Jeruk

Permasalahan Serta Strategi yang Dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan dalam Pengembangan Jeruk Keprok SoE

Artikel, Jeruk
PENDAHULUAN Pengembangan tanaman jeruk keprok SoE sebenarnya telah di mulai pada tahun 2002 dengan sentra utamanya di kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) tersebar terutama di  kecamatan Mollo Utara, Mollo Selatan, Amanuban Barat, dan kecamatan Kuatnana sebagai sentra baru.  Populasi Jeruk Keprok di kabupaten TTS sampai Tahun 2011 sebanyak 475.000 pohon dengan rincian : tanaman berproduksi : 271.459 pohon, dan  tanaman yang belum produksi : 203.541 pohon  dengan produksi totalnya  pada tahun 2010 mencapai 10.240 ton.  Potensi lahan yang tersedia untuk pengembangan Jeruk Keprok SoE yang belum digarap sekitar 22.793 ha. Pengembangan tanaman baru tahun 2011 menggunakan dana DAU sebanyak 5000 pohon untuk desa desa Kuanfatu Kecamatan Kuanfatu,  desa Naukae Kecamatan Kuatnana,  desa Mnelalete

Program Rehabilitasi Agribisnis Jeruk Keprok

Artikel, Jeruk
Buah Indonesia atau buah tropika nusantara sebenarnya sudah mulai disukai oleh konsumen karena variasinya yang banyak dan pergiliran kehadirannya di pasar yang menjadikan buah di kota-kota besar bisa tersedia sepanjang tahun.  Produksi buah di Indonesia pada tahun sebesar 18,65 juta ton;  sedangkan untuk jeruk sekitar 2,13 juta ton atau sekitar terhadap produksi buah nasional.   Pada tahun 2009, Indonesia mengimpor buah sebanyak 601.927 ton, dan diantaranya  sebanyak 209.615 ton adalah buah jeruk   atau hampir mencapai  35% dari  impor buah jeruk  setara dengan 10 % dari total produksi buah nasional. Konsumsi buah per kapita pada tahun 2008 sebanyak 31,93 kg/kapita/tahun sedangkan untuk jeruk 3,59 kg/kapita/tahun, di mana di Amerika untuk jeruk sebesar 60 Kg/kapita/tahun. Impor  buah  I

Penyebaran Pohon Induk Jeruk Bebas Penyakit di Indonesia

Artikel, Jeruk
Program rehabilitasi jeruk telah dilaksanakan di Indonesia. Program rehabilitasi menggunakan sistem pengadaan benih jeruk bebas penyakit yang diketahui merupakan teknologi yang paling modern di Asia Tenggara. Program tersebut menghasilkan benih jeruk bermutu yang dicirikan: (1) bebas patogen sistemik, (2) terjamin kemurnian batang atas dan batang bawahnya, dan (3) tahapan proses produksinya sesuai dengan regulasi pengawasan dan sertifikasi benih.  Benih bermutu dalam praktek merupakan benih berlabel bebas. Program rehabilitasi jeruk yang multi disiplin tersebut memfokuskan pada kegiatan produksi pohon induk dan distribusi materi benih jeruk bebas penyakit. Para peneliti jeruk telah mampu menguasai teknologinya, merumuskan alur distribusi dan sebagai langkah awal telah membangun 4 Blok F
Panen dan Pascapanen Jeruk

Panen dan Pascapanen Jeruk

Artikel, Jeruk, Panen dan Pascapanen Jeruk
Di Indonesia, umumnya buah jeruk dikonsumsi dalam bentuk buah segar (buah meja), dan sering dijadikan sebagai buah tangan ketika bersilaturahmi atau menjenguk orang sakit. Oleh karena itu, mutu buah jeruk banyak ditentukan oleh mutu ekternal (warna kulit, ukuran buah, tekstur kulit, dan kemulusan kulit) maupun mutu internalnya (kadar sari buah, kadar gula, kadar asam, rasio gula/asam dan warna sari buah). Meskipun penampilan jeruk nusantara relatif kurang menarik dibandingkan dengan jeruk impor, mutu internal terutama nilai gizi sari buahnya tentu lebih baik dibandingkan jeruk impor yang telah mengalami masa penyimpanan berbulan-bulan lamanya. Selain dipengaruhi oleh manajemen kebun terutama pasokan nutrisi, mutu buah jeruk juga dipengaruhi oleh kegiatan panen dan penanganan pascapanen....

