Berita

Buku Pedoman Umum Pengembangan Hortikultura 2012

Berita
Penerapan sistem penganggaran terpadu berbasis kinerja, membawa konsekuensi akan pentingnya pengaturan sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan yang mengakomodasi semangat reformasi yang lebih demokratis, desentralistik, sinergis, komprehensif dan berkelanjutan. Sistem penganggaran yang lebih responsif diperlukan guna memenuhi tuntutan peningkatan kinerja dalam bentuk hasil pembangunan, kualitas layanan, dan efisiensi pemanfaatan sumberdaya serta mempermudah pencapaian sasaran program pembangunan pertanian, khususnya subsektor hortikultura secara efektif, efisien, akuntabel dan terukur. Dalam rangka mencapai efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan anggaran kinerja subsektor hortikultura dan untuk menselaraskan antara rancangan program dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan sert

Seminar Nasional “Pekan Inovasi Teknologi Hortikultura Nasional”

Berita
Seminar  nasional ini merupakan bagian dari acara Pekan Inovasi Teknologi Hortikultura Nasional yang diadakan sejak 2-6 Juli 2012 yang juga diadakan untuk memperingari Hari Krida Pertanian. Seminar yang diadakan di Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang ini menghadirkan 153 abstrak yang lolos seleksi dari 206 abstrak yang masuk ke panitia. Tema yang diangkat adalah “Penerapan Inovasi Teknologi dalam Mendukung Pembangunan Hortikultura yang Berdaya Saing dan Berbasis Sumberdaya Lokal”.  Tujuannya adalah untuk mendiseminasikan dan menyebarluaskan informasi-informasi tentang teknologi terbaru di bidang hortikultura, baik itu hasil penelitian, review, dan kajian lain yang mendukung pembangunan hortikultura. Balitjestro sedikitnya mengirimkan  15 makalah dalam seminar ini. Rumusan

Arti dan Tujuan Hari Krida Pertanian Setiap Tanggal 21 Juni

Berita
Tanggal 21 Juni merupakan Hari Krida Pertanian yang senantiasa diperingati oleh masyarakat pertanian yaitu para petani, peternak, pegawai, dan pengusaha yang bergerak di sektor pertanian.  Penetapan  tanggal  21  Juni sebagai  Hari  Krida  Pertanian didasarkan  atas  pertimbangan bahwa  pada  tanggal  tersebut  ditinjau  dari  segi  astronomis,  matahari  yang  memberikan  tenaga kehidupan bagi tumbuhan, hewan dan manusia, berada pada garis balik utara (23,50 lintang utara) dimana  pada  saat  itu  terjadi  pergantian  iklim  yang  seirama  dengan  perubahan - perubahan  usaha kegiatan pertanian. Pada akhir abad ke-IX mulai diperkenalkan apa yang disebut pranata mangsa, yaitu cara pembagian musim dalam 12 musim yang diuraikan secara lengkap antara lain meliputi hujan, angin, serangga, p

Misi Bhakti Krida untuk Semangat HKP – 40

Berita
JAKARTA – Peran Profesor Riset Badan Litbang Pertanian semakin nyata dan diakui. Para Profesor Riset terjun langsung ke lapangan untuk melihat serta memberikan rekomendasi dan pendampingan khususnya bagi daerah perbatasan, tertinggal dan sub optimal. Kamis, (21/6/2012) bertepatan dengan memperingati Hari Krida Pertanian (HKP) ke-40, dilakukan penyerahan secara simbolik materi inovasi oleh Menteri Pertanian Dr. Suswono kepada perwakilan Forum Komunikasi Profesor Riset yang akan menjalankan misi bhakti krida pertanian dan pendampingan teknis.  Materi diterima langsung oleh ketua Forum Komunikasi Profesor Riset Prof. Husein Sawit. Berkaitan dengan Hari Krida Pertanian, Mentan menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun, 20 Tahun dan 10 Tahun kepada pegawai lingkup Kemente
Asyiknya Bertanam Jeruk

