BITE 2016 Resmi Dibuka

DSC_6820

Balitjestro Innovation Technology Expo (BITE) 2016 yang merupakan openhouse dalam rangka 10 tahun Balitjestro resmi dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) pada Rabu, 4 Juli 2016. Hadir dalam acara ini yaitu petani se-Indonesia peserta kontes buah jeruk, Kelompok Tani, Pejabat Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten se-Indonesia, stakeholders swasta dan pejabat Kementerian Pertanian khususnya Badan Litbang Pertanian.

Dalam menghadapi MEA, peningkatan produksi dan daya saing komoditas yang menjadi mandat Balitjestro (jeruk dan buah subtropika), khususnya jeruk mutlak perlu dilakukan agar neraca perdagangan jeruk Indonesia yang selama lima tahun terakhir (2008-2012) mengalami kenaikan nilai defisit sebesar 22,03% per tahun (PUSDATIN, 2013) bisa diseimbangkan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) telah banyak menghasilkan teknologi unggulan tanaman jeruk, apel, anggur, lengkeng dan stroberi.

Plt. Kapuslitbang Hortikultura Dr. Fadjry Djufry
Plt. Kapuslitbang Hortikultura Dr. Fadjry Djufry

Dalam laporannya Plt. Kapuslitbang Hortikultura Dr. Fadjry Djufry menjelaskan bahwa Balitjestro merupakan UPT Badan Litbang Kementerian Pertanian di bawah koordinasi Puslitbanghortikultura yang mempunyai tugas dan fungsi untuk melaksanakan kegiatan penelitian dan diseminasi teknologi tanaman jeruk dan buah subtropika. Dalam usianya yang 10 tahun ini, telah banyak inovasi teknologi yang dihasilkan  dan dimanfaatkan oleh stake holder.

Seiring dengan perkembangan jaman dan perubahan lingkungan strategis yang terjadi secara dinamis, maka peneliti di Balitjestro terus dituntut untuk tanggap, kreatif, inovatif  dalam melakukan penelitian yang hasilnya ditunggu oleh para stake holders denga harapan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani jeruk dan buah subtropika di Indonesia. Untuk menderaskan hilirisasi teknologi langsung ke pengguna maka saat ini dilakukan kegiatan BITE (Balitjestro Innovation Technology Expo) di Balitjestro, yang bertema: “Dukungan inovasi teknologi jeruk dan buah subtropika dalam mewujudkan pertanian bioindustri dan kemandirian pangan di era masyarakat ekonomi asean (MEA).

Dalam akhir laporannya, beliau berpesan kepada para peneliti sebagai penghasil teknologi dan penghasil produk teknologi untuk terus membangun komunikasi produktif atau terus meningkatkan networking dengan para stake holders dengan tujuan agar agribisnis jeruk dan buah subtropika mempunyai daya saing di masa yang akan datang.

Walikota Batu Eddy Rumpoko menyambut baik event nasional yang diselenggarakan di Kota Batu ini. Harapannya kedepan, ada event yang lebih besar lagi yang semakin mendekatkan teknologi Balitbangtan ke petani. Selama ini kontribusi nyata Balitjestro sudah dirasakan nyata oleh penduduk Batu yang 80% mayoritas petani. Batu selain sebagai kota apel sekarang ini mulai dikenal sebagai sentra produksi jeruk.

Kepala Balitbangtan membuka acara secara resmi sekaligus melaunching 7 varietas jeruk unggulan dan buku terbaru dari Balitjestro. Launching 7 varietas unggul baru jeruk yaitu: Varietas JRM 2012 (jeruk keprok), Varietas Krisma Agrihorti (jeruk keprok), Varietas Monita Agrihorti (jeruk keprok), Varietas Sitaya Agrihorti (jeruk siam), Varietas Nimas Agrihorti (jeruk nipis manis), Varietas Sari Agrihorti (jeruk sambal) dan Varietas Puri Agrihorti (jeruk purut). Sedangkan buku yang di-launching ada 2 buku yaitu: “80 Teknologi Inovatif Litbang Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika” dan “Mencegah Ancaman Penyakit Sistemik Jeruk: Bangkitkan kejayaan jeruk lokal (nusantara)”. [z@in]

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event