Liputan Media

Empat Teknologi Bagi Pertanian Jeruk: Petani Sebaiknya Pakai Pukap Jestro

Empat Teknologi Bagi Pertanian Jeruk: Petani Sebaiknya Pakai Pukap Jestro

Liputan Media
Sumber: Surya, 31 Agustus 2017, halaman 17 Dulu jeruk menjadi salah satu primadona tanaman yang ditanam petani Kota Batu selain apel. Namun merosotnya produksi jeruk akibat serangan hama dan penyakit membuat petani enggan menanam jeruk, sehingga kini sepertinya Kota Batu bukan lagi sebagai sentra pertanian jeruk. Melihat permasalahan itu, empat pakar peneliti tanaman jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Desa Tlekung, Kota Batu, berusaha keras menciptakan inovasi untuk meningkatkan kualitas jeruk. Mereka pun akhirnya menemukan empat inovasi. Keempat peneliti itu adalah Susi Wuryantini dengan inovasi "Sistem Pakar Monitoring Hama Jeruk", Ir. Sutopo Msi. dengan membuat Pupuk Lengkap Lepas Larnbat (Pukap), Ir. Nurhadi dengan inovasi Kit Dete...
Balitjestro Launching Empat Inovasi

Balitjestro Launching Empat Inovasi

Liputan Media
Sumber: Malang Post, 31 Agustus 2017, halaman 19 BATU - Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Kota Batu kembali mengeluarkan inovasi teknologi dan produk unggulan tanaman jeruk. Empat inovasi sekaligus dikeluarkan lembaga berlokasi di Jalan Raya Tlekung Kota Batu dan langsung dipublikasikan, Rabu (30/8) kemarin. Empat inovasi tersebut adalah sistem pakar untuk monitoring OPT jeruk, pukap jestro atau pupuk lengkap lepas lambat, KIT deteksi cepat sebagai solusi dalam penanganan penyakit CVPD daerah endemis, serta Bark Pesticide Aplikator (BPA). "Sistem pakar merupakan teknologi rancang bangun menghasilkan sistem aplikasi untuk pemantauan organisme pengganggu tanaman (OPT) utama pada pohon jeruk. Dengan sistem ini, pemantauan bisa dilakukan secara re...
Balitjestro Perkenalkan Empat Inovasi Teknologi Jeruk

Balitjestro Perkenalkan Empat Inovasi Teknologi Jeruk

Liputan Media
Sumber: memorandum, 31 Agustus 2017, halaman 4 Batu, Memorandum Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Tlekung, Junrejo, Kota Batu, memperkenalkan empat inovasi teknologi baru tanaman jeruk, Rabu (30/8). Kepala Seksi Pelayaanan Teknis dan Jasa Penelitian Balitjestro, Anang Tri Wiratno, mengatakan Balitjestro berhasil mendiseminasikan atau menyebarkan empat inovasi baru. Pertama, system pakar untuk monitoring organisme penganggu tanaman (OPT) jeruk. Kedua, pupuk lengkap lepas lambat (slow realease ferttilzer). Ketiga, sistem pakar untuk monitoring organisme pengganggu tanaman (OPT). Sistem ini untuk melakukan OPT jeruk secara real time berbasis web. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memantau perkembangan atau serangan OPT jeruk secara langsung d...
Launching Inovasi Teknologi Mekanisasi Modern, Mentan: Teknologi Mekanisasi Dapat Merubah Dunia

Launching Inovasi Teknologi Mekanisasi Modern, Mentan: Teknologi Mekanisasi Dapat Merubah Dunia

Liputan Media
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan mekanisasi pertanian merupakan salah satu komponen penting untuk pertanian modern dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan. Bahkan kemajuan teknologi mekanisasi pertanian akan menjadikan pertanian jaya, sehingga Indonesia menjadi lumbung pangan dunia dapat diwujudkan. "Yang bisa merubah Indonesia adalah peneliti, yang bisa merubah dunia adalah teknologi. Dan yang merubah pertanian adalah mekanisasi. Kejayaan pertanian ada di tangan litbang," demikian kata Amran saat melakukan Launching Inovasi Teknologi Mekanisasi Modern Hortikultura dan Pemberian Agroinovator Award di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong, Kamis (24/8/2017). Pada kesempatan ini akan dilaunching 24 alat dan mesin pertanian (al...
Jeruk jadi Andalan Perkebunan di Wilayah Perbatasan

