Cara Mudah dan Cepat Membuahkan Jeruk Keprok

Keprokisasi adalah salah satu program pemerintah dalam rangka pengembangan jeruk keprok di Indonesia yang mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi dan mampu bersaing d ipasar global guna bersaing sekaligus mensubstitusi jeruk impor.

Namun dalam perkembangannya masih banyak kendala salah satunya masih banyak petani yang menghendaki menanam jeruk siam, alasannya jeruk siam waktu berbuah relatif lebih cepat dan mudah hanya membutuhkan waktu ± 2.5 tahun setelah tanam. Sedangkan jeruk keprok berbuah pertama membutuhkan waktu lebih lama yakni rata- rata 4 tahun setelah tanam baru bisa dinikmati hasilnya.

Untuk mempercepat proses berbuah/produksi dapat dilakukan dengan “metode pelenturan percabangan” sehingga  petani tidak perlu khawatir untuk menanam jeruk keprok karena umur produksi awal relatif sama dengan jeruk siam bahkan mampu berbuah sangat lebat rata-rata per pohon menghasilkan buah 20 s/d 25 kg pada awal produksi. Kebun Percobaan Banaran di Batu, Jawa Timur menggunakan metode ini untuk mempercepat proses berbuah untuk tanaman jeruk Keprok Batu 55 dan sekarang sudah terlihat hasilnya.

Gambaran Proses “Metode Pelenturan Cabang

mpc

Prinsip dasar metode ini adalah perlakuan gangguan pada percabangan dengan cara melenturkan atau membuat cabang menjadi lentur sehingga terjadi gangguan yang terdapat pada jaringan xilem ataupun floem, yang berdampak meningkatnya akumulasi karbohidat (CH2O)n yang ada didalam daun dan akan mempengaruhi kecepatan kesiapan primordia bakal bunga dan bakal buah.

Disamping itu harus dilakukan pengaturan derajad sudut percabangan tanaman agar menjadi lebih besar dari sebelumnya, sehingga porstur tanaman terbentuk lebih ideal dengan pertumbuhan pada tajuknya cenderung menyamping (harisontal) sehingga pengaruh gravitasi bumi sedikit terhambat untuk menarik atau mengurangi ketersediaan carbon (C) dan nitrogen (N) yang terdapat pada bagian tubuh tanaman.

Waktu yang tepat untuk melakukan perlakuan pelenturan percabangan adalah pada saat tanaman mulai layu tepatnya diawal musim kemarau (awal tanaman mengalami kondisi strees air) alasanya pada kondisi tersebut tanaman berhenti bertunas dengan kondisi sedikit layu sehingga cabang tidak mudah patah saat dilakukan proses pelenturan. Perlu diingat selama 2-3 bulan tanaman yang sudah diperlakukan pelenturan tidak perlu disiram air. Disamping itu faktor utama penentu keberhasilan dari metode ini adalah, harus merubah komposisi dosis pemupukan yang diberikan pada tanaman, karena adanya perubahan fisiologis tanaman dari fase vegetatif (pertumbuhan) ke fase generatif (produksi).

Hasil dari “Metode Pelenturan Percabangan”

mpc2

Cara melakukan pelenturan pada percabangan tanaman jeruk keprok sangatlah mudah dan sederhana, dalam prateknya tidak memerlukan suatu keahlian khusus untuk melakukannya. Perlakuan yang dilakukan di Kebun Percobaan Banaran, jeruk Keprok Batu 55 menunjukan hasil produksi yang maksimal dengan masa produksi awal 1.5 tahun lebih cepat dari masa produksi awal yang sebenarnya, artinya dengan menerapan teknologi pelenturan percabangan pada agribisnis budidaya tanaman jeruk Keprok dapat menghemat biaya produksi sebesar 37.5% dari total biaya produksi tanaman jeruk belum menghasilkan (TBM).

Oleh: Ady Cahyono, SP

Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Related Post

Tinggalkan Balasan