Asyiknya Bertanam Jeruk

Berita
Dalam rangka pengenalan terhadap terhadap tanaman, SD Ibnu Hajar Batu Malang mengadakan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika untuk memberikan wawasan terhadap murid-murid untuk mencintai tanaman. Di sini anak-anak dapat melihat berbagai jenis tanaman jeruk yang ada dan mengenal bagaimana memelihara tanaman agar tetap hidup. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak dapat mempunyai kepedulian terhadap lingkungan hidup di sekitarnya.. Selain itu dengan adanya semangat untuk mencintai tanaman akan memberikan dampak yang sangat positif di kemudian hari. Selain memupuk kemandirian juga untuk melatih kemampuan anak dalam memelihara tanaman. Dalam praktek menanam jeruk murid-murid yang masih belia sangat antusias sekali. Dengan penuh rasa ingin mencoba mereka berusaha me...

Mengembalikan Kejayaan Jeruk Siam Gunung Omeh dan Keprok Kacang Solok

Berita
BPTP Sumbar Siap Gandeng Balitjestro Kembangkan Jeruk Unggulan BPTP Sumatera Barat melalui Kepala Balai Dr. Hardiyanto, M.Sc dan Koordinator Program Ir. Azwir, M.Si mengunjungi Balitjestro dan diterima Kepala Balitjestro Dr. Ir. Muchdar Soedarjo, MSc. Maksud kunjungan ini adalah sebagai penjajakan kerja sama pengembangan kawasan jeruk seluas 500 hektar di Sumatera Barat. Balitjestro sebagai balai penelitian komoditas jeruk dinilai mampu mendukung program ini dengan berbagai produk benih unggul, inovasi teknologi yang sudah dihasilkan dan kawalan teknologi oleh SDM Balitjestro. Gambar. (kiri) Kepala Balitjestro Dr. Ir. Muchdar Soedarjo, MSc. menyambut kedatangan Kepala BPTP Sumatera Barat Dr. Hardiyanto, M.Sc dan Koordinator Program Ir. Azwir, M.Si. (kanan) Meninjau visitor plot PTK...

Tim Monev Pantau Capaian Kegiatan Balitjestro 2012

Berita
Tim monitoring dan evaluasi (monev) Puslit Hortikultura melakukan tugasnya di Balitjestro mulai Rabu (13/06) dan diakhiri Jum’at (15/06). Tim ini terdiri dari Dr. Budi Marwoto, Dr. Idha Widi Arsanti, Ir. Lenny H. Sule, MSi, Lieswidowati, SE, dan Ngatirah. Tim telah melakukan monitoring dan evaluasi berbagai aspek dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana capaian kegiatan dibandingkan dengan rancangan tujuan/sasaran yang akan dicapai dan prospek keberhasilan di tengah tahun ini sampai dengan akhir waktu pelaksanaan. Hasil pelaksanaan monitoring internal mencakup perkembangan administrasi, perkembangan capaian target penelitian, perkembangan sinergi kelembagaan program, perkembangan kerja sama, dan capaian kegiatan manajeman. Tim monev melakukan uji petik penelitian di Selokerto di ma

Eksplorasi, Karakterisasi dan Koleksi Tanaman Jeruk di Sulawesi Selatan

Berita
Eksplorasi, karakterisasi dan koleksi tanaman jeruk di propinsi Sulawesi Selatan dilakukan di Kabupaten Pangkajene dan Selayar yang mempunyai keragaman varietas jeruk yang cukup banyak. Eksplorasi ke kabupaten Pangkajene dipandu oleh Kasie Hortikultura dan 1 orang staff Diperta Propinsi dan Kabupaten serta wakil kelompok tani, sedangkan ke Selayar dipandu oleh 1 staff Diperta Propinsi, 1 staff Hortikultura Selayar serta petani. Penelusuran keberadaan varietas jeruk yang berbeda diperoleh dari informasi petani atau petugas daerah setempat.  Jenis jeruk yang diperoleh selama  eksplorasi telah didokumentasikan dalam bentuk foto tanaman, daun, bunga dan buah (apabila sedang ada) dan telah diambil bahan tanaman, yaitu ranting mata tempel yang dikemas dalam kantong plastik kemudian diperlakuk