Jeruk jadi Andalan Perkebunan di Wilayah Perbatasan

Liputan Media
Di kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dan di Pulau Kisar Maluku Barat Daya terdapat komoditas jeruk yang dapat dikembangkan secara luas karena memiliki keunggulan. Di Nunukan dan Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia  penanaman komoditas jeruk makin diminati oleh petani, bahkan dianggap sebagai komoditas baru yang lebih menguntungkan dibanding komoditas yang telah ada sebelumnya, namun memang harus ada perhatian khusus terhadap pemeliharaan tanaman jeruk yang diketahui lebih padat teknologi dan modal, dibanding komoditas selain jeruk. Seperti dikutip dari pertanian.go.id, hari ini, salah satu hasil yang menarik adalah pemilihan Keprok Borneo Prima dan Tejakula yang diketahui buahnya bisa berwarna oranye apabila ditanam di Kabupaten Nunukan yang berada di sebelah
Bujang Seta di KP Banaran

Bujang Seta di KP Banaran

Liputan Media
Sumber: SinarTani, Edisi 19 – 25 Juli 2017 No.3711 Tahun XLVII Ada Bujang Seta di KP Banaran! Bujang Seta disini bukan berarti sebagai pemuda lajang, tapi itu adalah singkatan dari Buah Berjenjang Sepanjang Tahun. Di kebun percobaan ini banyak teknologi baru yang diaplikasikan, diantaranya Bujang Seta. KP Banaran ini adalah kebun yang ditugaskan untuk memproduksi buah konsumsi, berada di ketingian 950 m dpl dengan luas hanya 1,2 hektar. Kendati kebun tidak terlalu luas, produksi buah yang bisa dihasilkan sangat signifikan. Kebun ini adalah salah satu kebun yang memberikan kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang cukup lumayan. Untuk membuat berbuah sepanjang tahun teknologi, perlu aplikasi pemupukan secara kontinyu dengan cara aplikasi pupuk padat yang dikombinasik
Lengkeng Berbuah Lebat: Teknik melebatkan buah lengkeng sekaligus berbuah susul-menyusul

Lengkeng Berbuah Lebat: Teknik melebatkan buah lengkeng sekaligus berbuah susul-menyusul

Liputan Media
Sumber: TRUBUS EDISI KHUSUS - 573 AGUSTUS 2017/XLVIII, halaman 58-59 Deretan pohon lengkeng di kebun Ace Ciptaharja sarat buah. Pohon anggota famili Sapindaceae itu bersosok pendek, hanya 1,5 m. Semua cabang pohon merunduk menahan buah yang berbobot 1-3 kg per tandan. Di sebuah pohon terdapat setidaknya 50 tandan. Melihat ribuan pohon pendek dan berbuah lebat itu sangat menakjubkan. Di bagian lain ada juga pohon yang tengah berbunga dan pohon lain berbuah sebesar kelereng. Pekebun di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, itu menanam total 4.500 lengkeng di lahan 35 hektare. Ace Ciptaharja menanam 3 varietas lengkeng pada 2012, yaitu itoh, no name, dan new kristal. Sejak 2015 ketika pohon Dimocarpus longan berumur 2 tahun tanaman telah berbuah. Produktivitasnya cuk...
Dari Balitjestro Rahasia Jeruk Nasional Terungkap

Dari Balitjestro Rahasia Jeruk Nasional Terungkap

Artikel, Liputan Media
Sumber: SinarTani, Edisi 19 - 25 Juli 2017 No.3711 Tahun XLVII Alhamdulillah! Tim jelajah inovasi tak henti-hentinya mengucap syukur karena berhasil membedah sebuah potensi yang selama ini belum pernah diungkap secara total soal Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro). Memang balai ini kecil jika dibandingkan dengan balai lain, tetapi ternyata seluruh rahasia pengembangan jeruk nasional ada di sini. Kepala Balitjestro, Dr.Ir. Muhammad Taufiq Ratule, Msi saat memberikan sambutan pembukaan wisata edukasi petik jeruk.Paling tidak ada tiga masalah jeruk yang masih menjadi rahasia dalam mengatasinya selama ini. Masalah itu ialah petani jeruk masih terjebak pada waktu panen yang tergantung musim, kemudian jumlah produksi jeruk yang tidak berlimpah, lalu tinggin...
Panen Stroberi di Halaman

