Buah Subtropika Menjadi Tema Revitalisasi Kebun Percobaan Balitjestro

RapatRevitalisasiKebunBalitjestro

Balitjestro berupaya melakukan langkah persiapan menjelang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015—2019, salah satunya di sektor Kebun Percobaan. Pembahasan mengenai hal tersebut dilakukan dalam bentuk brainstorming Revitalisasi Kebun Percobaan, Selasa (7/10). Hadir dalam pertemuan ini Kepala Balai, Dr. Ir. Joko Susilo Utomo, MP, kepala kebun percobaan, peneliti senior, dan juga teknisi Balitjestro.

Balitjestro sendiri saat ini mempunyai 5 kebun percobaan (KP); yakni KP Tlekung, KP Punten, KP Banaran, KP Kliran, dan KP Banjarsari. Kelima KP tersebut menjadi tempat penelitian dan pengembangan komoditas yang diamanatkan kepada Balitjestro, termasuk jeruk, stroberi, lengkeng, apel, dan anggur

Dalam pertemuan ini hadir dari segenap lini duduk bersama membahas masa depan kebun percobaan. Mengingat kegiatan kebun masih berkait erat dengan kegiatan penelitian, maka pengelolaan manajemen kebun untuk selanjutnya ditangani oleh Kasie. Yantek & Jaslit. Rapat tersebut juga menyepakati bahwa visitor plot kebun percobaan sebagai show window harus ditangani dengan serius dan maksimal. Terlebih saat ini yang memasuki masa pemupukan dan pengairan berpengaruh yang besar terhadap buah jeruk yang dihasilkan

Keberadaan KP yang sebagian besar lahannya ditanami jeruk, menjadi pembahasan utama dalam rapat mengingat mandat Balitjestro tidak hanya pada penelitian jeruk. Evaluasi dilakukan karena selama ini Buah Subtropika (stroberi, lengkeng, apel, dan anggur) terkesan terpinggirkan dan KP yang mendapat mandat tidak dapat mengelola dengan baik karena berbagai keterbatasan yang ada, termasuk sarana dan prasarana kebun. Jeruk yang secara pendanaan riset mendapatkan alokasi 80% lebih memang terbukti diakses oleh banyak Pemda dan swasta se-Indonesia. Namun saat ini buah subtropika lainnya seperti apel dan stroberi mulai diminati dan diakses publik sehingga perlu mendapat perhatian ekstra.

Sebagai tindak lanjut dibentuklah lima tim untuk masing-masing varietas sebagai upaya mengembangkan varietas komoditas balai terutama di kebun percobaan. Peserta rapat juga setuju kebun percobaan dapat kembali eksis dengan tanaman semula, dimana KP Banaran menjadi tempat pengembangan apel dan KP Kliran untuk stroberi. [Dyah | Balitjestro]

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event