Menggali Potensi Jeruk di Maluku Utara

Berita
Propinsi Maluku Utara ternyata mempunyai beberapa jenis tanaman jeruk yang menarik untuk dieksplorasi. Di beberapa daerah terdapat berbagai jenis varietas jeruk yang masih belum banyak diketahui. Di  Kelurahan Topo, Kepulauan Tidore dan Kelurahan Kepulauan Hiri yang merupakan daerah yang masih ada  pertanaman jeruk di provinsi Maluku Utara.  Menurut  informasi yang diperoleh bahwa tanaman jeruk di Maluku Utara ada sejak jaman penjajah Portugis dan Belanda, artinya bahwa tanaman jeruk bukan merupakan tanaman asli. Pohon jeruk ditanam pada ketinggian 10 - 375 m diatas permukaan laut yang menghadap ke pantai, sebagai tanaman pekarangan yang tidak pernah dirawat, dan  ditumpang sari dengan cengkeh, pala dan pisang. Di kelurahan Topo, Kepulauan Tidore diperoleh 2 asesi jeruk keprok/mandarin yan

Jeruk Rimau Gerga Lebong, Unggulan Lokal yang Siap Menuju Pasar Internasional

Berita
Jeruk keprok Rimau Gerga Lebong menurut sejarahnya berasal dari Israel, lewat Thailand, ditanam di Kabupaten Karo Sumut, dan kemudian dibawa dan ditanam oleh Bp. Gerga di Lebong Bengkulu yang hingga sekarang baru tertanam 2500 pohon atau setara dengan 50 ha. Tanaman jeruk Rimau Gerga Lebong merupakan salah satu komoditas potensial Desa Rimbo Pengadang Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong karena mampu meningkatkan penghasilan masyarakat. Dengan warna yang kuning dan rasanya yang manis segar dah buahnya yang cukup besar menjadikan jeruk ini sangat potensial untuk dikembangkan. Jeruk keprok ini dapat dijadikan salah satu produk unggulan hortikultura daerah  maupun nasional. Jeruk keprok ini belum dilepas oleh menteri Pertanian sehingga diperlukan kebijakan dalam penyediaan bibitnya u

Berburu Jeruk Exotic “Nipis Borneo” di Tepian Sungai Mahakam

Berita
Jeruk nipis (citrus aurantifolia) yang ada di Kutai Barat bukan merupakan tanaman asli  daerah. Menurut sejarah bahwa tanaman jeruk nipis yang ada di Indonesia  berasal dari Birma Utara, Cina Selatan, India sebelah utara, tepatnya di Himalaya serta Malaysia yang dibawa oleh orang Belanda. Jeruk nipis mempunyai banyak nama daerah, diantaranya:  jeruk pecel (Jawa), limau nipis (Kalimantan), jeruk dhurga (Madura)  dan ,jeruk mipis (Sunda ). Daerah sentra penanaman jeruk nipis di Indonesia antara lain: Kabupaten Jombang dan Tulung Agung (Jatim), Salatiga (Jateng)  dan Kabupaten Kutai Barat (Kaltim). Tanaman jeruk nipis di Kabupaten Kutai Barat sudah ada sejak sekitar tahun 1960, tepatnya berada di kecamatan Melak dan Long Iram, dibudidayakan di lahan tepi sungai Mahakam dan  lahan agak masu

Petani Batu dan Malang Untung Tanam Jeruk Keprok Batu 55

Berita
Bulan Mei-Juli adalah masa panen jeruk Keprok Batu 55. Jika kita mengelilingi daerah lokasi tanam yaitu di daerah Dusun Selokerto, Selorejo Kecamatan Dau Kabupaten Malang dan Kota Batu dapat dengan mudah kita jumpai hamparan Keprok Batu 55 menguning dan beberapa sudah dipanen. Harga yang kompetitif yaitu kisaran Rp 10.000,- sampai 15.000,- (bankan di tempat wisata seperti Selecta mencapai Rp 25.000,-) membuat petani tergiur menanamnya bahkan tidak sedikit yang mengganti varietas Manis Pacitan yang harganya Rp 3500,- dengan Keprok Batu 55 ini. Lokasi tanam Keprok Batu 55 saat ini masih di sekitar Batu dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang dengan luas sekitar 200 hektar. Jeruk ini memang menjadi andalan karena rasanya manis, sedikit masam dan segar dengan tingkat kemanisan 10-12o brix, bentu...

