Bersama Kita Ganyang Jeruk Impor

ganyang imporIndonesia merupakan Negara Agraris nan sangat subur. Koes-Plus telah melukiskan kesuburan bumi kita dalam gubahan lagu yang sangat disenangi dan digandrungi masyarakat Indonesia pada tahun tujuh puluhan. Judul lagu tersebut adalah “Bukan Lautan Hanya Kolam Susu”. Salah satu bait dari lagu Koes-Plus tersebut berbunyi ‘TONGKAT KAYU DAN BATU TANAMAN’ jelas merupakan pesan tentang betapa suburnya bumi pertiwi. Kesuburan tanah dan kemakmuran negeri Indonesia juga dilukiskan dalam pepatah jawa sebagai ‘NEGERI GEMAH RIPAH LOH JINAWI’. Beragam jenis tanaman, termasuk jeruk, dapat tumbuh dengan subur mulai dari dataran rendah sampai dengan daerah pegunungan, mulai dari SABANG SAMPAI MERAUKE, mulai dari MIANGGAS SAMPAI PULAU ROTE.

Terinspirasi oleh amanah Proklamator dan Presiden RI I (Ir. Soekarno) yaitu ‘Aku Titipkan Bangsan dan Negara Padamu dan termotivasi serta tertantang oleh fakta di depan mata kita bahwa jeruk impor membanjiri pasar kita, baik di super market ataupun di pasar tradisional, maka Ka. Balitjestro mengambil langkah untuk mengganti moto lama ‘Selangkah lebih maju’ dengan moto ‘BERSAMA KITA GANYANG JERUK IMPOR”. Moto baru ini berimplikasi kinerja yang sinergis dari berbagai komponen bangsa (“Bersama Kita”) serta bermakna patriotik  (‘Ganyang’). Moto tersebut terpasang di halaman depan kampus Balitjestro yang memudahkan setiap orang yang memasuki kampus Balitjestro membacanya dan juga bisa dibaca dari website Balitjestro. dan diharapkan tertancap dan tertanam dalam sanubari semua komponen Balitjestro dan semua tamu yang datang ke Balitjestro serta semua pihak yang secara kebetulan mengetahui moto ini.

Muchdar Soedarjo
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
UPT: Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Jl. Raya Tlekung No. 1 Batu – Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event