Induksi Pembungaan, Strategi Panen Jeruk di Luar Musim

Artikel, Budidaya Jeruk
Induksi (merangsang) pembungaan pada beberapa tanaman tahunan dapat dilakukan dengan cara kimia dan mekanis.  Prinsip cara kimia adalah merubah fisiologis tanaman dengan menghambat fase pertumbuhan vegetatif melalui peran hormon atau senyawa kimia tertentu, agar muncul fase generatif, bunga dan buah. Zat pengetur tumbuh (ZPT) yang sering digunakan untuk induksi adalah NAA, Auxin, Gibberelin, Paklobutrazol dan Potasium Klorat (KClO3). Hasil cara kimia lebih pasti, tetapi tidak diajurkan pada tanaman jeruk karena efek sampingnya tidak baik terhadap kondisi tanaman dan kesehatan manusia.  Induksi pembungan secara kimia sering mengakibakan tanaman semakin hari semakin merana, daunnya banyak yang dan rontok, dahan ranting mengkerut dan mudah patah dan bahkan tanaman mati. Induksi pembungaan

Somatic Embryogenesis: Teknologi Penyedia Bibit Secara Massal

Artikel, Jeruk
Pemerintah telah menetapkan tujuan pembangunan dan pengembangan agribisnis jeruk di Indonesia untuk mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri, pemenuhan bahan baku industri, subtitusi impor dan mengisi peluang pasar ekspor. Hingga tahun 2010 dibutuhkan sekitar 15 juta bibit jeruk dari beberapa varietas jeruk (Supriyanto et al., 2007). Kebutuhan tersebut menuntut ketersediaan bibit bermutu dalam jumlah banyak dan seragam. Perkembangan protokol kultur jaringan dalam perbanyakan sel dan jaringan telah sampai kepada level yang memungkinkan untuk melakukan industrialisasi perbenihan dan penyedian bahan dasar industri. Selain mampu memperbanyak tanaman yang sama dengan induknya (true to type), menghasilkan tanaman yang bebas patogen sistemik, dan mengatasi permasalahan perbanyakan tanaman yan...

Pengendalian Penyakit CVPD di Kabupaten Sambas-Kalimantan Barat

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Kabupaten Sambas di Kalimantan Barat merupakan salah satu sentra utama jeruk di Indonesia. Dengan luas tanam sekitar 12.000 ha,  Sambas mampu memproduksi jeruk Siam Pontianak sekitar 120.000 ton per tahun.  Kini pertanaman jeruk di Kabupaten Sambas terinfeksi penyakit CVPD dengan luas serangan hampir 30 %.  Berbagai upaya  telah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat guna menanggulangi penyakit berbahaya yang bisa mematikan perekonomian sekitar 20% penduduk kabupeten Sambas ini;  tetapi belum memberikan hasil yang memuaskan karena dilakukan secara parsial. Badan Litbang Pertanian melalui  BPTP Kalbar dan Balitjestro telah mengadakan pengkajian efektivitas dan peningkatan adopsi teknologi anjuran  penerapan PTKJS dalam mengendalikan penyakit CVPD di satu desa, yaitu desa Tebas S

Industri Jeruk di Australia, Sebuah Potret Kesinambungan Penanganan Agrobisnis Jeruk dari Hulu sampai Hilir

Artikel, Jeruk, Panen dan Pascapanen Jeruk
Pemerintah Indonesia melalui Badan Litbang Pertanian, Departemen Pertanian telah menandatangani naskah kerja sama dengan pemerintah Australia melalui the Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), yaitu Proyek SMAR//2007/196 dengan judul “Pengembangan Pemasaran Jeruk di Indonesia Bagian Timur” selama tiga tahun, mulai tahun 2008 – 2010. Unit Pelaksana Teknis yang terlibat yaitu Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) sebagai national project coordinator, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara, dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur. Adapun tujuan kerja sama ini adalah 1) mengenalkan dan membantu pen

