, berfungsi sekaligus sebagai garasi. Beberapa tampak berbuah, dengan malai dan sulurnya yang indah. Ayah saya berulang-ulang juga menanamnya. Sejak kecil saya dilatih merawat tanaman anggur merah, anggur hijau, anggur biru, maupun anggur hitam. Pekarangan kami di Malang maupun di Yogyakarta, selalu teduh berkat anjangan anggur Vitis vinifera. Ayah menyiapkan kursi-kursi bertangga dan gunting-gunting untuk memanennya. Maklum cucunya lebih dari 20 orang dan semua ingin dipotret sambil memetik anggur dan bernyanyi. Belakangan anggur hias pun menghasilkan ...
Jeruk Pemanis Hidup Petani Banyuwangi: Kesejahteraan Daerah

Jeruk Pemanis Hidup Petani Banyuwangi: Kesejahteraan Daerah

Berita, Liputan Media
Kompas, 24 Oktober 2016, halaman 24 Jeruk siam mengubah nasib petani di Banyuwangi, di Jawa Timur. Di tanah tadah hujan, tanaman tersebut tumbuh subur dan menghidupi petaninya. Berkat jeruk itu kehidupan petani pun menjadi lebih manis. Oleh SIWI YUNITA CAHYANINGRUM Wajah Eko Puguh (27), petani Jeruk di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, semringah. Awal Oktober lalu tanaman jeruknya sudah memasuki masa panen. Kali ini jeruknya dihargai Rp 6.000 per kilogram atau Rp 1.000 lebih tinggi dari harga bulan lalu. Dengan harga setinggi itu, Eko bisa mengantongi penghasilan kotor Rp 90 juta atau Rp 75 juta bersih untuk panen 15 ton jeruk miliknya. Bagi Eko, nilai Rp 90 juta tergolong tinggi. Ia bahkan tidak pernah menerima uang sebanyak itu sebelum bertanam jeruk. Saat dia m...
Petani Stroberi Merugi Selama Delapan Bulan

Petani Stroberi Merugi Selama Delapan Bulan

Liputan Media, Stroberi
Jawa Pos, 20 Oktober 2016. Halaman 30. KOTA BATU- Petani stroberi Batu harus gigit jari selama delapan bulan terakhir. Sebab, mereka mengalami gagal panen. Penyebab utamanya adalah cuaca yang tidak menentu. Praktis, produksi buah tidak bisa maksimal. Ukurannya kecil berdiameter tidak lebih dari 1 sentimeter, sedang rata-rata buah stroberi sebelumnya berdiameter sekitar 2 sentimeter. Bahkan, buah tersebut tampak layu meski belum dipetik. Hal ini dialami Painu, petani stroberi Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Menurutnya, tidak ada pemasukan selama enam bulan belakangan. "Yang paling merusak-itu kalau hujannya malam hari. Karena lebih parah dampaknya (tidak ada sinar matahari, Red),” kata Painu di sela-sela merawat stroberi, kemarin (19/10). Saat hujan, lanjutnya, kondisi tan
Kontes Jeruk: Kampiun di Swiss Kecil

Kontes Jeruk: Kampiun di Swiss Kecil

Liputan Media
Trubus, Oktober 2016, halaman 46-47 Ajang pencarian jeruk terbaik tanah air Solikin telaten merawat pohon jeruk pamelo. Petani di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, itu rutin memberikan pupuk kandang dan campuran dedaunan kering dua kali setahun. Dosisnya 30-40 kg setiap pohon. Solikin juga memasang para-para bambu untuk mencegah buah besar dan matang jatuh. Semua upaya itu untuk menghasilkan Citrus grandis kualitas terbaik. Upaya itu membuahkan hasil. Pamelo milik petani di lereng Gunung Muria, Jawa Tengah, itu meraih juara ke-1 kontes jeruk nasional yang diselenggarakan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) pada Agustus 2016. Menurut juri kontes, Ir Arry Supriyanto, MS, pamelo jawara itu unggul dari segi rasa dan penampilan. "Pesaing terberatnya kalah karen...
Usai Panen, Gunduli Pohon

Usai Panen, Gunduli Pohon

Liputan Media
Jawa Pos, Sabtu 17 September 2016 KOTA BATU - Agar pohon apel berbuah lagi, petani selalu mengeprasi dedaunan. Pengeprasan itu rutin dilakukan setelah panen. Hal itu dilakukan Suriat, petani apel asal Dusun Jugo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Kemarin (16/9), dia ditemani 15 buruhnya mengeprasi daun pohon apel di kebunnya. Perempesan itu dilakukan menyeluruh, sehingga pohon apel di kebunnya seluas 2000 meter persegi itu gundul. "Kalau tidak (digunduli daunnya) tidak bisa berbuah lagi," kata Suriat ditemui koran ini di lokasi kebun. Memangkas pohon apel, lanjut dia, tentu tidak asal. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam mengepras daun apel. Menurutnya, pohon apel harus memiliki bentuk sedikit mengerucut. Yakni bagian bawah pohon lebih besar dibanding bagian p...
Jamur Kayu Hantui Petani Jeruk Siam

