Balitjestro Siap Dukung TSP dan TTP

Kepala Balitjestro menjelaskan proposal pengembangan KP Punten dan Kantor Pusat Balitjestro di Tlekung
Kepala Balitjestro menjelaskan proposal pengembangan KP Punten dan Kantor Pusat Balitjestro di Tlekung

Menyaksikan keberhasilan Kebun Percobaan (KP) Punten dalam merawat dan memproduksi benih jeruk, Dr. Agung Hendriadi Sekretaris Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) mengusulkan agar Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) membuat demplot jeruk di semua propinsi, menyebarkan jeruk komersial lebih luas lagi dan mengembalikan jeruk yang sudah punah ke propinsi asalnya. Hal ini akan menjadi bukti nyata kontribusi Balitbangtan yang tampak di lapang.

Banyak jeruk yang berasal di berbagai daerah musnah dan sudah tidak bisa lagi dijumpai di daerah tersebut. Misalnya jeruk manis Pacitan di Kabupaten Pacitan dan Jeruk Keprok Pulung di Ponorogo. Jeruk tersebut musnah karena serangan hama dan penyakit khususnya CVPD atau Huanglongbing dan pengelolaan manajemen budidaya yang tidak sesuai teknologi anjuran. Beruntunglah, Balitjestro mempunyai koleksi plasmanutfah jeruk yang masih terawar dengan baik dan dapat dijadikan indukan untuk perbanyakan kembali. Program Keprokisasi “Sejuta Keprok Garut” di Kabupaten Garut Jawa Barat mengambil indukan dari Balitjestro.

Taman Sain Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP) menjadi program unggulan pemerintah saat ini. Program TSP dan TTP adalah untuk meningkatkan penerapan dan alih teknologi hasil litbang Kementerian/LPNK Ristek, swasta dan perguruan tinggi kepada masyarakat. Balitjestro siap mendukung penuh dan beberapa propinsi sudah mengadakan kesepakatan untuk pengembangan ini.

Kepala Balitbangtan, Dr. Haryono memberi pesan bahwa pengembangan jeruk Manis Pacitan di Pacitan harus memperhatikan dan membangun jaringan pemasaran. Pacitan dengan karakter daerah kering mempunyai keunggulan dengan wisata kars. Potensi lokal harus digali agar pengembangan yang dilakukan sekarang ini, 3-4 tahun lagi ketika jeruk mulai panen, petani dan masyarakat bisa mengambil manfaatnya.

(Berita: Zainuri Hanif / Foto: Aminuddin Fajar)

 

Tinggalkan Balasan