Batu Ingin Jadi Sentra Jeruk

poto dewi editKota Batu – Pemkot Batu mempunyai keinginan untuk menjadikan wilayahnya sebagai pusat penghasil jeruk. Namun, rencana Pemkot Batu untuk mengembangkan produksi jeruk diwilayahnya tak berjalan mulus. Salah satu penyebabnya dikarenakan nota kesepahaman pengembangan jeruk antara Pemkot Batu dan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) Kementerian Pertanian (Kementan) RI masih jalan di tempat. Padahal, draf nota kesepahaman telah diserahkan Pemkot pada 1 Juli lalu. Namun, hingga kini belum mendapat respons Balitjestro. Kepala Seksi Pelayanan Teknis dan Jasa Penelitian Balitjestro Kementan RI Dr. Ir. Harwanto, M.Si mengakatan, saat ini nota kesepahaman masih dalam proses dipelajari. Sebab, hingga sekarang masih dalam suasana transisi pergantian kepala Balitjestro. “Sebelumnya kan kepalanya Pak Muchdar Soedarjo, sekarang sudah ganti Pak Joko Susilo Utomo. Nah ini kan masa transisi pergantian kepala. Sertijabnya saja masih nanti Jumat (20/9) ini ,” ujar Harwanto. Dia memastikan setelah sertijab selesai, nota kesepahaman yang telah diserahkan Pemkot Batu akan dibahas lagi. Nantinya, Balitjestro akan membahas soal bagaimana konsep pendampingan petani jeruk. Termasuk juga membahas apakah ada dana pendamping. “Hal-hal ini yang perlu dijelaskan, biar nantinya kerja sama ini lebih jelas,” lanjut dia. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkot Batu Sugeng Pramono mengatakan, pihaknya tengah menanti keputusan dari pihak Balitjestro. “Nota kesepahaman ini penting bagi kami untuk pengembangan pertanian jeruk di Batu. Semakin cepat diteken, maka akan semakin baik,” tukasnya. Di Batu sendiri, kawasan yang menjadi sentra pertanian jeruk adalah Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu; Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo; dan Desa Punten Kecamatan Bumiaji.(sumber Radar Malang, Selasa 17 September 2013 hal.31)

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event