Lingkungan Ideal Kunci Masuk Meraih Sukses Usahatani Jeruk

Artikel, Budidaya Jeruk
Ingin tahu berapa besar potensi pasar jeruk kita? Mari kita hitung, bila kebutuhan konsumsi buah jeruk segar diasumsikan 8 kg/kapita/tahun, maka dengan jumlah penduduk 237 juta jiwa (tahun 2010) dibutuhkan 1.896.000 ton/tahun. Jika produktivitas jeruk nasional sekitar 20 sampai dengan 25 ton/ha maka dibutuhkan kebun jeruk sekitar 75.840  hektar. luas lahan jeruk sekarang ini sekitar 57.083 ha (2010). Oleh karena itu, tidak aneh jika Indonesia selalu menjadi sasaran utama bagi negara eksportir buah. Jika produksi jeruk nasional tidak mampu memasok pasar dalam volume  yang cukup, berkesinambungan dan berdaya saing kuat maka asa membendung banjir jeruk impor akan menjadi sekedar impian belaka. Selain memiliki potensi pasar yang besar, usahatani jeruk terbukti memberikan pendapatan yang tin

Patogen, Gejala pada Tanaman, dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Patogen

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Salah satu patogen yang menimbulkan penyakit dengan kerugian yang besar adalah Phytophthora sp. Lebih dari 66% dari semua penyakit akar dan lebih dari 90% penyakit busuk pangkal batang pada tanaman berkayu disebabkan oleh Phytophthora sp. Berdasarkan beberapa literatur jenis Phytophthora yang biasa menyerang pada tanaman jeruk di banyak negara antara lain P. hibernalis, P. boehmeriae, P. cactorum, P. cinnamomi, P. citricola, P. citrophthora, P. drechsleri, P. megasperma, P. palmivora, P. parasitica (P. nicotianae), P. capsici, dan P.arecae, Sedangkan yang menyerang tanaman anggur adalah P. citricola, tanaman strawberry adalah jenis P. fragariae, dan tanaman apel adalah P. cactorum, P. drechsleri, P. cryptogea, P. citricola, P. cambivora, dan P. arecae. Ciri-ciri morfologi patogen Phy...

Panen dan Penanganan Pasca Panen Ranting Mata Tempel Jeruk Bebas Penyakit

Artikel, Jeruk
Alur distribusi materi perbanyakan jeruk bebas penyakit yang secara nasional telah dibakukan mengikuti beberapa tahapan, yaitu berawal dari  Blok Fondasi (BF) yang merupakan benih dasar yang berasal dari pohon induk bebas penyakit atau benih penjenis di LOLITJERUK, kemudian ke Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT) yang merupakan benih pokok dari BF, dan selanjutnya mata tempel dari BPMT ini akan digunakan di Blok Penggandaan Benih Komersial (BPBK) atau penangkar bibit untuk menghasilkan benih sebar. Proses produksi bibit di  setiap tahapan dilakukan  berdasarkan regulasi yang berlaku dan dalam pelaksanaannya diawasi oleh petugas BPSB setempat secara berkala guna menjamin bahwa bibit yang dihasilkan benar benar bebas penyakit. Bibit jeruk komersial berlabel bebas penyakit yang ada di Indon

OPT Penyebab Buah Burik Kusam pada Buah Jeruk

Artikel, Hama Penyakit Jeruk
Kutu Sisik Kutu menyerang daun, ranting dan buah, menyukai tempat-tempat yang terlindung, seperti di bagian bawah permukaan daun di sepanjang tulang daun.  Kutu Sisik mengeluarkan toksin saat menusuk pada tanaman. Daun yang terserang akan berwarna kuning, terdapat bercak-bercak klorotis dan seringkali membuat daun menjadi gugur.  Serangan berat akan mengakibatkan ranting dan cabang menjadi kering serta terjadi retakan-retakan pada kulit. Jika serangan terjadi di sekeliling pangkal buah, akan menyebabkan buah gugur.  Akibat serangan pada buah dapat menurunkan kualitas, karena kotor dan bila dibersihkan meninggalkan bercak-bercak hijau atau kuning pada kulit buah. Embun Tepung (Powdery mildew) Patogen : Oidium tingitanium Carter. Penyebarannya di semua pertanaman jeruk  di Indone

Perbanyakan Bibit Jeruk Melalui Teknologi Somatik Embriogenesis (SE)

