Balitjestro Terima Penghargaan pada Ajang Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan tahun 2018.

Satu lagi prestasi Balitjestro yaitu memperoleh Sertifikat Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan melengkapi Pusat Unggulan Iptek (PUI) Jeruk yang sudah diperoleh tahun lalu. Penghargaan ini diperoleh dalam acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan tahun 2018. Sertifikat penghargaan ini diterima oleh Kepala Balitjestro Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. pada Kamis, 13 Desember 2018 di Serpong dari Komite Nasional Akreditasi Paranata dan Pengembangan (KNAPPP).

Dengan diperolehnya sertifikat KNAPPP, diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan capaian institusi menjadi lembaga yang lebih akuntabel dan kredibel. Sertifikat KNAPPP ini adalah pengakuan formal atas: a) kemampuan melaksanakan penelitian dan pengembangan sesuai tugas dan fungsi, visi dan misi, b) mutu keluaran hasil litbang, dan c) efisiensi dan kinerja yang berlaku selama 3 tahun.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian mendapatkan pula apresiasi tinggi sebagai lembaga induk yang mempunyai komitmen terhadap PUI yang diterima oleh Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc, selaku Sekretaris Badan Litbang Pertanian. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya lembaga penelitian pertanian yang mampu mendapat pengakuan PUI dan berbagai penghargaan lainnya, termasuk salah satunya Balitjestro.

16 lembaga penerima Sertifikat KNAPPP

Pada rangkaian acara kali ini, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi , Ir. Kemal Prihatman, M.Eng mengungkapkan bahwa tahun ini ada 137 PUI yang diakui dan semuanya didorong untuk melakukan hilirisasi penelitian. PUI ini hadir untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan, sumber daya dan jaringan iptek dari lembaga litbang sehingga terjadi peningkatan pendayagunaan iptek.

Produk yang dihasilkan oleh PUI pun bertaraf internasional sehingga sangat layak dipasarkan ke pasar global. Maka tidak salah jika dengan penyelenggaraan Indonesia Innovation Day di Kobe, Jepang pada Oktober 2018 yang lalu tercapai 20 MoU (Memorandum of Understanding) dalam sehari dan 10 LoI (Letter of Intent) sampai akhir tahun dan kuartal pertama 2019.

Dalam arahannya, Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc terus menekankan output dari litbang adalah hilirisasi. Puncak dari hilirisasi adalah kemampuan Litbang dalam mendiseminasikan hasil-hasil riset berkualitas bertaraf internasional (Disseminating Capacity). Sehingga hal ini tentunya secara langsung akan mengungkit daya saing inovasi bangsa Indonesia.

Ada yang unik pada apresiasi lembaga penelitian dan pengembangan tahun 2018 ini, yaitu diakomodirnya lembaga penelitian sosial ekonomi sehingga tidak hanya lembaga penelitian yang berbasis produk saja yang dibina dan difasilitasi untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan. Tentunya ini adalah kemajuan yang berarti karena gengsi PUI dan acara apresiasi yang digagas Kemenristek Dikti ini semakin tinggi di semua lembaga penelitian di Indonesia. di sesi selanjutnya, masing-masing lembaga yang mendapatkan PUI maupun yang masih dibina untuk mendapatkan PUI saling berbagi pengalaman untuk perbaikan ke depannya.

Produk unggulan dari PUI terus didorong agar dapat dikomersialisasikan, sehingga kolaborasi antar PUI menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Balitjestro, yang diakui sebagai PUI Jeruk tentunya membuka peluang kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan nilai komersialisasi produk buah jeruk dan turunannya. (Hnf)