Panen Stroberi di Halaman

Liputan Media, Stroberi
Sumber: Trubus 571 - Juni 2017/XLVIII: 78-79 Warga mengembangkan 5.000 pot stroberi di halaman rumah. Ketika tanaman berbuah menarik wisatawan. Puluhan siswa-siswi Sekolah Dasar Cemara di Kota Bandung, Jawa Barat, asyik mencari dan memilih buah stoberi yang besar, berwarna merah cerah, dan sempurna bentuknya. Setelah menemukan buah itu mereka segera memetik, mencuci, dan mereka pun mencicip rasanya. Satu per satu buah pilihan mereka habis dimakan. Suasana di Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung pun hiruk-pikuk. Warga Kelurahan Pajajaran di pusat Kota Bandung memang menanam stroberi di polibag seukuran karung beras sejak 2014. Mereka menanam hingga 5.000 pot stroberi di atas Sungai Cilimus. Setiap warga menanam minimal 200 tanaman di depan rurnah, di atas para-para....
Eko Santoso: Anak Muda Jutawan Jeruk

Eko Santoso: Anak Muda Jutawan Jeruk

Berita, Liputan Media
Trubus 570 - Mei 2017/XLVIII: 38-39 Anak muda yang serius mengebunkan jeruk berkualitas. Omzet mencapai Rp684-juta per 1,5 tahun. Setiap 1,5 tahun Eko Santoso meraih omzet Rp684-juta atau Rp38-Juta per bulan. Itu hasil perniagaan 40 ton jeruk keprok batu 55, 12 ton siam madu, dan 30 ton baby pacitan. Pekebun jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu menjual jeruk langsung ke pengepul. Pengepul yang, memanen. Tidak ada sortir buah karena pengepul membeli secara borongan. Itulah sebabnya pengepul menentukan harga yang sama untuk buah berkualitas bagus dan rendah. "Harga jeruk keprok saat ini Rp9.000 per kg, siam madu Rp 12.000 per kg, dan baby pacitan Rp6.000 per kg;' kata pria kelahiran Malang, 8 Agustus 1992, itu. Pemuda itu menuturkan biaya produksi...
Pamelo Unggul Pilihan Pekebun

Pamelo Unggul Pilihan Pekebun

Berita, Liputan Media
Trubus 570 - Mei 2017/XLVIII: 20-21 Pamelo yang sesuai untuk dikebunkan: daging merah, rasa manis, tanpa rasa getir, dan produktif. Mula-mula Tatang Halim menanam pamelo muria di pot pada 2009. Ia meletakkan tanaman buah dalam pot atau tabulampot pamelo itu di dak rumah di Muarakarang, Jakarta Utara. Produksi jeruk bali asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, itu produktif. Tinggi tanaman 2 m mampu menghasilkan delapan buah seukuran bola sepak takraw. Untuk menopang buah agar tangkai tidak patah, Tatang Halim menyangga dengan dua bambu. Bobot rata-rata mencapai 1,7 kg per buah. Kemudian ia menanam bibit pamelo muria itu dalam planter bag di kebun di Kecamatan Legak, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada 2014. Pamelo itu juga produktif. Pada umur 2 tahun Citrus maxima itu mulai berbu...
Petani Jeruk Tapanuli Utara dapat Pelatihan Mengatasi Hama Lalat

Petani Jeruk Tapanuli Utara dapat Pelatihan Mengatasi Hama Lalat

Liputan Media
Tanaman jeruk merupakan salah satu komoditas terbaik yang dimiliki Tapanuli Utara. Namun dari 175 hektare (ha) potensi lahan yang ada, baru tergarap 85 ha. Berangkat dari hal tersebut BPTP Balitbangtan Sumut, Balitjestro Malang, dan BPTPH Prov. Sumut melangsungkan kegiatan Temu Lapang dan Pelatihan Peningkatan Kualitas SDM Petugas dan Kelompok Tani Jeruk di Desa Lobu Hole, Kecamatan Siatas Barita, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Hadir dalam acara tersebut Sekdistan Taput (Ir. Yusuf), Pakar Jeruk Balitjestro (Ir. Otto Endarto.  M.Si), PJ. PKAH BPTP (Dr. Maryam), BPTPH Prov (Ir. Utema Silan), Camat Siatas (Corry. H), Koordinator Penyuluh, Kades, Kabid Prod. dan Babinsa. Agenda pertemuan adalah pemaparan materi tentang lalat buah, penyerahan bantuan perangkap lalat buah, penyampa
Rahasia Jeruk Juara, Lomba Buah Unggul Nusantara (LBUN) pada 2016