Artikel, Jeruk
Perbanyakan jeruk di Indonesia umumnya dilakukan dengan menyambung suatu batang bawah JC atau RL dengan batang atas komersial yang dikehendaki.  Dalam proses pembuatan bibit jeruk berlabel bebas penyakit alur peredaran mata tempel (entris) sudah dibakukan secara nasional dan perlu disosialikan oleh semua pihak yang berkepentingan. Alur peredaran entris jeruk dapat dilihat pada gambar dibawah ini  Dari alur pada Gambar di atas dapat dijelaskan bahwa distribusi mata tempel jeruk diawali dari penentuan calon pohon induk jeruk sampai menghasilkan pohon induk jeruk bebas penyakit.  Pada tahapan tsb. pengelolaannya dilakukan  oleh BALITJESTRO, dimana sampai dengan tahun 2010 pohon induk bebas virus yang telah  dihasilka mencapai ± 220 varietas , sedangkan untuk tanaman induk jeruk bebas p

Panduan Menentukan Dosis Pupuk Berdasarkan Hasil Panen untuk Tanaman Jeruk

Artikel, Budidaya Jeruk, Jeruk
Pendahuluan Perkembangan tumbuhan dalam kondisi alami seperti di hutan seimbang dengan pelapukan batu-batuan dan sisa organisme.  Adanya campur tangan manusia  seperti pengangkutan hasil panen menyebabkan pengurasan nutrisi dari tempat tumbuhnya sehingga tanah tidak mampu lagi mendukung kebutuhan tanaman secara normal.  Oleh karena itu, lahan-lahan pertanian semakin lama semakin kurus dan produktivitasnya terus merosot jika tidak diberi pupuk. Nutrisi pupuk yang terlarut dalam air diserap oleh akar tanaman, bersama dengan karbon dioksida dari udara dengan bantuan cahaya matahari dimasak di dalam daun menjadi senyawa penting untuk pertumbuah dan produksi buah.  Oleh karena itu, volume hasil, mutu buah dan umur produktif tanaman sangat bergantung pada pasokan nutrisi dari luar.

Mampukah Jeruk Keprok Nasional Kita Menggeser Jeruk Impor?

Artikel, Jeruk
Sampai saat ini Indonesia termasuk negara pengimpor jeruk terbesar kedua di ASEAN setelah Malaysia, dengan volume impor khususnya jeruk manis sebesar 127.041 ton selama kurun waktu 2005 – 2009 dengan rata – rata per tahun mencapai 25.408 ton atau setara dengan US $ 17.464.186/th Sedangkan untuk jenis keprok atau mandarin, selama kurun waktu 2005 – 2009 mencapai 504.063 ton atau sekitar 100.813 ton per tahun dengan nilai mencapai US $ 80.569.300 (Sumber BPS, 2010 diolah).  Tidak heran kalau banyak dijumpai jeruk impor hampir di semua swalayan termasuk pedagang buah di kaki lima. Yang sangat menyedihkan lagi jeruk impor ditata dan diletakkan lebih bagus dibandingkan dengan jeruk produk nasional, dan tampaknya konsumen juga kurang menyukai jeruk produk sendiri dengan alasan kualitasnya ma

Rekomendasi Pemupukan untuk Tanaman Jeruk

Artikel, Budidaya Jeruk, Jeruk
Tumbuh kembang tanaman dalam sitem alamiah seperti di hutan seimbang dengan proses pelapukan batu-batuan dan sisa organisme.  Adanyan campur tangan manusia  seperti pengangkutan hasil tanaman menyebabkan   kehilangan nutrisi dari lahan sehingga kesuburannya menurun.  Oleh karena itu, tanpa pasokan nutrisi yang memadai, lahan jeruk tidak mampu mendukung kebutuhan nutrisi tanaman secara optimal sehingga kesehatan tanaman, volume dan mutu buah yang dihasilkan menjadi semakin rendah. Fenomena mutu buah jeruk nasional yang belum memuaskan dan munculnya gejala kekurangan hara pada daun yang bermuara pada kemerosotan kesehatan tanaman jeruk di beberapa sentra produksi menunjukkan bahwa usaha menjaga kesuburan lahan yang dilakukan oleh petani melalui pemupukan masih belum sesuai dengan kebu