Bimtek Inovasi teknologi Jeruk Tingkatkan Daya Saing Produk

Pengembangan agribisnis jeruk belum sepenuhnya didukung oleh inovasi teknologi hasil penelitian. Di lapang masih dijumpai adanya keragaman pengelolaan dan kualitas hasil. Lambatnya diseminasi dan proses alih teknologi hasil penelitian kepada pihak pengguna terutama petani juga menjadi penyebab belum termanfaatkannya inovasi teknologi dengan baik.

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) selama ini telah menghasilkan inovasi teknologi yang dapat diadopsi petani untuk peningkatan produksi dan kualitasnya.

Salah satu upaya untuk mempercepat proses transfer teknologi hasil-hasil penelitian dari lembaga penelitian sampai ke pengguna adalah menggunakan metode Sistem Diseminasi Multi Chanel (SDMC). Metode ini memadukan beberapa model diseminasi dalam proses transfer teknologi

Untuk mempercepat transfer teknologi dilakukan bimbingan teknis (Bimtek) “Diseminasi Hasil dan Sinergi dalam Mendukung Peningkatan Daya Saing Produk dan Kesejahteraan Petani” yang diselenggarakan di Balitjestro (28/9/2018). Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama dengan Kemenristekdikti dalam upaya penguatan lembaga Pusat Unggulan Iptek (PUI).

Kepala Balai Penelitian Tanaman jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Balitbangtan, Muhammad Taufiq Ratule menyampaikan kualitas harus diperbaiki dan ditingkatkan. Permasalahan menumpuknya jeruk di bulan-bulan tertentu, dapat diatasi dengan mengaplikasikan teknologi Bujangseta yang mampu menghasilkan jeruk berjenjang sepanjang tahun.

“Diseminasi teknologi dapat dilakukan siapa saja dan menggunakan media apa saja termasuk Bimtek ini,” lanjutnya kepada 100 peserta Bimtek yang terdiri dari petani dan peneliti.

Materi yang disampaikan antara lain inovasi teknologi jeruk, pengendalian hama penyakit dan penanganan pasca panen jeruk. Kepala Balitjestro berharap Bimtek ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan petani jeruk sekaligus mempercepat adopsi teknologi jeruk yang dihasilkan Balitbangtan.

Yanto, petani asal Malang mengatakan, Bimtek ini sangat penting bagi petani untuk mengembangkan jeruknya. Harapannya, ke depan kegiatan ini bisa rutin dilakukan agar petani dapat menyerap teknologi untuk perbaikan mutu dan kualitas jeruk di lahannya