Belajar Teknologi Budidaya Jeruk Untuk Hasil Yang Lebih Baik

Kelompok petani Harapan Jaya Jember mendengarkan paparan dari Ir Agus Sugiyatno, MP
Kelompok petani Harapan Jaya Jember mendengarkan paparan dari Ir Agus Sugiyatno, MP

Untuk menambah wawasan tentang budidaya tanaman jeruk, Kelompok Tani Harapan Jaya Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember   mengadakan kunjungan ke Balitjestro, Rabu17/12/2014. Dalam kunjungan tersebut 50 peserta yang terdiri dari petani yang tergabung dalam gapoktan  diterima oleh Ir.Agus Sugiyatno, MP mewakili kepala Balitjestro.

Dalam kunjungan yang singkat ini Sunarto, SP petugas yang mendampingi kelompok tani mengharapkan para peserta mendapat pengetahuan mengenai inovasi teknologi jeruk yang dihasilkan untuk diterapkan disana terutama mengenai perbenihan dan budidaya jeruk yang benar.  Karena sebagian besar petani masih menggunakan benih tanpa label yang berakibat kualitas benih kurang bagus dan umur produksi pendek. Selain itu dalam pengelolaannya perlu diberi ilmu tentang budidaya yang benar. Di daerah ini jeruk yang dikembangkan adalah jenis siam pontianak. Kendala yang dihadapi oleh petani yaitu masih kurangnya penerapan teknologi yang tepat. Seringkali petani tidak memperhatikan kebutuhan tanaman jadi hanya tahu hasil panen saja tanpa dirawat dengan baik.

Ir. Agus Sugiyatno, MP mewakili kepala balai  menyambut baik kunjungan tersebut dan mengharapkan agar para peserta dapat belajar mengenai budidaya jeruk. Sebagai UPT Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, Balitjestro melakukan riset untuk menghasilkan inovasi teknologi untuk mendukung pengembangan agribisnis jeruk di Indonesia. Disamping itu untuk mendukung pengembangan jeruk ada pendampingan teknologi ke petani disentra-sentra produksi jeruk di Indonesia. Disamping itu dijelaskan pula tentang keuntungan menanam benih berlabel bagi petani jeruk. Selain bebas dari penyakit benih berlabel mempunyai umur produksi lama dan hasilnya lebih tinggi dibanding benih tanpa label

.Kemudian para petani juga diberi wawasan mengenai budidaya jeruk bebas penyakit yang disampaikan Hadi Mulyanto, SP. Dalam materi tersebut disampaikan berbagai teknik dalam budidaya jeruk yang sehat. Para peserta dapat menyerap ilmu yang mungkin selama ini belum diterapkan disana. Peserta juga diajak secara langsung ke kebun untuk melihat dan mengamati bagaimana pengelolaan kebun yang benar dengan penerapan Pengelolaan Terpadu Kebun Jeruk Sehat (PTKJS). Dengan dukungan teknologi tersebut diharapkan  mampu meningkatkan produksi jeruk siam.  [fajar/balitjestro]

Kebun Jeruk Siam Pontianak milik petani
Kebun Jeruk Siam Pontianak milik petani

 

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event