Rahasia Jeruk Juara, Lomba Buah Unggul Nusantara (LBUN) pada 2016

Berita, Liputan Media
Trubus 568 - Maret 2017/XLVIII, halaman 50 dan 52 Budidaya intensif menghasilkan buah jeruk juara nasional Salimun bukan hanya menuai jeruk yang melimpah, tetapi juga berkualitas tinggi. Dari sebuah pohon berumur 8 tahun, petani di Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur itu memanen rata-rata 100 kg. "Dari total panen, 80% masuk kualitas A dan sisanya 20% masuk kualitas B," ujar petani yang mengelola 800 tanaman itu. Jeruk kelas A dalam sekilogram terdiri atas 8 buah; kelas B mencapai 15 buah per kg. Baik kelas A maupun B harus sehat, bebas dari serangan hama dan penyakit. Salimun menjual jeruk kualitas A Rp 8.000-Rp 12.000 per kg. Sementara itu jeruk kualitas B Rp 5.000 per kg. "Jeruk saya terkenal manis. Termasuk yang kualitas B. Meski ukurannya kecil, rasa manisnya tidak kalah d...
Gerakan Tanam Cabai, Balitjestro Bagi-bagi Bibit Cabai

Gerakan Tanam Cabai, Balitjestro Bagi-bagi Bibit Cabai

Liputan Media
Batu Times/ KOTA BATU - Upaya pemerintah untuk menstabilkan harga cabai dilakukan dengan bagi-bagi bibit cabai rawit kepada ibu-ibu PKK di Kota Batu. Harapannya, ibu-ibu bisa menanam sendiri cabai rawit sehingga harga di pasar berangsur turun dan normal. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Kementerian Pertanian RI Dr Ir Hardiyanto M. Sc mengatakan, pada musim tertentu harga cabai melambung tinggi. Tingginya harga bisa dipengaruhi beberapa faktor. Seperti hasil panen yang tidak menentu. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Pertanian RI berusaha melakukan berbagai cara. Salah satunya membagikan bibit cabai rawit secara gratis kepada warga dan ibu-ibu PKK. "Salah satu pemicu kenaikan harga cabai karena barang langka," kata Hardiyanto usai lepas sambut kepal...
Sehari, Panen Apel hingga Dua Kali

Sehari, Panen Apel hingga Dua Kali

Berita, Liputan Media
Jawa Pos, 11 Januari 2017, halaman 23 PONCOKUSUMO - Di awal tahun, petani apel di kawasan Kecamatan Poncokusumo bisa merasakan manisnya panen raya. Tingginya permintaan membuat mereka bahkan bisa panen dua kali sehari. Jenis apel manalagi dan rome beauty masih menjadi favorit. Selama musim liburan akhir tahun lalu, petani bisa merasakan keuntungan yang lumayan. "Pas musim panen raya berbarengan dengan liburan, dalam sehari bisa mencapai 15 ton, itu total di Poncokusumo," ungkap Wanto, salah seorang koordinator petani apel Poncokusumo. Bahkan, sempat ada kekurangan barang karena tingginya permintaan apel, terutama dari pengepul di Kota Batu. “Setiap hari kami kirim ke Batu. Permintaannya memang tinggi," jelasnya. Tingginya permintaan juga berpengaruh terhadap harga jual apel. S
Tren Berkebun Lemon

Tren Berkebun Lemon

Jeruk, Liputan Media
  Trubus 564 - November 2016/XLVII, halaman 42-43 Permintaan lemon yang meningkat menarik minat pekebun untuk menanamnya. Agus Roma Riswanto kewalahan memenuhi tingginya permintaan jeruk lemon, hingga 5 ton per hari. Pemasok buah di Bandung, Jawa Barat itu hanya mampu memenuhi 10% untuk melayani kebutuhan pasar swalayan di Jakarta, Bandung, Malang, dan Surabaya. "Saya baru bisa memenuhi 100-200 kg per rninggu,” ujar Agus. Kebutuhan pasar swalayan terhadap lemon kian besar. Pangsa pasar lemon yang besar mendorong Agus Roma untuk mengebunkan lemon kalifornia. Selain itu ia juga bekerja saran dengan ernpat petani mitra di Jawa Barat dan JawaTimur. Menurut ayah dua anak itu lemon kalifornia mulai berproduksi pada umur 1,5 tahun setelah tanam. "Jeruk biasa rata-rata 2-3 tahun bar
ANGGUR BERNYANYI

