Buah Lokal Harus Dilindungi dan Dilestarikan

[cml_media_alt id='2319']Buah Lokal Dilindungi[/cml_media_alt]Untuk melindungi dan melestarikan buah lokal, DPRD Provinsi Bali menggelar seminar untuk membahas “Ranperda Perlindungan Buah Lokal” di gedung DPRD Bali, Selasa (19/02/2013). Acara ini dihadiri oleh Gubernur Bali, Ketua DPRD Bali, praktisi dari Universitas Udayana, BPTP Bali, tokoh agama dan masyarakat serta Ka Balitjestro sebagai narasumber dalam seminar tersebut.

Gubernur Bali  Made Mangku Pastika dalam sambutannya mengatakan bahwa pentingnya menjaga kelestarian buah lokal di Bali dalam upaya membatasi jumlah buah impor yang ada di Bali. Beliau juga mengharapkan kepada masyarakat Bali untuk selalu menggunakan buah-buahan lokal yang ada di bali untuk dikonsumsi karena kualitas dari buah lokal tidak kalah dengan buah impor. Untuk itu diharapkan masyarakat Bali untuk berperan aktif dalam melestarikan dan mencintai buah-buah lokal yang ada di Bali. Bahkan Gubernur sendiri dalam menyambut tamu di kediamannya menggunakan buah lokal tanpa ada buah impor sama sekali. Hal ini membuktikan bahwa buah lokal sangat diminati oleh tamu terutama dari mancanegara.

Ketua Pansus Buah Lokal Nyoman Sugawa Korry menjelaskan tentang menurunnya sektor pertanian di Bali. Untuk itu perlu adanya pemderdayaan ekonomi rakyat yang salah satunya petani. Untuk itu harus ada sinergi antara sektor pariwisata dan pertanian sekaligus melestarikan budaya Bali yang melekat dengan pertanian. Disamping itu itu perlu adanya mekanisme ilmiah untuk mensukseskan Perda Perlindungan Buah Lokal di Bali sehingga ke depan pelaksanaan perda ini dapat tepat sasaran.

Ka Balitjestro Dr.Ir.Muchdar Soedarjo, MSc dalam presentasinya menekankan pentingnya semangat nasionalisme dan patriotisme untuk lebih mencintai buah-buahan lokal Indonesia. Indonesia yang sangat kaya akan buah memerlukan semangat tersebut melindungi dan melestarikannya sehingga tidak akan punah dan bisa terus dinikmati anak cucu kita. Disamping itu peranan dari pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan untuk peningkatan produksi dari buah lokal sehingga dapat menghadang laju buah impor yang semakin meningkat.  Sebagai contoh di Bali juga mempunyai varietas jeruk yang khas yaitu Keprok Tejakula dan Siam Kintamani yang harus dilindungi dan dilestarikan. Untuk itu penggunaan benih unggul yang berkualitas diharapkan dapat meningkatkan produksi buah di petani yang secara langsung dapat meningkatkan kesejahteraan dari petani. Inovasi teknologi dari Badan Litbang Pertanian siap mendukung pelaksanaan Raperda Perlindungan Buah Lokal di Bali .(Fajar)

 

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event