Bimtek Budidaya Jeruk Sehat

Sutopo, Peneliti Balitjestro menerangkan bagaimana proses bujangseta dan penerapan budidaya jeruk sehat serta fungsi pemangkasan pada untuk memacu pertumbuhan vegetatif.
 

Dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan wawasan petani mengenai teknologi inovatif Budidaya Jeruk Sehat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura (Puslitbang Hortikultura) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Teknologi Budidaya Jeruk Sehat dan Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun yang diselenggarakan di IP2TP Punten dan IP2TP Banaran, pada 7 September 2021. Bimtek diikuti oleh petani di wilayah Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Bimtek ini merupakan rangkaian kegiatan Riset Pengembangan Inovatif dan Kolaboratif (RPIK) Jeruk yang diadakan di Jawa Timur, Sumatera Barat dan Kalimantan Barat.

Hadir pada kesempatan tersebut dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Malang, Kota Batu, Kepala BPTP Jawa Timur, Kepala BPTP Sumatera Selatan, Kepala Balitjestro, dan Kepala Puslitbang Hortikultura.

Pada sambutannya, Dinas Pertanian Kabupaten Malang menyampaikan bahwa potensi pengembangan jeruk di Kabupaten Malang cukup luas. Hal ini perlu dukungan dari Balitjestro. Masalah utama yang dihadapi saat ini adalah meningkatnya serangan lalat buah.

Sementara itu, Kepala Balitjestro Dr. Harwanto mengungkapkan fakta bahwa buah jeruk Indonesia tidak tersedia setiap saat, sehingga diharapkan jika masalah di ini dapat teratasi, maka jeruk dapat tersedia sepanjang waktu bahkan produk turunan jeruk dapat kita buat. Dukungan Kegiatan RPIK ini merupakan upaya untuk melakukan kolaborasi Balitbangtan dan pihak terkait serta petani dalam mengakselerasi budidaya jeruk secara baik dan benar. Bimtek ini diharapkan dapat menyampaikan teknologi inovasi secara runtut dan lengkap.

Kepala Puslitbang Hortikultura berfoto bersama perwakilan peserta Bimtek RPIK Jeruk di IP2TP Punten.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Puslitbang Hortikultura Dr. Taufiq Ratule menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini sudah dirancang jauh sebelumnya, namun tertunda karena adanya pandemi dan PPKM. Di musim pandemi ini, pertanian tidak boleh berhenti dan harus terus bergerak, karena sektor pertanian bertanggungjawab dalam penyediaan pangan bagi 276 juta penduduk. Pada Triwulan II ini, di saat sektor lain mengalami pertumbuhan minus, sektor pertanian tumbuh sebesar 16%. Kegiatan bimtek dilakukan dalam rangka mewujudkan pertumbuhan perekonomian nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka program- program strategis Kementerian Pertanian yang ada harus dijalankan.

Ada 5 program Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu:

  1. Tetap fokus meningkatkan produksi (semua sektor);
  2. Diversifikasi pangan lokal;
  3. Logistik pangan harus kuat;
  4. Meningkatkan IT untuk pertanian modern; dan
  5. Gerakan peningkatan ekspor tiga kali lipat (gratieks).

Dalam masa pandemi, pertanian harus tetap bergerak dengan tetap menjaga prokes. Ibarat pandemi ditangan kiri dan ekonomi di tangan kanan. Dukungan inovasi sangat krusial, sehingga riset harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan melibatkan berbagai pihak. Inovasi tidak dimulai dari nol, tapi merupakan pengembangan dari teknologi yang sudah ada. Saat ini Kementerian Pertanian menciptakan 600 inovasi, menuju 700 inovasi, dimana inovasi-inovasi ini, harus dapat diimplementasi secara masif.

Teknologi Bujangseta ini menjawab tantangan atas keberadaan jeruk yang tidak selalu ada setiap saat. Terus bergerak dan tetap prokes adalah kunci pertumbuhan ekonomi pertanian di masa pandemi.

Selama bimtek ini, dilaksanakan paparan materi:

  1. Teknologi Pembuahan Jeruk Berjenjang Sepanjang Tahun pada Tanaman Jeruk Keprok, oleh Dr. Harwanto
  2. Penguatan Kelembagaan Petani Jeruk oleh Dr Gunawan.
  3. Budidaya Tanaman Jeruk Sehat dan Teknologi Bujangseta oleh Ir. Sutopo, M.Si
  4. Teknologi Pengendalian Lalat Buah pada Tanaman Jeruk oleh Ir. Susi Wuryantini, MSi

Acara dilanjutkan dengan praktek lapangan di IP2TP Banaran yang dipandu oleh Cahyono, Imam Rohmat, Sutopo dan Rudy Cahyo. Acara Bimtek ditutup oleh Bapak Paidi Rusdianto.

Sumber: Puslitbang Hortikultura

Agenda
No event found!