Bark Pesticide Aplicator: Hama Mati, Musuh Alami Selamat

[cml_media_alt id='2282']Bark Pesticide Aplicator[/cml_media_alt]Dalam pertanaman jeruk untuk mendapatkan hasil yang maksimal perlu diperhatikan mengenai pengendalian vector CVPD dan OPT lainnya. Dengan pengendalian yang tepat dapat mencegah terjadinya serangan CVPD maupun hama berbahaya lainnya. Untuk mengendalikan  hama tersebut dapat dilakukan secara kimiawi ataupun memanfaatkan musuh alami. Salah satu pengendalian yang dilakukan yaitu dengan saputan batang. Penyaputan batang dilakukan menggunakan insektisida sistemik murni berbahan aktif imidakliporid atau lainnya. Insektisida berbahan aktif endosulphan 0,05 % atau lainnya ampuh untuk mengendalikan telur D.Citri yang merupakan vektor CVPD. Dengan penyaputan ini musuh alami D. Citri tetap selamat.

Untuk mempermudah dan mempercepat penyaputan batang, Badan Litbang Pertanian melalui tim peneliti dan teknisi hama Balitjestro mengembangkan prototype BPA (Bark Pesticide Aplicator) yang berfungsi sebagai pengendali hama sekaligus menyelamatkan musuh alami. Alat ini diaplikasikan dengan insektisida sistemik dalam pengendalian utama hama jeruk yang mampu meningkatkan efisiensi aplikasi 30% dengan efektivitas pengendalian 95% dan tetap aman terhadap musuh alami. Hasil dari yang didapat dengan alat ini sama dengan saputan batang namun menghemat waktu dan tenaga.

Selain itu residu yang menempel di batang sama dengan yang dikeluarkan atau yang disaputkan.  Penggunaan alat ini cukup mudah dan menghemat waktu yang cukup besar dibandingkan dengan penyaputan batang secara konvensional. Prototype alat aplikator pestisida ini telah direkayasa dan terbukti efisien dalam penggunaan waktu dan tenaga, serta ramah terhadap lingkungan dalam mengendalikan hama kutu daun dan kutu loncat di lapang.

Untuk ke depan penyempurnaan secara ergonomis alat BPA (Bark Pesticide Aplicator) ini akan terus dilakukan sehingga nyaman dalam aplikasi di lapang serta perlunya sosialisasi pada pengguna terutama daerah jeruk secara komprehensif. Aplikasi insektisida secara sistemik pada batang dapat menekan kehilangan cairan insektisida dan waktu yang relative lebih cepat sehingga secara langsung berpengaruh terhadap biaya produksi yang dikeluarkan.

Berita dan Foto:  Fajar dan Ir Otto Endarto, Rudi Cahyo W

Tinggalkan Balasan

Agenda

no event