Bedanya Perkebunan Jeruk di Brazil dan Indonesia

PT. Salim Ivomas Pratama berminat mengembangan jeruk dalam skala kawasan. Oleh karena itu selama sepekan mereka melakukan kunjungan ke sentra penghasil jeruk Indonesia, dimulai Senin, 18/02/2019, berkunjung ke Balitjestro sebagai Pusat Unggulan Iptek Jeruk. Tujuan utamanya adalah untuk melihat dan mengenal lebih jauh potensi berbagai jenis tanaman jeruk melalui diskusi maupun melihat koleksi unggulan jeruk Balitjestro.

Hadir dalam rombongan yaitu Ossy Tirta, David Allorerung, Rifky C Meigantara dari Salim Group beserta Fransisco Santos dan Leonardo A Fukuda, mitra usaha dari Brazil yang mempunyai bisnis keluarga di bidang perkebunan jeruk. Sedangkan dari Balitjestro yang mendampingi adalah Anang Triwiratno, Kepala Yantek dan Jaslit, Arry Supriyanto, Kurniawan dan Zainuri Hanif sebagai peneliti.

Setelah mengunjungi pembibitan di Kebun Percobaan Punten dan mencicipi beberapa varietas jeruk unggulan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dengan peneliti Balitjestro dan melihat perkembangan penelitian batang bawah di laboratorium kultur jaringan. Setelah itu rombongan diajak mengunjungi kebun petani jeruk di Dau, Kabupaten Malang.

Perbandingan Jeruk Brazil dan Indonesia

Brazil dikenal penghasil semua jenis jeruk dengan produksi tertingi yaitu jenis orange dengan posisi no-1 dunia dimana produksi di 2017 sebesar 17 juta ton, disusul China 8 juta ton dan Amerika 5 juta ton. Untuk jenis keprok dan Siam, Indonesia masih unggul di peringkat ke-3 dengan produksi 2 juta ton sedangkan Brazil pada posisi ke-7 dengan produksi 1 juta ton. Selanjutnyam jeruk jenis Grapefruits (Pamelo), Lemon dan Nipis Brazil pada posisi ke 7 dan 4 dunia, sedangkan posisi Indonesia tidak terdeteksi. Hal ini karena di data nasional yang menjadi rujukan FAO, yang muncul hanya data jeruk secara umum, dan itupun mayoritas jeruknya masuk kelompok keprok dan siam.

Dalam sesi diskusi, banyak fakta menarik yang terungkap, dimana jika ingin masuk ke persaingan jeruk dunia, pola pengembangan yang selama ini kita lakukan memang sulit bersaing, belum masuk sebagai kawasan industri. Bisnis jeruk yang dikelola keluarga Fransisco Santos sendiri seluas 12.000 hektar, ini setera dengan seluruh luas kawasan jeruk di Banyuwangi yang dimiliki oleh lebih dari 10.000 petani. Negara penghasil jeruk dunia mengelola jeruk dalam sebuah kawasan luas yang terintegrasi.

Dengan pengelolaan yang masih parsial, varietas yang beragam dan kualitas buah yang bermacam-macam, jeruk tersebut sulit diolah. Fransisco menyatakan keheranannya dengan jarak tanam yang ada di kebun jeruk (400 tanaman per hektar), “Bagaimana caranya traktor bisa masuk?” Di Brazil jarak diatur untuk 300 tanaman saja per hektar. Tentunya kebun jeruk di Indonesia yang mayoritas dimiliki petani tidak seluas di Brazil, oleh karena itu traktor tidak diperlukan. Penguasaan lahan jeruk petani masih 0,5-1 hektar saja. Pengelolaan secara tradisional masih paling efisien, apalagi banyak ditanam di lahan berbukit seperti yang ada di Dau, Kabupaten Malang.

Huanglongbing (HLB) masih menjadi momok bagi petani jeruk dunia, termasuk di Brazil. Berbeda dengan Indonesia dimana jeruk yang terserang harus dipangkas semua dan dibakar. Hal ini diterapkan untuk daerah yang terserang HLB parah seperti di Garut, dan baru lebih dari satu dekade kemudian ditanam kembali dengan program pemerintah melalui Dirjend Hortikultura. Petani Brazil mereka harus bertahan dengan HLB tersebut. Bagaimana caranya tetap bertahan hidup berdampingan dengan HLB adalah pilihan terbaik mereka saat ini. Petani di sini bisa langsung berpindah ke tanaman hortikultura lainnya, namun berbeda dengan petani jeruk di Brazil.

HLB belum mereda, masih menjadi musuh utama petani jeruk di Brazil.
Gambar: iegvu.agribusinessintelligence.informa.com

Varietas jeruk yang berkembang di Brazil adalah Pera Rio, Valencia, Hamlin, Natal, dan Valencia Folha Murcha. Valencia, termasuk jenis orange. Varietas ini sangat cocok untuk industri jus. Rasa jeruk ini masam, bagi lidah Indonesia tidak cocok. Konsumen Indonesia lebih menyukai jeruk yang manis segar sedikit masam yang banyak dijumpai di varietas keprok dan siam. (Hnf_2019)