Tinjauan Perkembangan Kerjasama Balitjestro dengan PTPN XII

Berita
PTPN XII merupakan salah satu stakeholder yang memanfaatkan teknologi yang dihasilkan Balitjestro dalam mengembangkan beberapa varietas jeruk. Kerjasama ini dimulai pada tahun 2009 yang bertujuan untuk mengembangkan tanaman jeruk dan buah subtropika di PT. Perkebunan Nusantara XII (PERSERO), khususnya pada Kebun Pasewaran (Banyuwangi), Kebun Banjarsari dan Kalisat-Jampit. Dalam kerjasama ini Balitjestro juga mempunyai peran dalan penyedian benih jeruk bebas penyakit dan buah subtropika dan pengawalan teknologi budidaya serta penyusunan matrik magang/pelatihan petugas PTPN XII. Untuk mengevaluasi sejauh mana kerjasama yang telah dilakukan PTPN XII dengan Balitjestro, Kepala Balitjestro beserta tim yang bertanggungjawab dalam kerjasama tersebut melakukan kunjungan pada 3 kebun yang telah ...

Pelatihan Petugas dan Petani Kabupaten Berau

Berita
Dinas Pertanian Tanaman Pangan  Kabupaten Berau Kalimantan Timur mengirimkan sejumlah petugas dan petani untuk mengikuti pelatihan budidaya jeruk di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika. Pelatihan yang dilaksanakan 15-17 Mei 2012 Ini dimaksudkan untuk lebih mengetahui dan menambah wawasan tentang budidaya jeruk yang sehat dan bebas penyakit. Provinsi Kalimantan Timur sendiri mempunyai 10 kabupaten dan 4 kota. Sebagian besar dari Kabupaten mencanangkan program pengembangan pertanian sebagai arah pembangunannya sebagai antisipasi dari menipisnya cadangan kekayaan alam berupa emas, batubara, minyak bumi, dan kayu. Salah satu prioritas pengembangannya adalah komoditas hortikultura unggul asli asal Kalimantan Timur. Hortikultura yang dikembangkan adalah pengembangan kawasan jer

Lengkeng Satu Jari

Berita
Lengkeng merupakan salah satu buah-buahan yang banyak diminati masyarakat. Rasanya yang manis dan segar memberikan daya tarik tersendiri. Saat ini budidaya lengkeng masih banyak yang di dataran tinggi karena banyak anggapan lengkeng hanya bisa ditanam di dataran tinggi. Namun varietas lengkeng sekarang banyak yang dapat ditanam di dataran rendah. Berbagai varietas itu antara lain diamond river, pingpong, itoh, dan masih banyak lagi varietas lainnya. Lengkeng sendiri banyak kita jumpai di toko-toko buah, supermarket maupun pasar tradisional di masyarakat. Salah satu varietas lengkeng yang dikembangkan adalah lengkeng satu jari. Tanaman yang didapat dari Sri Rianawati penangkar dari Jakarta ini ditanam di dataran rendah pada ketinggian 50 mdpl di Probolinggo Jawa Timur.Media yang digunaka...

Website Balitjestro Berbenah untuk Pelayanan Lebih Baik

Berita
Website Balitjestro tahun lalu mendapat peringkat sepuluh besar, tepatnya ke-9 dari sekian UPT Badan Litbang Pertanian. Sebagai upaya meningkatkan penyebaran informasi dan perbaikan kualitas isi dari informasi yang diberikan, Balitjestro bertekad untuk memperbaiki kinerja dan meraih penghargaan website terbaik tingkat Badan Litbang Pertanian di tahun 2012 ini. Rapat kerja dan evaluasi tim website dilakukan oleh Kepala Balitjestro guna menggenjot kinerja yang ada selama ini. Upaya pencapaian visi Badan Litbang Pertanian menjadi lembaga penelitian berkelas dunia pada tahun 2014  menjadi bagian dari tanggung jawab pengelola teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di UK/UPT Badan Litbang, termasuk Balitjestro untuk selalu memberikan informasi terbaru bagi masyarakat khususnya bidang tanama