Jamur Kayu Hantui Petani Jeruk Siam

Liputan Media
Jawa Pos, 13 September 2016, halaman 31 PENYAKIT jamur kayu menjadi musuh besar petani jeruk Kota Batu. Karena tanaman jeruk yang terkena penyakit ini, mudah mati. Penyakit ini menyerang tanaman jeruk dalam dua bulan terakhir ini. Akibatnya, jumlah panen jeruk juga ikut menurun. "Yang diserang bagian batang pohon," kata Imam Mursodo, salah satu petani jeruk Siam Pontianak Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, di sela-sela merawat tanaman jeruk, kemarin. Menurutnya, batang pohon yang diserang penyakit ini mudah retak. Penyakit jamur ini juga sulit dikelupas dari batang pohon. "Jadi petani harus rutin (seminggu sekali, Red) melakukan penyemprotan untuk mencegahnya," ucap pria 56tahun itu. Obat untuk penyemprotan juga cukup sederhana. Yaitu, dengan menggunakan sabun c...
Umur Dua Bulan, Apel Rawan Terserang Hama

Umur Dua Bulan, Apel Rawan Terserang Hama

Liputan Media
KOTA BATU - Petani apel harus melakukan perawatan secara ekstra agar produktivitas tanaman bagus. Sebab, apel rawan dengan serangan hama, seperti kutu sisik. Bahkan, petani harus menyemprot antihama (ngompres) dua kali saat musim hujan. Sedangkan untuk musim kemarau dilakukan lima hari sekali. SepertiyangdilakukanMiskat, salah satu buruh rawat kebun apel di Dusun Junggo, desa Tulungrejo, kemarin (4/9). Menurutnya, kedisiplinan dalarn mengompres apel ini sangat menentukan kualitas dan kuantitas buah. "Kalau tidak rutin, buahnya mudah busuk kena kutu sisik," kata Miskat disela-sela ngompres kemarin. Lebih lanjut, hama ini rentan menyerang tanaman apel saat usia buah sekitar dua bulan. Sehingga petani apel harus ekstra mengawasi perkembangan buahnya. "Harus diperhatikan, ada bint...
Hujan, Permintaan Bibit Jeruk Keprok Naik

Hujan, Permintaan Bibit Jeruk Keprok Naik

Berita, Liputan Media
KOTA BATU - Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kebun Percobaan (KP) Punten getol mendistribusikan jeruk keprok 55. Hingga akhir Agustus,  sudah ada 100 ribu benih yang terjual kepada petani. Bibit-bibit itu dibeli oleh petani-petani dari Kecamatan Bumiaji, juga tiga wilayah lain dari Kabupaten Malang. Yakni Kecamatan Poncokusumo, Tumpang, dan Dau. "Target kami, tahun ini bisa produksi (sekaligus menjual) 200 ribu benih," ujar Kepala KP Punten Balitjestro Kusnan, kemarin (3/9). Kusnan mengatakan, musim hujan yang kemungkinan datang antara Oktober-Desember, menjadi waktu yang tepat untuk menanam jeruk. Pada periode itu, Kusnan yakin permintaan terhadap jeruk keprok 55 bakal melonjak. "Kami melihat, trennya terus meningkat," kata dia. Tiap benih jeruk
Jeruk Dekopon Kini Turun Gunung

Jeruk Dekopon Kini Turun Gunung

Liputan Media, Spesial
  Jeruk dekopon yang lazim tumbuh di dataran tinggi, mampu berbuah di dataran rendah. Buah lebih manis. Bangun Restuana girang sekali menyaksikan dua pohon jeruk dekopon miliknya berbunga dan menjadi buah. Pohon pertama mengeluarkan 5 buah, sedangkan pohon kedua menghasilkan 3 buah. Saat muda kulitnya hijau dan sangat keriput Setelah matang berubah menjadi kuning dan keriputnya berkurang. Bobot setiap buah matang sekitar 400-600 gram. Daging buah dekopon dari bibit berukuran 60 cm itu berwarna kuning pucat. Bangun mengupas buah yang sudah matang lalu mencicipinya. Citarasa buah itu manis dan bertekstur agak kering. Lazimnya dekopon bercitarasa manis sedikit masam. Semula Bangun mengira dekopon gagal berbuah lantaran tumbuh di wilayah berketinggian 8 meter di atas permukaa...
Jerami Cegah Pembusukan Buah Stroberi

