Big Data untuk Meningkatkan Produktivitas dan Efesiensi Pertanian.

Big Data dalam Bidang Pertanian (12)

Koordinasi pengelola TIK Balitbangtan 2015 yang berlangsung pada 26 – 28 Agustus 2015 di Bandung menghadirkan  Hafizh Kalamullah Program Manager Collective Intelligence Agriculture (CI-Agriculture). Menurut Hafizh latar belakang terbentuknya CI-Agriculture ini berasal dari panggilan hati, mimpi, dan semangat untuk mensejahterakan kehidupan para petani Indonesia.

CI-Agriculture, yang juga merupakan anak perusahaan Mediatrac, mencoba memanfaatkan teknologi big data analytics untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Saat ini mereka sedang mengembangkan produk yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak terkait dalam sektor pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efesiensi pertanian.

Big Data merupakan kumpulan data berukuran sangat besar yang kemudian akan dianalisa atau diolah lagi untuk keperluan tertentu seperti membuat keputusan (decision making), prediksi, dan lainnya. Data tersebut bisa disebut big data jika velocity (kecepatan arus perubahan data), variety dan volumenya besar. Analisa dilakukan dengan mengkoleksi data dengan sebuah formulasi proses data yang canggih. Data yang besar tersebut diolah dengan sehingga mampu menyediakan informasi secara cepat dan akurat.

Big Data dalam Bidang Pertanian (4)Hafizh mengungkapkan saat ini CI-Agriculture sedang mengembangkan sistem manajemen pertanian dengan memanfaatkan teknologi big data analytics yang berbasiskan analisis cuaca, informasi sensor tanah, serta pencitraan satelit dan drone yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Sistem yang dikembangkan tersebut dirangkai dalam tiga produk, yaitu Crop Accurate, Agritrack dan Crop Insurance. Nantinya, sistem tersebut akan dapat di-subscribe per hektar lahan untuk petani, aggregator petani, end buyer, peneliti maupun pemerintah. Keseluruhannya (produk Crop Accurate, Agritrack dan Crop Insurance berfungsi meningkatkan produktivitas dan efesiensi pertanian via teknologi sensor, smart farming dan mobile application.

Empat evolusi paradigma ilmu pengetahuan menurut Jim Gray; 1) Seribu tahun yang lalu, pengetahuan disusun berdasarkan deskripsi dari fenomena alam. 2) Seratus tahun in berkembang teori-teori ilmu pengetahuan seperti hukum Newton, pengembangan model dilakukan untuk generalisasi. 3) Dalam sepuluh tahun terakhir ilmu komputer semakin maju dan berkembang simulasi dari fenomena. Dan saat ini adalah era ilmu pengetahuan data dimana data diolah menjadi informasi dan berlanjut menjadi pengetahuan. Data ditangkap menggunakan instrumen dan diproses menggunanakn sofware. Informasi dan pengetahuan disediakan dalam komputer dan peneliti menganalisa database menggunakan manajemen data dan statistik.

Paparan dari Hafizh menambah pengetahuan para pengelola TIK untuk semakin mengembangkan berbagai aplikasi yang tepat guna yang dapat menambah nilai ungkit kesejahteraan petani. Badan Litbang Pertanian telah mengembangkan Katam, Agro maps info, data base benih sumber dan plasma nutfah, repository pustaka dan lain-lain.

Sumber gambar: Presentasi Hafizh Kalamullah

3 Comments

Tinggalkan Balasan