Bimtek perbenihan dan budidaya jeruk untuk bangkitkan pamelo di Magetan


Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, mengadakan kegiatan bimbingan teknis perbenihan dan budidaya jeruk pamelo di Magetan,  Kamis 19/04/2018.

Kegiatan ini diikuti 150 peserta dari 24 Gapoktan yang ada di Magetan.

Kepala Balitjestro,  Dr.  Muhammad Taufiq Ratule, menjelaskan kegiatan ini sebagai diseminasi teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian khususnya jeruk kepada petani.

Seiring dengan program perbenihan nasional 2018 yang dicanangkan menteri pertanian, telah disiapkan 1,2 juta benih jeruk untuk dibagikan kepada masyarakat.  sehingga dengan bimtek ini dapat sebagai acuan dalam membudidayakan jeruk.

Kemudian menurut Edy Suseno Kepala Dinas Pertanian,  jeruk yang telah dikembangkan di Magetan adalah pamelo dan keprok.
pamelo sendiri merupakan komoditas unggulan Magetan yang sudah banyak dikenal.

Keprok batu 55 mulai dikembangkan sejak 2008. Selain itu akan membangkitkan kembali jeruk sarangan yang pernah terkenal tahun 70an yang kemudian hancur terkena cvpd. Dengan adanya bimtek ini diharapkan mampu menghidupkan semangat petani untuk mengembangkan jeruk di Magetan.

Dalam sambutannya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr.  Ir Hardiyanto mengatakan hampir semua komoditas hortikultura dapat berkembang di Indonesia.  Menteri pertanian telah melaunching program hortikultura terutama dalam perbenihan.

Ujung tombak kebangkitan jeruk adalah petani yang nantinya akan mengadopsi teknologi jeruk yang telah dihasilkan Balitbangtan.

Lebih lanjut disampaikan,  permasalahan akan jeruk dapat teratasi dengan teknologi. Hasilnya produksi akan tinggi dan berkualitas sehingga bersaing dengan buah impor.

Anggota komisi IV DPR RI  Ibnu  Multazam yang membuka acara ini  menyampaikan bahwa bimbingan teknis ini sangat diperlukan dalam upaya membangkitkan kembali jeruk pamelo yang menjadi ikon Magetan.

Harapannya peserta dapat menyerap teknologi dalam pengelolaan jeruk khususnya pamelo di Magetan.

Selain bimtek juga diserahkan benih jeruk untuk diberikan petani untuk dikembangkan. Benih ini diharapkan ditanam dan dibudidayakan dengan menerapkan teknologi yang telah disampaikan. (fjr)