Jerami Cegah Pembusukan Buah Stroberi

Liputan Media
KOTA BATU – Buah stroberi tidak boleh menempel di tanah sebelum dipanen. Karena jika menempel di tanah, mudah membusuk. Sehingga, petani stroberi Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, harus mencari jerami untuk tempat stroberi. Jerami ini diletakkan di bagian akar tanaman untuk tempat buah. "Supaya buahnya tidak menempel di tanah. Tapi di jerami," kata Wijoyo, petani stroberi Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, di sela-sela mengganti jerami, kemarin. Menurutnya, cuaca yang tak menentu akhir-akhir ini membuat kondisi tanah basah. Sehingga, buah stroberi mudah busuk jika menempel di tanah. "Jadi butuh media untuk tempat buahnya (jerami)," ucap pria 68 tahun tersebut. Tak hanya itu, lanjutnya, jerami ini juga dimanfaatkan petani untuk mengurangi tumbuhnya rumput liar (gulma). Sehingga, prod
Kenalkan Hasil Penelitian dan Teknologi Kepada Masyarakat, Balitjestro Gelar BITE 2016

Kenalkan Hasil Penelitian dan Teknologi Kepada Masyarakat, Balitjestro Gelar BITE 2016

Liputan Media
BATU - Memasuki usianya yang ke-10 tahun, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BALITJESTRO) kembali mengadakan acara Balitjestro Innovation Technology Expo (BITE) untuk mengenalkan hasil penelitian dan teknologi yang telah di apai dalam kurun waktu satu dekade kepada masyarakat. "Sebenarnya kegiatan ini rutin diadakan walaupun tidak setiap tahun. Awalnya 2005, 2008, 2010, 2014 (Penas) kemudian baru diadakan lagi tahun 2016 ini karena bertepatan dengan momen memperingati 10 tahun BALITJESTRO dimana sebelumnya balai ini ditetapkan sebagai balai nasional eselon tiga pada tahun 2006 yang lalu,"Jelas Sugiatno, wakil ketua panitia kepada Cendana News, Jumat (5/8/2016). Menurutnya, inti dari kegiatan BITE ini adalah untuk mempromosikan hasil teknologi dari BALIJESTRO kepa...
M. Syakir: Mengguritakan Jeruk, Bukan Menggilas

M. Syakir: Mengguritakan Jeruk, Bukan Menggilas

Liputan Media
  Banyak kata-kata berharga yang dikeluarkan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengem­bangan Pertanian (Balitbangtan), Dr. M. Syakir saat membuka BITE 2016 di Balitjestro pekan lalu. Untuk itu, mari kita telaah satu-satu konsep pengembangan jeruk masa depan yang sedang digagasnya itu. Persoalan jeruk impor selama ini dianggap ‘Momok’ yang menakutkan. Namun di era dunia yang menganut paham perdagangan bebas, sikap ini tidak boleh terus menghantui, pasalnya produk impor di dalam MEA tidak dapat lagi diharamkan untuk masuk ke Indonesia. Salah satu cara untuk menekan impor itu adalah dengan meningkatkan daya saing nasional, bisa tidak bisa produk yang kita hasilkan harus mampu bersaing dalam harga dan kualitas, sehingga kalau kita kita pakai kata menggilas, seolah-oleh sikap yang kita c
ER Minta Kementan Kembangkan Jeruk Batu

ER Minta Kementan Kembangkan Jeruk Batu

Liputan Media
KOTA BATU – Wali Kota Batu Eddy Rumpoko meminta Kementerian Pertanian (Kementan) membantu pengembangan jeruk di Kota Batu. Hal itu disampaikan ER, panggilan Eddy Rumpoko, saat pembukaan Balijestro Innovation Technology Expo (BITE) 2016, di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, kemarin (4/8). ”Petani di Kota Batu juga perlu edukasi mengenai tanaman jeruk. Sehingga buah unggulan tidak hanya apel,” ujar ER dalam sambutannya. ER yakin, perbaikan kualitas jeruk bisa menunjang wisata pertanian. Dampaknya, kunjungan wisatawan meningkat. ”Tahun lalu empat juta wisatawan, empat tahun lagi bisa mencapai 7 juta kunjungan,” kata ER. Menurutnya, keberadaan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kementan di Kota Batu sangat penting. Khususnya menunjang produksi kualitas