Keynote Speech Menteri Pertanian RI: “Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi yang Berkelanjutan”

Berita
Keynote Speech Menteri Pertanian RI pada Simposium dan Seminar Bersama PERAGI-PERHORTI-PERIPI dan HIGI  “Mewujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi yang Berkelanjutan” Mengacu pada berbagai tulisan dan pemikiran, maka ada 8 (delapan) pra-syarat agar pembangunan ketahanan pangan kita ke depan dapat terus menopang ketersediaan pangan bagi masyarakat, yang bertumpu pada kekuatan dan keunggulan sumberdaya lokal sebagaimana dimanatkan pada konsep kedaulatan pangan. Hal itu antara lain terkait dengan (1) Penguasaan lahan harus memadai, sehingga memungkinkan petani mengembangkan beragam kegiatan usaha; (2) Tersedianya secara memadai infrastruktur dasar pertanian seperti irigasi, jalan dan listrik; (3) Dukungan teknologi pertanian yang terbarukan; (4) Dukungan ketersedian sarana produksi seperti m

Balitjestro Mendukung Pengembangan Jeruk di Kabupaten Paser

Berita
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal perlu adanya teknik yang mendukung dalam pengelolaan tanaman jeruk agar mampu berproduksi dengan baik. Dengan adanya dukungan teknologi yang tepat untuk diterapkan ke petani maka akan mampu mengangkat produksi tanaman jeruk sehingga dapat meningkatkan keuntungan dari hasil panen jeruknya. Dalam rangka pengembangan kawasan jeruk di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur Dinas Pertanian Kab Paser mengirimkan petugas untuk mengadakan kunjungan di Balitjestro (Kamis 03/ 05/2012). Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperoleh wawasan dan pengetahuan tentang budidaya jeruk yang sehat. Karena untuk mendapatkan hasil yang optimal dibutuhkan teknologi dan pengelolaan yang baik dan benar. Di Kabupaten Paser sendiri  jeruk sudah masuk dalam program pengembangan yan

Balitjestro Menerima Kunjungan Bakohumas 30 Kementerian

Berita
Untuk memberikan informasi aktual dan tukar menukar informasi diantara pejabat/penanggung jawab kehumasan baik di lingkungan pemerintahan, dan pihak lainnya badan kooordinasi kehumasan nasional mengadakan pertemuan di Grand Palace Malang 26/04/2012. Acara yang dibuka oleh Ka Biro Umum Dan Humas Drs. Sigit Wahyudi, MM ini diikuti oleh anggota bakohumas di 30 kementerian , UPT, dan Dinas Lingkup Pertanian Jawa Timur. Dengan diadakannya pertemuan ini diharapkan tersosialisasinya kebijakan pemerintah  kepada masyarakat. Dalam bidang pertanian dalam acara ini juga disampaikan konsep KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) untuk memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan. Dalam salah satu acara kegiatan Bakohumas

Lepas Sambut Kepala Balitjestro

Berita
Balitjestro mempunyai pimpinan yang baru yaitu Dr. Ir. Muchdar Soedarjo, M.Sc yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi). Kepala Balai sebelumnya, Dr. Ir. Hardiyanto, M.Sc mendapat tugas baru yaitu menjadi Kepala BPTP Sumatera Barat. Dalam acara lepas sambut yang diselenggarakan di Aula Balitjestro, ditayangkan perjalanan karir Bapak Hardiyanto dan Muchdar. Bapak Hardiyanto yang akrab dipanggil pak Anto ini menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama dan kekompakan Balitjestro selama ini. “Tradisi kompak dan maju bersama harus terus dijaga dan ditingkatkan. Kalau slogan Balitjestro adalah Selangkah Lebih Maju dengan upaya menggilas jeruk impor, jika dipadukan dengan slogan pak Muchdar yaitu menggoyang, maka diharapkan Jeruk Nusantara bisa menggila