ANGGUR BERNYANYI

Anggur, Berita, Liputan Media
Trubus 564 - November 2016/XLVII, halaman 74-75 Aggur kerap ditanam petani di desa maupun di kota. Tengok aja di Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Sebuah perumahan di Pondok Aren, malah membuatnya sebagai tanaman hias. Rimbun, elegan, berfungsi sekaligus sebagai garasi. Beberapa tampak berbuah, dengan malai dan sulurnya yang indah. Ayah saya berulang-ulang juga menanamnya. Sejak kecil saya dilatih merawat tanaman anggur merah, anggur hijau, anggur biru, maupun anggur hitam. Pekarangan kami di Malang maupun di Yogyakarta, selalu teduh berkat anjangan anggur Vitis vinifera. Ayah menyiapkan kursi-kursi bertangga dan gunting-gunting untuk memanennya. Maklum cucunya lebih dari 20 orang dan semua ingin dipotret sambil memetik anggur dan bernyanyi. Belakangan anggur hias pun menghasilkan ...
Jeruk Pemanis Hidup Petani Banyuwangi: Kesejahteraan Daerah

Jeruk Pemanis Hidup Petani Banyuwangi: Kesejahteraan Daerah

Berita, Liputan Media
Kompas, 24 Oktober 2016, halaman 24 Jeruk siam mengubah nasib petani di Banyuwangi, di Jawa Timur. Di tanah tadah hujan, tanaman tersebut tumbuh subur dan menghidupi petaninya. Berkat jeruk itu kehidupan petani pun menjadi lebih manis. Oleh SIWI YUNITA CAHYANINGRUM Wajah Eko Puguh (27), petani Jeruk di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, semringah. Awal Oktober lalu tanaman jeruknya sudah memasuki masa panen. Kali ini jeruknya dihargai Rp 6.000 per kilogram atau Rp 1.000 lebih tinggi dari harga bulan lalu. Dengan harga setinggi itu, Eko bisa mengantongi penghasilan kotor Rp 90 juta atau Rp 75 juta bersih untuk panen 15 ton jeruk miliknya. Bagi Eko, nilai Rp 90 juta tergolong tinggi. Ia bahkan tidak pernah menerima uang sebanyak itu sebelum bertanam jeruk. Saat dia m...
Petani Stroberi Merugi Selama Delapan Bulan

Petani Stroberi Merugi Selama Delapan Bulan

Liputan Media, Stroberi
Jawa Pos, 20 Oktober 2016. Halaman 30. KOTA BATU- Petani stroberi Batu harus gigit jari selama delapan bulan terakhir. Sebab, mereka mengalami gagal panen. Penyebab utamanya adalah cuaca yang tidak menentu. Praktis, produksi buah tidak bisa maksimal. Ukurannya kecil berdiameter tidak lebih dari 1 sentimeter, sedang rata-rata buah stroberi sebelumnya berdiameter sekitar 2 sentimeter. Bahkan, buah tersebut tampak layu meski belum dipetik. Hal ini dialami Painu, petani stroberi Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Menurutnya, tidak ada pemasukan selama enam bulan belakangan. "Yang paling merusak-itu kalau hujannya malam hari. Karena lebih parah dampaknya (tidak ada sinar matahari, Red),” kata Painu di sela-sela merawat stroberi, kemarin (19/10). Saat hujan, lanjutnya, kondisi tan
Kontes Jeruk: Kampiun di Swiss Kecil

Kontes Jeruk: Kampiun di Swiss Kecil

Liputan Media
Trubus, Oktober 2016, halaman 46-47 Ajang pencarian jeruk terbaik tanah air Solikin telaten merawat pohon jeruk pamelo. Petani di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, itu rutin memberikan pupuk kandang dan campuran dedaunan kering dua kali setahun. Dosisnya 30-40 kg setiap pohon. Solikin juga memasang para-para bambu untuk mencegah buah besar dan matang jatuh. Semua upaya itu untuk menghasilkan Citrus grandis kualitas terbaik. Upaya itu membuahkan hasil. Pamelo milik petani di lereng Gunung Muria, Jawa Tengah, itu meraih juara ke-1 kontes jeruk nasional yang diselenggarakan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) pada Agustus 2016. Menurut juri kontes, Ir Arry Supriyanto, MS, pamelo jawara itu unggul dari segi rasa dan penampilan. "Pesaing terberatnya kalah karen...